PLN EPI Gandeng Green Marte Olah Sampah Jadi Energi
Rabu, 22 April 2026 - 21:23 WIB
loading...
Penandatanganan nota kesepahaman terkait pengembangan dan pengelolaan bioenergi dalam mendukung transisi energi dan pencapaian target Net Zero Emission. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menjalin kerja sama dengan PT Green Marte International dalam pengembangan pengolahan sampah menjadi energi alternatif. Kolaborasi yang berlangsung di Jakarta ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pemanfaatan ekonomi sirkular berbasis limbah.
Melalui kerja sama ini, PLN EPI dan Green Marte akan mengembangkan pemanfaatan municipal waste dan limbah agro menjadi bahan bakar alternatif seperti biochar dan syngas. PLN EPI menilai pengolahan limbah menjadi biomassa dan biochar dapat menjadi solusi ganda yakni mengurangi beban lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan, Indonesia memiliki potensi biomassa yang sangat besar dari limbah agro dan sampah nasional yang dapat dioptimalkan sebagai sumber energi alternatif. Saat ini, kata dia, serapan biomassa oleh PLN baru sekitar 2,5 juta ton per tahun atau setara 2,5% dari potensi yang ada.
"Limbah agro di Indonesia diperkirakan mencapai 80 juta ton per tahun, dengan sekitar 60 juta ton di antaranya belum termanfaatkan secara optimal. Jika digabungkan dengan sampah nasional, total potensi bahan baku energi alternatif bisa melampaui 100 juta ton per tahun. Ini potensi yang sangat besar, tapi belum dimanfaatkan," ujar Hokkop dalam keterangannya, Rabu (22/4/2026).
Baca Juga: PLN EPI Gandeng Kalimantan Powerindo Perkuat Rantai Pasok Bioenergi
Hokkop menegaskan, pengembangan biomassa perlu didukung oleh model bisnis yang kuat agar mampu berjalan secara berkelanjutan dan memberikan nilai ekonomi. Pengembangan energi biomassa menurutnya harus terintegrasi antara teknologi dan model bisnis yang feasible, sehingga mampu memberikan manfaat optimal bagi sistem energi nasional.
Direktur Utama Green Marte International Teddy Sujarwanto, menyampaikan bahwa pengolahan sampah menjadi energi merupakan solusi strategis yang tidak hanya menghadirkan sumber energi alternatif, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan. "Pemanfaatan sampah sebagai energi menghadirkan peluang besar karena ketersediaannya yang berkelanjutan, sekaligus menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas lingkungan," ujarnya.
Baca Juga: PLN EPI Perkuat Koordinasi Pengadaan Batu Bara untuk Keandalan Pasokan Listrik
Salah satu fokus utama kolaborasi ini adalah pengembangan biochar sebagai substitusi batu bara untuk mendukung program cofiring di PLTU. Melalui proses karbonisasi, biomassa diolah menjadi bahan bakar yang lebih stabil, memiliki nilai kalor tinggi, dan siap dimanfaatkan dalam sistem pembangkit. Kerja sama ini juga mencakup pengembangan biomass hub, riset teknologi pengolahan limbah menjadi energi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia kedua belah pihak.
PLN EPI menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan langkah awal untuk menguji kesesuaian teknologi dan model bisnis sebelum masuk ke tahap implementasi lebih luas. Perusahaan juga menargetkan transformasi peran dari sekadar penyedia energi menjadi integrator rantai pasok energi primer yang lebih bersih, sejalan dengan target net zero emission.
Melalui kerja sama ini, PLN EPI dan Green Marte akan mengembangkan pemanfaatan municipal waste dan limbah agro menjadi bahan bakar alternatif seperti biochar dan syngas. PLN EPI menilai pengolahan limbah menjadi biomassa dan biochar dapat menjadi solusi ganda yakni mengurangi beban lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan, Indonesia memiliki potensi biomassa yang sangat besar dari limbah agro dan sampah nasional yang dapat dioptimalkan sebagai sumber energi alternatif. Saat ini, kata dia, serapan biomassa oleh PLN baru sekitar 2,5 juta ton per tahun atau setara 2,5% dari potensi yang ada.
"Limbah agro di Indonesia diperkirakan mencapai 80 juta ton per tahun, dengan sekitar 60 juta ton di antaranya belum termanfaatkan secara optimal. Jika digabungkan dengan sampah nasional, total potensi bahan baku energi alternatif bisa melampaui 100 juta ton per tahun. Ini potensi yang sangat besar, tapi belum dimanfaatkan," ujar Hokkop dalam keterangannya, Rabu (22/4/2026).
Baca Juga: PLN EPI Gandeng Kalimantan Powerindo Perkuat Rantai Pasok Bioenergi
Hokkop menegaskan, pengembangan biomassa perlu didukung oleh model bisnis yang kuat agar mampu berjalan secara berkelanjutan dan memberikan nilai ekonomi. Pengembangan energi biomassa menurutnya harus terintegrasi antara teknologi dan model bisnis yang feasible, sehingga mampu memberikan manfaat optimal bagi sistem energi nasional.
Direktur Utama Green Marte International Teddy Sujarwanto, menyampaikan bahwa pengolahan sampah menjadi energi merupakan solusi strategis yang tidak hanya menghadirkan sumber energi alternatif, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan. "Pemanfaatan sampah sebagai energi menghadirkan peluang besar karena ketersediaannya yang berkelanjutan, sekaligus menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas lingkungan," ujarnya.
Baca Juga: PLN EPI Perkuat Koordinasi Pengadaan Batu Bara untuk Keandalan Pasokan Listrik
Salah satu fokus utama kolaborasi ini adalah pengembangan biochar sebagai substitusi batu bara untuk mendukung program cofiring di PLTU. Melalui proses karbonisasi, biomassa diolah menjadi bahan bakar yang lebih stabil, memiliki nilai kalor tinggi, dan siap dimanfaatkan dalam sistem pembangkit. Kerja sama ini juga mencakup pengembangan biomass hub, riset teknologi pengolahan limbah menjadi energi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia kedua belah pihak.
PLN EPI menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan langkah awal untuk menguji kesesuaian teknologi dan model bisnis sebelum masuk ke tahap implementasi lebih luas. Perusahaan juga menargetkan transformasi peran dari sekadar penyedia energi menjadi integrator rantai pasok energi primer yang lebih bersih, sejalan dengan target net zero emission.
(nng)
Lihat Juga :