SIG Catatkan Profitabilitas di Tengah Tantangan Industri 2025
Kamis, 02 April 2026 - 18:30 WIB
loading...
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatatkan kinerja keuangan yang tetap solid sepanjang 2025. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatatkan kinerja keuangan yang tetap solid sepanjang 2025 meski industri bahan bangunan mengalami perlambatan. Perseroan mampu menjaga profitabilitas melalui transformasi bisnis, efisiensi biaya, serta optimalisasi pasar domestik dan regional.
"Disiplin menjalankan transformasi bisnis sejak Juli 2025 membuat SIG lebih berdaya saing dan adaptif terhadap dinamika industri yang menantang," kata Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni dalam pernyataan resmi, Kamis (2/4/2026).
Sepanjang 2025, SIG mencatatkan volume penjualan sebesar 37,93 juta ton dengan pendapatan mencapai Rp35,24 triliun. Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp191 miliar, dengan EBITDA sebesar Rp4,49 triliun.
Baca Juga: SIG Kirim 36.000 Bata Interlock Presisi untuk Pembangunan Hunian di Padang
Vita menjelaskan, strategi transformasi yang dijalankan sejak pertengahan 2025 berfokus pada pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi portofolio produk. Langkah ini mulai menunjukkan hasil positif, terutama pada kuartal III dan IV 2025 ketika penjualan domestik mulai membaik.
Selain pasar domestik, SIG juga memaksimalkan peluang di pasar regional. Penjualan regional tercatat mencapai 7,95 juta ton atau meningkat 14,3% secara tahunan, sehingga turut menopang kinerja di tengah tekanan pasar dalam negeri.
Dari sisi biaya, perseroan berhasil menekan beban pokok pendapatan sebesar 0,3% serta beban usaha 1,1% secara tahunan. Efisiensi tersebut diperkuat dengan penurunan biaya keuangan bersih hingga 32,7%, yang berdampak positif terhadap kinerja keuangan secara keseluruhan.
Ke depan, SIG menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga pertumbuhan, termasuk pengembangan fasilitas produksi dan dermaga ekspor di Tuban, Jawa Timur, bekerja sama dengan Taiheiyo Cement Corporation. Perseroan menargetkan ekspor dari fasilitas tersebut mulai berjalan pada pertengahan 2026 dengan kapasitas 500 ribu hingga 1 juta ton per tahun.
Baca Juga: SIG Pasok 115.609 Ton Semen untuk Pembangunan Kilang Minyak Terbesar di Indonesia
Selain kinerja bisnis, SIG juga mencatatkan capaian keberlanjutan dengan menurunkan intensitas emisi gas rumah kaca (GRK) cakupan 1 menjadi 561 kg CO2/ton cement equivalent atau turun 21% dibandingkan baseline 2010. Emisi cakupan 2 juga turun 15% menjadi 57 kg CO2/ton cement equivalent.
Capaian tersebut didorong oleh peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif seperti biomassa, refuse-derived fuel (RDF), serta pengembangan energi terbarukan melalui panel surya dan teknologi waste heat recovery. "SIG senantiasa meneguhkan komitmen keberlanjutan yang menjadi keunggulan kompetitif, sehingga kinerja bisnis dan lingkungan dapat berjalan beriringan," ujar Vita.
"Disiplin menjalankan transformasi bisnis sejak Juli 2025 membuat SIG lebih berdaya saing dan adaptif terhadap dinamika industri yang menantang," kata Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni dalam pernyataan resmi, Kamis (2/4/2026).
Sepanjang 2025, SIG mencatatkan volume penjualan sebesar 37,93 juta ton dengan pendapatan mencapai Rp35,24 triliun. Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp191 miliar, dengan EBITDA sebesar Rp4,49 triliun.
Baca Juga: SIG Kirim 36.000 Bata Interlock Presisi untuk Pembangunan Hunian di Padang
Vita menjelaskan, strategi transformasi yang dijalankan sejak pertengahan 2025 berfokus pada pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi portofolio produk. Langkah ini mulai menunjukkan hasil positif, terutama pada kuartal III dan IV 2025 ketika penjualan domestik mulai membaik.
Selain pasar domestik, SIG juga memaksimalkan peluang di pasar regional. Penjualan regional tercatat mencapai 7,95 juta ton atau meningkat 14,3% secara tahunan, sehingga turut menopang kinerja di tengah tekanan pasar dalam negeri.
Dari sisi biaya, perseroan berhasil menekan beban pokok pendapatan sebesar 0,3% serta beban usaha 1,1% secara tahunan. Efisiensi tersebut diperkuat dengan penurunan biaya keuangan bersih hingga 32,7%, yang berdampak positif terhadap kinerja keuangan secara keseluruhan.
Ke depan, SIG menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga pertumbuhan, termasuk pengembangan fasilitas produksi dan dermaga ekspor di Tuban, Jawa Timur, bekerja sama dengan Taiheiyo Cement Corporation. Perseroan menargetkan ekspor dari fasilitas tersebut mulai berjalan pada pertengahan 2026 dengan kapasitas 500 ribu hingga 1 juta ton per tahun.
Baca Juga: SIG Pasok 115.609 Ton Semen untuk Pembangunan Kilang Minyak Terbesar di Indonesia
Selain kinerja bisnis, SIG juga mencatatkan capaian keberlanjutan dengan menurunkan intensitas emisi gas rumah kaca (GRK) cakupan 1 menjadi 561 kg CO2/ton cement equivalent atau turun 21% dibandingkan baseline 2010. Emisi cakupan 2 juga turun 15% menjadi 57 kg CO2/ton cement equivalent.
Capaian tersebut didorong oleh peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif seperti biomassa, refuse-derived fuel (RDF), serta pengembangan energi terbarukan melalui panel surya dan teknologi waste heat recovery. "SIG senantiasa meneguhkan komitmen keberlanjutan yang menjadi keunggulan kompetitif, sehingga kinerja bisnis dan lingkungan dapat berjalan beriringan," ujar Vita.
(nng)
Lihat Juga :