Strategi Bayern dalam Dorong Pertumbuhan Bisnis Farmasi dan Sains di Masa Depan

Senin, 13 April 2026 - 19:52 WIB
loading...
Strategi Bayern dalam...
Dalam acara Bayer Pharma Media Day 2026, dipaparkan bagaimana fokus berkelanjutan Bayer AG pada prioritas sains dan bisnis menjadi penggerak utama target pertumbuhan perusahaan menuju 2030. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Dalam acara Bayer Pharma Media Day 2026, Anggota Dewan Manajemen Bayer AG sekaligus Presiden Divisi Farmasi, Stefan Oelrich memaparkan, bagaimana fokus berkelanjutan pada prioritas sains dan bisnis menjadi penggerak utama target pertumbuhan perusahaan menuju 2030.

“Dengan fokus yang tak tergoyahkan pada prioritas strategis dan ketelitian ilmiah, kami mulai melihat hasil dari strategi transformasi yang kami jalankan untuk mendorong pertumbuhan,” kata Stefan di Berlin, dikutip Senin (13/4/2026).

Berkat portofolio farmasi terkuat yang pernah dimiliki, pipeline multimodal, dan model operasional yang semakin didukung kecerdasan buatan (AI), Bayer berada di jalur yang tepat untuk kembali bertumbuh di kisaran menengah satu digit mulai 2027. Ditambah serta memperluas margin mulai 2028 hingga mencapai 30 persen pada 2030.

Lima Katalis Pertumbuhan untuk Memacu Kinerja Farmasi di Dekade Mendatang

Christine Roth, Executive Vice President, Global Head of Product Strategy and Commercialization, serta Anggota Pharmaceuticals Leadership Team Bayer , menyampaikan bahwa pihaknya bertekad menjadi yang pertama atau terbaik di kelasnya, karena pasien berhak mendapatkan yang terbaik.

“Keputusan-keputusan berani yang kami ambil dalam beberapa tahun terakhir, didukung oleh tim yang mumpuni, dan telah terbukti mempercepat inovasi dan menghadirkan dampak nyata bagi pasien maupun bagi Bayer,” ujar Christine.

Revitalisasi Pipeline Jadi Motor Pertumbuhan Masa Depan

Strategi ketat untuk merevitalisasi pipeline melalui aset-aset yang inovatif dan terdiferensiasi mulai menunjukkan potensinya, tercermin dari kinerja rekor pada 2025: tiga persetujuan produk baru, dua perluasan indikasi untuk penggerak pertumbuhan, serta enam hasil positif uji klinis Fase III.

Pada 2026, Bayer menargetkan sejumlah tonggak penting yang kian memvalidasi strategi impact-by-innovation, termasuk pengobatan presisi di area inti kardiovaskular dan onkologi, terapi sel dan gen regeneratif, serta pencitraan molekuler.

Kemajuan dalam Pengembangan Obat Presisi (Onkologi)

Obat molekul kecil (small molecule) tetap menjadi salah satu cara paling efektif untuk menghadirkan terapi berdampak tinggi karena mudah diakses, dapat diprediksi, dan dapat diskalakan secara global.

Pihaknya juga tengah mengembangkan terapi oral untuk kanker dan penyakit imunologi yang menargetkan pendorong penyakit yang sebelumnya dianggap tidak dapat ditargetkan obat (undruggable), yang dimungkinkan oleh platform skrining kemoproteomik.

Dengan tiga molekul yang dikembangkan secara internal kini berada dalam pengembangan klinis, pihaknya berfokus mewujudkan pekerjaan ini menjadi obat-obatan baru yang berpotensi mentransformasi bagi pasien.

Portofolio Terapi Gen dan Sel dengan Potensi Dampak Transformatif bagi Pasien

(Terapi Gen)

Dengan menggabungkan platform Adeno-Associated Virusterintegrasi milik AskBio mulai dari inovasi kapsid hingga manufaktur dengan kapabilitas pengembangan dan operasional global Bayer, pihaknya sedang bekerja untuk mengembangkan obat-obatan yang berpotensi mentransformasi kehidupan pasien, baik pada penyakit langka maupun penyakit yang lebih umum.

(Terapi Sel)

Untuk penyakit yang ditandai dengan kehilangan sel yang tidak dapat dipulihkan, pengobatan regeneratif menawarkan pendekatan yang secara mendasar baru. Pihaknya membawa terapi sel baru ke tahap pengembangan klinis, disertai manufaktur yang dapat diskalakan dan dapat direproduksi.

