Kalimantan Selatan Jaga Stabilitas Pangan di Tengah Tekanan Inflasi
Rabu, 29 April 2026 - 17:05 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintah daerah terus mendorong hilirisasi dan diversifikasi pangan guna meningkatkan nilai tambah. Pengembangan beras premium, beras analog berbahan singkong, hingga komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat ekonomi petani sekaligus menjaga stabilitas harga.
Baca Juga: Penasihat Ahli Kapolri: Gerakan Pangan Murah Polda Kalsel Bantu Masyarakat Jelang Lebaran
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, menegaskan bahwa hilirisasi diarahkan agar hasil pertanian tidak hanya berhenti di produksi. "Kita dorong agar hasil pertanian tidak berhenti di produksi, tetapi memberi nilai tambah bagi petani," ujarnya.
Selain itu, penguatan lumbung pangan masyarakat juga menjadi strategi penting dalam menjaga stabilitas pasokan. Hingga kini, ratusan unit lumbung pangan telah difokuskan pada pengelolaan cadangan dan distribusi untuk meredam gejolak harga di tingkat lokal.
Adapun tantangan seperti fluktuasi harga global, perubahan iklim, dan keterbatasan infrastruktur masih perlu diantisipasi. Pemerintah daerah menargetkan penguatan sistem pangan berbasis data dan digitalisasi agar kebijakan lebih tepat sasaran dan ketahanan pangan tetap berkelanjutan.
Baca Juga: Penasihat Ahli Kapolri: Gerakan Pangan Murah Polda Kalsel Bantu Masyarakat Jelang Lebaran
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, menegaskan bahwa hilirisasi diarahkan agar hasil pertanian tidak hanya berhenti di produksi. "Kita dorong agar hasil pertanian tidak berhenti di produksi, tetapi memberi nilai tambah bagi petani," ujarnya.
Selain itu, penguatan lumbung pangan masyarakat juga menjadi strategi penting dalam menjaga stabilitas pasokan. Hingga kini, ratusan unit lumbung pangan telah difokuskan pada pengelolaan cadangan dan distribusi untuk meredam gejolak harga di tingkat lokal.
Adapun tantangan seperti fluktuasi harga global, perubahan iklim, dan keterbatasan infrastruktur masih perlu diantisipasi. Pemerintah daerah menargetkan penguatan sistem pangan berbasis data dan digitalisasi agar kebijakan lebih tepat sasaran dan ketahanan pangan tetap berkelanjutan.
(nng)
Lihat Juga :