Transformasi SPSL Dorong Integrasi Layanan dan Ekspansi Bisnis
Senin, 13 April 2026 - 21:51 WIB
loading...
PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) mencatat penguatan kinerja operasional sepanjang tahun buku 2025 melalui peningkatan di sejumlah lini usaha. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) mencatat penguatan kinerja operasional sepanjang tahun buku 2025 melalui peningkatan di sejumlah lini usaha. Capaian ini menjadi fondasi penting dalam mempercepat transformasi perusahaan sebagai penyedia layanan terintegrasi di ekosistem kepelabuhanan.
"Upaya perbaikan yang dilakukan secara bertahap ini akan menjadi pijakan penting bagi kami dalam melanjutkan transformasi perusahaan ke depan," ujar Direktur Utama Pelindo Sinergi Lokaseva Joko Noerhudha seperti dikutip, Senin (13/4/2026).
Baca Juga: Pacu Daya Saing, Pelindo Sinergi Lokaseva Jaring 126 Ide Inovasi Pekerja
Ia menjelaskan, peningkatan kinerja tersebut merupakan hasil penguatan fundamental operasional yang berfokus pada standarisasi dan konsistensi kualitas layanan. Perusahaan juga memastikan sinergi antar lini usaha berjalan optimal untuk menghadirkan solusi yang efisien dan bernilai tambah bagi pengguna jasa.
Pada 2025, lini bisnis layanan pendukung pelabuhan yang meliputi lapangan penumpukan, pergudangan, dan freight forwarding mencatat pertumbuhan 6,1% dibandingkan tahun sebelumnya, terutama di wilayah Pontianak, Surabaya, dan Ambon.
Sebagai bagian dari ekspansi layanan, perusahaan juga membuka kantor perwakilan layanan multimoda di kawasan Belawan–Sei Mangkei–Kuala Tanjung, Sumatera Utara. Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan industri sekaligus memperluas potensi pasar di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei.
Di sisi pengembangan wilayah, Jalan Tol Cibitung–Cilincing (JTCC) mencatat volume lalu lintas sebanyak 12.988.557 kendaraan hingga akhir 2025, meningkat 9,31% secara tahunan. Perusahaan tengah mendorong integrasi tarif guna meningkatkan daya saing jalur logistik tersebut.
"Kami tengah mendorong integrasi tarif di JTCC agar lebih kompetitif dibandingkan ruas jalan tol lainnya. Dengan tarif yang efisien dan akses yang semakin lancar, kami yakin JTCC akan menjadi pilihan utama kendaraan angkutan logistik dari dan ke pelabuhan," kata Joko.
Baca Juga: Pelindo Sinergi Lokaseva Fasilitasi Mudik Gratis Jakarta-Solo
Selain itu, kinerja sektor properti juga menunjukkan tren positif dengan peningkatan okupansi Gedung Pelindo Tower sebesar 3,28% secara tahunan, mencerminkan meningkatnya kepercayaan tenant terhadap layanan perusahaan.
Kinerja positif ini sejalan dengan transformasi identitas perusahaan dari PT Pelindo Solusi Logistik menjadi PT Pelindo Sinergi Lokaseva, guna mempertegas fokus pada layanan pendukung pelabuhan dan pengembangan kawasan hinterland. Perusahaan optimistis penguatan strategi dan inovasi bisnis akan terus mendorong kontribusi terhadap pertumbuhan ekosistem kepelabuhanan dan perekonomian nasional.
"Upaya perbaikan yang dilakukan secara bertahap ini akan menjadi pijakan penting bagi kami dalam melanjutkan transformasi perusahaan ke depan," ujar Direktur Utama Pelindo Sinergi Lokaseva Joko Noerhudha seperti dikutip, Senin (13/4/2026).
Baca Juga: Pacu Daya Saing, Pelindo Sinergi Lokaseva Jaring 126 Ide Inovasi Pekerja
Ia menjelaskan, peningkatan kinerja tersebut merupakan hasil penguatan fundamental operasional yang berfokus pada standarisasi dan konsistensi kualitas layanan. Perusahaan juga memastikan sinergi antar lini usaha berjalan optimal untuk menghadirkan solusi yang efisien dan bernilai tambah bagi pengguna jasa.
Pada 2025, lini bisnis layanan pendukung pelabuhan yang meliputi lapangan penumpukan, pergudangan, dan freight forwarding mencatat pertumbuhan 6,1% dibandingkan tahun sebelumnya, terutama di wilayah Pontianak, Surabaya, dan Ambon.
Sebagai bagian dari ekspansi layanan, perusahaan juga membuka kantor perwakilan layanan multimoda di kawasan Belawan–Sei Mangkei–Kuala Tanjung, Sumatera Utara. Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan industri sekaligus memperluas potensi pasar di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei.
Di sisi pengembangan wilayah, Jalan Tol Cibitung–Cilincing (JTCC) mencatat volume lalu lintas sebanyak 12.988.557 kendaraan hingga akhir 2025, meningkat 9,31% secara tahunan. Perusahaan tengah mendorong integrasi tarif guna meningkatkan daya saing jalur logistik tersebut.
"Kami tengah mendorong integrasi tarif di JTCC agar lebih kompetitif dibandingkan ruas jalan tol lainnya. Dengan tarif yang efisien dan akses yang semakin lancar, kami yakin JTCC akan menjadi pilihan utama kendaraan angkutan logistik dari dan ke pelabuhan," kata Joko.
Baca Juga: Pelindo Sinergi Lokaseva Fasilitasi Mudik Gratis Jakarta-Solo
Selain itu, kinerja sektor properti juga menunjukkan tren positif dengan peningkatan okupansi Gedung Pelindo Tower sebesar 3,28% secara tahunan, mencerminkan meningkatnya kepercayaan tenant terhadap layanan perusahaan.
Kinerja positif ini sejalan dengan transformasi identitas perusahaan dari PT Pelindo Solusi Logistik menjadi PT Pelindo Sinergi Lokaseva, guna mempertegas fokus pada layanan pendukung pelabuhan dan pengembangan kawasan hinterland. Perusahaan optimistis penguatan strategi dan inovasi bisnis akan terus mendorong kontribusi terhadap pertumbuhan ekosistem kepelabuhanan dan perekonomian nasional.
(nng)
Lihat Juga :