Percepatan Implementasi 5G Jadi Kunci Daya Saing Ekonomi Digital
Rabu, 06 Mei 2026 - 14:07 WIB
loading...
A
A
A
Di Indonesia, pengembangan 5G dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar. Selain meningkatkan efisiensi dan produktivitas lintas sektor seperti manufaktur, logistik, dan energi, investasi teknologi ini diperkirakan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap produk domestik bruto nasional.
Seiring meningkatnya kebutuhan layanan digital serta adopsi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), kebutuhan akan jaringan yang cepat dan andal semakin mendesak. Hal ini mendorong pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur digital yang terintegrasi.
Baca Juga: Oppo Reno15 Series: Desain Aurora, Tahan Air IP69, Harga hingga Rp12,9 Juta
Head of Government & Industry Relations Ericsson Indonesia, Ronni Nurmal, menilai adopsi 5G dan AI di Indonesia masih berada pada tahap awal dibandingkan negara lain di kawasan. Namun, ia optimistis Indonesia memiliki peluang besar untuk mempercepat transformasi digital melalui kebijakan yang tepat dan kolaborasi lintas sektor.
Pemerintah saat ini tengah menyiapkan pelelangan spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz untuk mendukung pengembangan jaringan 5G. Keberhasilan implementasi teknologi ini dinilai sangat bergantung pada kepastian regulasi, ketersediaan spektrum, serta iklim investasi yang kondusif.
Seiring meningkatnya kebutuhan layanan digital serta adopsi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), kebutuhan akan jaringan yang cepat dan andal semakin mendesak. Hal ini mendorong pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur digital yang terintegrasi.
Baca Juga: Oppo Reno15 Series: Desain Aurora, Tahan Air IP69, Harga hingga Rp12,9 Juta
Head of Government & Industry Relations Ericsson Indonesia, Ronni Nurmal, menilai adopsi 5G dan AI di Indonesia masih berada pada tahap awal dibandingkan negara lain di kawasan. Namun, ia optimistis Indonesia memiliki peluang besar untuk mempercepat transformasi digital melalui kebijakan yang tepat dan kolaborasi lintas sektor.
Pemerintah saat ini tengah menyiapkan pelelangan spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz untuk mendukung pengembangan jaringan 5G. Keberhasilan implementasi teknologi ini dinilai sangat bergantung pada kepastian regulasi, ketersediaan spektrum, serta iklim investasi yang kondusif.
(nng)
Lihat Juga :