Ekonomi Digital ASEAN Tumbuh Pesat, Feel Good Network Ekspansi ke Malaysia

Senin, 13 April 2026 - 16:04 WIB
loading...
Ekonomi Digital ASEAN...
Feel Good Network resmi masuk pasar Malaysia melalui peluncuran agensi Tales Asia di Kuala Lumpur. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Ekonomi digital Asia Tenggara diproyeksikan melampaui USD300 miliar tahun ini, mendorong pelaku industri kreatif memperluas ekspansi regional. Salah satunya, Feel Good Network yang resmi masuk pasar Malaysia melalui peluncuran agensi Tales Asia di Kuala Lumpur.

“Brands bergerak dan bertumbuh dengan cepat, namun hanya sedikit mitra yang memahami dari kedua sisi,” ujar CEO Feel Good Network Wisnu Satya Putra dalam keterangan tertulis, Senin (13/4/2026).

Baca Juga: Penjualan Tembus 5.200 Unit dalam Sebulan, Apa Rahasia Ekspansi Lini Produk BYD

Ekspansi tersebut sejalan dengan laporan studi e-Conomy SEA 2025 yang disusun Google, Temasek, dan Bain & Company, yang memproyeksikan nilai transaksi ekonomi digital kawasan terus meningkat. Pertumbuhan ini didorong oleh tren video commerce, konten berbasis kreator, serta pemanfaatan kecerdasan buatan dalam periklanan.

Selain itu, pembelian iklan digital di kawasan Asia Tenggara diperkirakan tumbuh 16% secara tahunan. Hal ini memperkuat peran platform digital sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi di kawasan.



Dinamika koridor Indonesia–Malaysia juga menjadi faktor pendorong ekspansi. Malaysia tercatat sebagai salah satu sumber wisatawan terbesar ke Indonesia, sementara merek-merek Indonesia di sektor makanan dan gaya hidup mulai agresif memperluas pasar ke negeri jiran.

Baca Juga: Ciputra Group Bukukan Penjualan Rp500 Miliar dari Ekspansi Kawasan The Forestine

Dalam ekspansi ini, Feel Good Network menunjuk Lila Talitha sebagai Chief Creative Officer sekaligus pendiri Tales Asia. Ia diharapkan mampu menjembatani perbedaan budaya dan preferensi konsumen agar merek tetap relevan di pasar regional tanpa kehilangan identitas lokal.

Perusahaan juga memperkuat struktur organisasi dengan menunjuk Reza Akbar sebagai Chief Growth Officer, Erick Sebastian sebagai Chief Content Officer, serta Ranggaz Laksmana sebagai Group Strategic Advisor. Langkah ini ditujukan untuk mempercepat pertumbuhan dan memperluas kemitraan strategis di kawasan.

Sejak berdiri pada 2025, Feel Good Network mencatat pertumbuhan hingga delapan kali lipat dan telah menggandeng lebih dari 20 klien lintas industri. Model bisnis berbasis integrasi data dan strategi kreatif dinilai mampu menjawab kebutuhan brand modern yang semakin kompleks.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Grab Tepis Rumor Keluar...
Grab Tepis Rumor Keluar dari Indonesia, Komitmen untuk UMKM dan Mitra Tetap Kuat
White Paper MDI Ventures...
White Paper MDI Ventures Petakan Jalur Ekonomi Digital Inklusif di Indonesia
Topping Off SMX01 Perkuat...
Topping Off SMX01 Perkuat Fondasi Infrastruktur Digital Indonesia
Astranauts 2026, Akselerasi...
Astranauts 2026, Akselerasi Transformasi Digital dan Efisiensi untuk Perkuat Ekonomi
Percepatan Implementasi...
Percepatan Implementasi 5G Jadi Kunci Daya Saing Ekonomi Digital
Soal Perjanjian Transfer...
Soal Perjanjian Transfer Data RI-AS, Komisi I DPR Desak Pembentukan Lembaga PDP Independen
Riset MSC: Social Commerce...
Riset MSC: Social Commerce Tumbuh Pesat, Perempuan Masih Tertinggal di Ekonomi Digital
Sinergi Pelaku Sistem...
Sinergi Pelaku Sistem Pembayaran Kunci Kedaulatan Ekonomi Digital Nasional
Rekomendasi
DBL Gandeng Partner...
DBL Gandeng Partner Anyar untuk Dorong Pengembangan Talenta Muda Indonesia
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Berita Terkini
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved