Momen Hari Kartini, Pertamina Perkuat Fondasi Ribuan Wirausaha Perempuan
Rabu, 22 April 2026 - 08:16 WIB
loading...
PT Pertamina memperkuat fondasi ribuan wirausaha perempuan melalui program PFpreneur 2026 dalam momentum peringatan Hari Kartini. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina memperkuat fondasi ribuan wirausaha perempuan melalui program PFpreneur 2026 dalam momentum peringatan Hari Kartini. Sebanyak 3.489 pelaku usaha perempuan mengikuti tahap pra-kurasi setelah lolos seleksi administrasi dari total 8.196 pendaftar di seluruh Indonesia.
"Wirausaha perempuan adalah sosok Kartini yang berperan penting dalam menggerakkan ekonomi Indonesia. Program ini menjadi fondasi sebelum mereka masuk ke pembinaan lanjutan," ujar Manager SMEPP Pertamina, Fety, dalam keterangan pers, Rabu (22/4/2026).
Baca Juga: Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM di Kuartal I-2026
Fety mengatakan, program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas dasar wirausaha perempuan agar mampu naik kelas. Tahap pra-kurasi merupakan bagian awal dari empat tahapan dalam program PFpreneur, yakni pra-kurasi, kurasi pertama, kurasi kedua, dan kurasi final.
Peserta mendapatkan pembelajaran melalui platform digital PFseries yang mencakup penguatan mindset kewirausahaan, analisis pasar, pengelolaan keuangan, hingga strategi pemasaran dan digitalisasi usaha.
Program ini diinisiasi oleh Pertamina Foundation sejak 2020 dan telah membina lebih dari 6.300 UMKM perempuan dari berbagai sektor, seperti kuliner, fesyen, kerajinan, dan agribisnis. PFpreneur menjadi pintu awal bagi pelaku usaha untuk masuk ke program lanjutan seperti UMK Academy hingga UMK Go Global.
Salah satu peserta, Rifera dari Sumatera Selatan, berhasil mengembangkan usaha eco-fashion berbahan kulit kayu dan serat alami. Dari usaha rumahan, produknya kini tampil dalam pameran produk unggulan daerah dan menarik perhatian pasar yang lebih luas.
Baca Juga: UMKM Binaan Pertamina Tembus Pasar Premium di INACRAFT 2026
Kisah sukses juga datang dari Sofyani Mirah, pendiri UMKM Bananania asal Yogyakarta. Setelah mengikuti PFpreneur, ia berhasil menembus pasar internasional melalui Trade Expo Indonesia dan menjalin kerja sama dengan pembeli dari China dan Kanada.
Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menegaskan PFpreneur bukan sekadar program pelatihan, melainkan ekosistem pemberdayaan perempuan. Program ini diharapkan mampu menciptakan wirausaha mandiri yang tidak hanya mengembangkan usaha, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Selain memperkuat UMKM, PFpreneur juga mendukung agenda pembangunan nasional, termasuk peningkatan kewirausahaan serta pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada aspek kesetaraan gender dan pertumbuhan ekonomi. Pertamina terus mendorong semakin banyak perempuan Indonesia yang mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan dan berdaya saing, sekaligus menjadi penggerak ekonomi di daerah masing-masing.
"Wirausaha perempuan adalah sosok Kartini yang berperan penting dalam menggerakkan ekonomi Indonesia. Program ini menjadi fondasi sebelum mereka masuk ke pembinaan lanjutan," ujar Manager SMEPP Pertamina, Fety, dalam keterangan pers, Rabu (22/4/2026).
Baca Juga: Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM di Kuartal I-2026
Fety mengatakan, program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas dasar wirausaha perempuan agar mampu naik kelas. Tahap pra-kurasi merupakan bagian awal dari empat tahapan dalam program PFpreneur, yakni pra-kurasi, kurasi pertama, kurasi kedua, dan kurasi final.
Peserta mendapatkan pembelajaran melalui platform digital PFseries yang mencakup penguatan mindset kewirausahaan, analisis pasar, pengelolaan keuangan, hingga strategi pemasaran dan digitalisasi usaha.
Program ini diinisiasi oleh Pertamina Foundation sejak 2020 dan telah membina lebih dari 6.300 UMKM perempuan dari berbagai sektor, seperti kuliner, fesyen, kerajinan, dan agribisnis. PFpreneur menjadi pintu awal bagi pelaku usaha untuk masuk ke program lanjutan seperti UMK Academy hingga UMK Go Global.
Salah satu peserta, Rifera dari Sumatera Selatan, berhasil mengembangkan usaha eco-fashion berbahan kulit kayu dan serat alami. Dari usaha rumahan, produknya kini tampil dalam pameran produk unggulan daerah dan menarik perhatian pasar yang lebih luas.
Baca Juga: UMKM Binaan Pertamina Tembus Pasar Premium di INACRAFT 2026
Kisah sukses juga datang dari Sofyani Mirah, pendiri UMKM Bananania asal Yogyakarta. Setelah mengikuti PFpreneur, ia berhasil menembus pasar internasional melalui Trade Expo Indonesia dan menjalin kerja sama dengan pembeli dari China dan Kanada.
Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menegaskan PFpreneur bukan sekadar program pelatihan, melainkan ekosistem pemberdayaan perempuan. Program ini diharapkan mampu menciptakan wirausaha mandiri yang tidak hanya mengembangkan usaha, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Selain memperkuat UMKM, PFpreneur juga mendukung agenda pembangunan nasional, termasuk peningkatan kewirausahaan serta pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada aspek kesetaraan gender dan pertumbuhan ekonomi. Pertamina terus mendorong semakin banyak perempuan Indonesia yang mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan dan berdaya saing, sekaligus menjadi penggerak ekonomi di daerah masing-masing.
(nng)
Lihat Juga :