Tips MotionTrade: Kenali Risiko Waran Terstruktur Sebelum Berinvestasi

Rabu, 06 Mei 2026 - 12:00 WIB
loading...
Tips MotionTrade: Kenali...
MotionTrade merangkum 4 risiko waran terstruktur yang perlu diketahui oleh investor. FOTO/MNC Media
A A A
JAKARTA - MNC Sekuritas merupakan perusahaan efek di bawah naungan MNC Group, yang saat ini mayoritas sahamnya dimiliki oleh PT MNC Kapital Indonesia Tbk. Bukan hanya menyediakan layanan investasi saham, MNC Sekuritas juga menyediakan beragam produk pasar modal yang dapat dijadikan sebagai alternatif investor untuk berinvestasi.

Waran Terstruktur merupakan salah satu produk investasi yang memberikan peluang keuntungan dari pergerakan harga aset acuan (underlying). Namun, seperti instrumen keuangan lainnya, produk ini juga memiliki sejumlah risiko yang perlu dipahami oleh investor sebelum bertransaksi. Pemahaman terhadap risiko ini penting agar keputusan investasi dapat dilakukan secara lebih bijak dan terukur.

MotionTrade telah merangkum 4 (empat) risiko waran terstruktur yang perlu diketahui oleh investor, yaitu:

1. Risiko Pasar

Salah satu risiko utama dalam Waran Terstruktur adalah risiko pasar. Investor biasanya membeli waran terstruktur tipe call jika memiliki ekspektasi bahwa pasar akan mengalami kenaikan (bullish), dan membeli waran terstruktur tipe put jika memperkirakan pasar akan turun (bearish). Namun, prediksi pergerakan pasar tidak selalu tepat. Jika arah pasar tidak sesuai dengan ekspektasi, maka Waran Terstruktur yang dimiliki dapat menjadi tidak bernilai atau berada dalam kondisi Out of The Money (OTM). Hal ini dapat menyebabkan kerugian bagi investor. Baca Juga: Buktikan Skill Trading Anda di MotionTrade Trading Competition

2. Time Decay

Waran Terstruktur memiliki batas waktu hingga jatuh tempo. Seiring berjalannya waktu, nilai waktu (time value) dari produk ini akan terus menurun. Semakin dekat waktu jatuh tempo, nilai time value akan semakin mendekati nol. Untuk itu, trading waran terstruktur tidak perlu menunggu sampai jatuh tempo.

3. Risiko Underlying

Kinerja Waran Terstruktur sangat bergantung pada pergerakan harga aset acuan atau underlying saham. Jika terjadi gangguan pada saham underlying, maka hal tersebut dapat berdampak langsung pada nilai Waran Terstruktur. Contohnya, apabila terjadi penghentian perdagangan (trading halt) pada saham underlying, maka aktivitas perdagangan Waran Terstruktur juga dapat terpengaruh, termasuk potensi kesulitan dalam melakukan transaksi. Baca Juga: Waktunya Unjuk Strategi! Adu ROI Tertinggi di MotionTrade dalam IDX Islamic Challenge 2026

4. Risiko Likuiditas

Meskipun Waran Terstruktur umumnya memiliki penyedia likuiditas, tetap terdapat kemungkinan terjadinya kondisi pasar yang kurang likuid. Hal ini dapat menyebabkan spread antara harga bid dan ask menjadi lebih lebar. Baca Juga:

Anda dapat mencoba peluang investasi di waran terstruktur sekaligus mengikuti program dari Bursa Efek Indonesia yaitu Investor Reward Program 2026 berhadiah lebih dari Rp250 juta. Semakin tinggi dan aktif transaksi, maka semakin besar kesempatan Anda untuk memenangkan reward dalam program ini. Informasi lebih lanjut mengenai Investor Reward Program 2026 dapat Anda kunjungi melalui bit.ly/idxirp2026
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
93 Proyek Hidrogen Siap...
93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun
Perusahaan Tiongkok...
Perusahaan Tiongkok Perkuat SDM Jaga Investasi di Indonesia
Prabowo Sindir Tamu...
Prabowo Sindir Tamu Tak Tahu Diri: Katanya Mau Dagang, Lama-lama Ngerampok
BP Batam Kawal Investasi...
BP Batam Kawal Investasi 88 Triliun AI Data Centre guna Transformasi Digital
Rekomendasi
Rumor Nintendo Switch...
Rumor Nintendo Switch 2: Remake Ocarina of Time dengan Kontroler Zelda Pro
10 Pemain Paling Mengecewakan...
10 Pemain Paling Mengecewakan di Piala Dunia 2026: Dari Ronaldo hingga Neymar Jr
Kejagung Periksa Febrie...
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah sebagai Saksi terkait Sprindik Baru Kasus TPPU, Kok Bisa?
Berita Terkini
Harga Emas Antam Anjlok...
Harga Emas Antam Anjlok Parah di Hari Jumat, Turun Tajam hingga Rp35 Ribu/Gram
Minat Makin Tinggi,...
Minat Makin Tinggi, Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di ICDX Tumbuh 338%
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Infografis
7 Negara Tertua di Dunia,...
7 Negara Tertua di Dunia, Lahir sebelum Dunia Punya Peta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved