Viro Transformasi ke Konstruksi Modular, Bidik Pasar Resort Tropis
Minggu, 26 April 2026 - 09:21 WIB
loading...
Viro resmi memperkenalkan ViroFab, sistem bangunan modular premium, dalam ajang ARCH:ID 2026 yang digelar di ICE BSD City pada 23–26 April 2026. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Viro resmi memperkenalkan ViroFab, sistem bangunan modular premium, dalam ajang ARCH:ID 2026 yang digelar di ICE BSD City pada 23–26 April 2026. Peluncuran ini menandai transformasi bisnis perusahaan dari penyedia material bangunan khusus menjadi pemain di sektor konstruksi modular modern yang menyasar pasar resort tropis.
"ViroFab adalah langkah logis berikutnya bagi kami. Setelah puluhan tahun membangun keahlian di material konstruksi, kini kami membawa disiplin tersebut ke dalam sistem prefabricated modular building yang lebih terintegrasi," ujar Executive Vice President PT Polymindo Permata, Johan Yang seperti dikutip, Minggu (25/4/2026).
Baca Juga: Proyek Giant Sea Wall Dibangun Bertahap, Dimulai dari Pantura
Viro menghadirkan TenuNyaman sebagai proyek perdana yang menjadi representasi nyata implementasi ViroFab. Produk ini masuk dalam lini Virocroft, yakni kategori bungalow mewah yang dirancang khusus untuk kebutuhan resort dan properti hospitality di kawasan tropis.
Virocroft menawarkan hunian dengan luas hingga 200 meter persegi yang dirancang untuk lokasi wisata seperti Labuan Bajo, Sumba, dan Lombok. Produk ini menjadi bagian awal dari roadmap ViroFab, yang selanjutnya akan menghadirkan Viroalta untuk vila dua lantai serta Virolux untuk hunian utama berkelas premium.
Menurut Johan, TenuNyaman tidak hanya berupa konsep atau unit pameran, melainkan teknologi modular yang mampu menghadirkan bangunan dengan kualitas tinggi, desain eksklusif, dan presisi konstruksi. Proyek ini dikembangkan bersama Grain and Green dengan pendekatan integrasi arsitektur dan interior secara menyeluruh.
Baca Juga: Krisis Nafta Landa Jepang, Sektor Konstruksi dan Manufaktur Mulai Lumpuh
Pengembangan ViroFab juga melibatkan kolaborasi lintas industri dengan sejumlah mitra strategis seperti Häfele, Tritunggal Prima, Aica, Kohler, dan Indospace. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat ekosistem konstruksi modern yang lebih terintegrasi dan efisien di Indonesia.
ViroFab mengusung tiga keunggulan utama, yakni kepastian kualitas melalui produksi berbasis pabrik dengan standar internasional, kepastian biaya tanpa potensi pembengkakan anggaran, serta kepastian waktu dengan proses konstruksi yang lebih cepat karena sebagian besar pekerjaan dilakukan secara prefabrikasi.
Adapun sistem ini menggunakan struktur baja ringan galvanis yang tahan terhadap korosi dan gempa, serta dirancang sesuai dengan karakteristik iklim tropis. Lewat inovasi ini, Viro menargetkan dapat menghadirkan solusi konstruksi modern yang efisien sekaligus tetap menjaga kualitas dan estetika bangunan, khususnya untuk pasar resort dan properti premium.
"ViroFab adalah langkah logis berikutnya bagi kami. Setelah puluhan tahun membangun keahlian di material konstruksi, kini kami membawa disiplin tersebut ke dalam sistem prefabricated modular building yang lebih terintegrasi," ujar Executive Vice President PT Polymindo Permata, Johan Yang seperti dikutip, Minggu (25/4/2026).
Baca Juga: Proyek Giant Sea Wall Dibangun Bertahap, Dimulai dari Pantura
Viro menghadirkan TenuNyaman sebagai proyek perdana yang menjadi representasi nyata implementasi ViroFab. Produk ini masuk dalam lini Virocroft, yakni kategori bungalow mewah yang dirancang khusus untuk kebutuhan resort dan properti hospitality di kawasan tropis.
Virocroft menawarkan hunian dengan luas hingga 200 meter persegi yang dirancang untuk lokasi wisata seperti Labuan Bajo, Sumba, dan Lombok. Produk ini menjadi bagian awal dari roadmap ViroFab, yang selanjutnya akan menghadirkan Viroalta untuk vila dua lantai serta Virolux untuk hunian utama berkelas premium.
Menurut Johan, TenuNyaman tidak hanya berupa konsep atau unit pameran, melainkan teknologi modular yang mampu menghadirkan bangunan dengan kualitas tinggi, desain eksklusif, dan presisi konstruksi. Proyek ini dikembangkan bersama Grain and Green dengan pendekatan integrasi arsitektur dan interior secara menyeluruh.
Baca Juga: Krisis Nafta Landa Jepang, Sektor Konstruksi dan Manufaktur Mulai Lumpuh
Pengembangan ViroFab juga melibatkan kolaborasi lintas industri dengan sejumlah mitra strategis seperti Häfele, Tritunggal Prima, Aica, Kohler, dan Indospace. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat ekosistem konstruksi modern yang lebih terintegrasi dan efisien di Indonesia.
ViroFab mengusung tiga keunggulan utama, yakni kepastian kualitas melalui produksi berbasis pabrik dengan standar internasional, kepastian biaya tanpa potensi pembengkakan anggaran, serta kepastian waktu dengan proses konstruksi yang lebih cepat karena sebagian besar pekerjaan dilakukan secara prefabrikasi.
Adapun sistem ini menggunakan struktur baja ringan galvanis yang tahan terhadap korosi dan gempa, serta dirancang sesuai dengan karakteristik iklim tropis. Lewat inovasi ini, Viro menargetkan dapat menghadirkan solusi konstruksi modern yang efisien sekaligus tetap menjaga kualitas dan estetika bangunan, khususnya untuk pasar resort dan properti premium.
(nng)
Lihat Juga :