Memajukan Inovasi di Bidang Pencitraan Medis (Medical Imaging)

Pencitraan medis berkembang pesat menjadi semakin personal dan semakin terintegrasi dalam perjalanan perawatan pasien. Bayer pun memelopori inovasi yang mendorong evolusi ini, mulai dari agen kontras dosis rendah dan alur kerja yang lebih cerdas serta terhubung, hingga pendekatan molekuler yang baru.

Baca Juga: Dukung Kesadaran Kesehatan Reproduksi, Bayer Rilis Situs Bicaraperempuan

Dengan memungkinkan diagnosis yang lebih dini dan lebih akurat, Bayer memberdayakan klinisi untuk memilih terapi yang tepat dan meningkatkan perawatan bagi pasien.

Mendongkrak Produktivitas R&D melalui Sinergi AI Internal dan Kemitraan Strategis

Ambisi Bayer adalah memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas R&D hingga 40% pada 2030. Dengan mengintegrasikan arsitektur platform AI dengan data berorientasi pasien yang telah dianonimkan, para ilmuwan data di Bayer dapat memaksimalkan portofolio biologis internal, memvalidasi model AI, dan menskalakan solusi yang pada akhirnya mempercepat penemuan obat.

Kemitraan strategis Bayer dengan organisasi seperti Vanderbilt University Medical Center di AS, FinnGen di Finlandia, dan PRECISE di Singapura memanfaatkan ekosistem global yang menggabungkan data anonim dan analitik berbasis AI, sehingga mempercepat penemuan obat di area-area penting seperti penyakit kardiovaskular dan ginjal.

Bayer juga baru-baru ini menandatangani kemitraan dengan Cradle, perusahaan dengan platform yang dirancang untuk mempersingkat lini masa pengembangan serta mendorong molekul berkualitas lebih tinggi ke tahap pengembangan klinis dengan kecepatan dan presisi yang lebih besar.

Di seluruh rantai nilainya, AI semakin menjadi bagian integral dari operasional Bayer. Mulai dari perencanaan menyeluruh (end-to-end) lintas produk dan pasar di seluruh dunia hingga rangkaian perangkat generasi baru berbasis agen (agentic tools), karyawan diberdayakan dengan cara kerja yang didukung AI.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Dexa Siap Bawa OMAI...
Dexa Siap Bawa OMAI Fitofarmaka ke Pasar Global Obat Herbal
Obesitas Menopause Jadi...
Obesitas Menopause Jadi Pasar Baru, Wegovy Buktikan Efektivitas Klinis
Phytochemindo Reksa...
Phytochemindo Reksa Resmikan Pabrik Klapanunggal dan Luncurkan Buku Biografi Wim Kalona
Kembangkan Pil GLP-1,...
Kembangkan Pil GLP-1, Novo Nordisk Perkuat Dominasi di Pasar Terapi Obesitas
Geopolitik Global Bergejolak,...
Geopolitik Global Bergejolak, GP Farmasi Indonesia Perkuat Ketahanan Industri Farmasi
Transformasi Layanan...
Transformasi Layanan Farmasi Jadi Fokus PIT dan Mukernas HISFARSI 2026 di Pekanbaru
SwipeRx Sukses Gelar...
SwipeRx Sukses Gelar IPEC 2026 ke-IV, Satukan Lebih dari 1.500 Apoteker dalam Ajang Farmasi Terbesar di Indonesia
BPOM Tegaskan Peraturan...
BPOM Tegaskan Peraturan BPOM No 5/2026 Bukan Soal Penempatan Apoteker
Rekomendasi
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Sadis Taufik Hidayat di Polda Jabar Digelar Tertutup
Breaking News! Pesawat...
Breaking News! Pesawat Dibakar OTK di Bandara Ipdeheik Yahukimo Papua
Wajah Islam di Piala...
Wajah Islam di Piala Dunia: Ketika Timnas Maroko Berdakwah Lewat Akhlak
Berita Terkini
Purbaya Beberkan Penyebab...
Purbaya Beberkan Penyebab Neraca Perdagangan Mei 2026 Defisit
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat ke 5.709 Pagi Ini, Mayoritas Sektor Bergerak Positif
Aset Kripto Rp18 Triliun...
Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru
Prabowo Pangkas 1.000...
Prabowo Pangkas 1.000 BUMN Menjadi 250, Bagaimana Nasib Karyawan?
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Infografis
10 Film dan Acara TV...
10 Film dan Acara TV yang Meramalkan Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved