Dari Konsumen ke Produsen, RI Didorong Kuasai Teknologi Kebencanaan
Kamis, 30 April 2026 - 18:47 WIB
loading...
A
A
A
Ia menambahkan bahwa penguatan sistem peringatan dini, kesiapsiagaan daerah, serta peningkatan kapasitas masyarakat merupakan langkah strategis dalam membangun ketangguhan nasional.
Sementara itu, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard menegaskan, bahwa isu kebencanaan harus menjadi bagian utama dalam proses perencanaan pembangunan. “Pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan ketahanan terhadap risiko bencana,” ujarnya.
Febrian juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam menyusun strategi penanggulangan bencana yang komprehensif dan berkelanjutan. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Operasional ADEXCO, Andrian W. Cader, menyoroti pentingnya transformasi Indonesia dari sekadar pengguna menjadi produsen teknologi kebencanaan.
“Kita tidak bisa terus berada dalam posisi sebagai pengguna teknologi. Indonesia harus naik kelas menjadi produsen, bahkan pemain utama dalam industri teknologi kebencanaan,” tegasnya.
Menurut Andrian, tantangan utama bukan terletak pada kurangnya inovasi, melainkan lemahnya konektivitas antar ekosistem. “Masalah kita bukan kekurangan ide atau teknologi, tetapi inovasi tidak terhubung dengan industri dan tidak masuk ke rantai produksi,” jelasnya.
Ia menggarisbawahi sejumlah agenda strategis, antara lain penyelarasan kebijakan dengan kebutuhan industri, percepatan hilirisasi riset, serta penguatan ekosistem pembiayaan yang progresif, termasuk melalui insentif seperti super tax deduction dan peran pemerintah sebagai lead buyer.
Sementara itu, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard menegaskan, bahwa isu kebencanaan harus menjadi bagian utama dalam proses perencanaan pembangunan. “Pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan ketahanan terhadap risiko bencana,” ujarnya.
Febrian juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam menyusun strategi penanggulangan bencana yang komprehensif dan berkelanjutan. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Operasional ADEXCO, Andrian W. Cader, menyoroti pentingnya transformasi Indonesia dari sekadar pengguna menjadi produsen teknologi kebencanaan.
“Kita tidak bisa terus berada dalam posisi sebagai pengguna teknologi. Indonesia harus naik kelas menjadi produsen, bahkan pemain utama dalam industri teknologi kebencanaan,” tegasnya.
Menurut Andrian, tantangan utama bukan terletak pada kurangnya inovasi, melainkan lemahnya konektivitas antar ekosistem. “Masalah kita bukan kekurangan ide atau teknologi, tetapi inovasi tidak terhubung dengan industri dan tidak masuk ke rantai produksi,” jelasnya.
Ia menggarisbawahi sejumlah agenda strategis, antara lain penyelarasan kebijakan dengan kebutuhan industri, percepatan hilirisasi riset, serta penguatan ekosistem pembiayaan yang progresif, termasuk melalui insentif seperti super tax deduction dan peran pemerintah sebagai lead buyer.
Lihat Juga :