KAI Logistik dan Bogantara Jajaki Usaha Pengiriman Hewan Ternak

Minggu, 10 Mei 2026 - 18:37 WIB
loading...
KAI Logistik dan Bogantara...
KAI Logistik mulai menjajaki pengembangan bisnis pengiriman hewan ternak melalui kerja sama strategis dengan Bogantara. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - KAI Logistik mulai menjajaki pengembangan bisnis pengiriman hewan ternak melalui kerja sama strategis dengan PT Bogantara Indo Transport (Bogantara). Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah awal memperluas layanan logistik nasional berbasis moda kereta api.

"Sejalan dengan visi menjadi perusahaan total logistics solution, kami melalui layanan KALOG Plus berupaya menghadirkan solusi logistik yang mampu memenuhi kebutuhan pengiriman multikomoditas dalam jumlah besar, termasuk hasil bumi dan ternak," ujar Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan dalam keterangan tertulis, Minggu (10/5/2026).

Baca Juga: KAI Logistik Ekspansi Angkutan CPO, Target 200.000 Ton per Tahun

Kerja sama tersebut menjadi sinergi perdana KAI Logistik dalam pengembangan layanan distribusi komoditas pangan strategis dan hewan ternak yang selama ini belum banyak dilayani melalui transportasi kereta api. Langkah ini juga menjadi bagian dari transformasi perusahaan untuk memperluas portofolio layanan sesuai kebutuhan pasar sekaligus memperkuat rantai pasok sektor pangan dan peternakan nasional.



Pada tahap awal, penjajakan bisnis akan difokuskan pada pengiriman sapi dari Banyuwangi, Jawa Timur menuju Jakarta. Operasional direncanakan menggunakan jalur Stasiun Ketapang menuju Stasiun Jakarta Gudang sebagai rute distribusi utama.

Yuskal mengatakan penggunaan moda kereta api dinilai memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan angkutan darat lainnya. Dalam satu rangkaian perjalanan, kereta api diperkirakan mampu mengangkut sedikitnya 280 ekor sapi dengan kapasitas 14 hingga 18 ekor per gerbong.

Baca Juga: KAI Logistik Angkut 5.740 Ton Barang Selama Ramadan–Lebaran

Selain kapasitas besar, layanan ini juga menawarkan efisiensi waktu pengiriman. Estimasi perjalanan hanya sekitar 26 jam, lebih singkat dibandingkan moda darat yang kerap terkendala kondisi lalu lintas dan cuaca. Yuskan mengatakan pengembangan distribusi hewan ternak melalui kereta api sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Durasi perjalanan yang lebih singkat menjadi faktor penting bagi kesejahteraan hewan karena mampu menjaga kondisi ternak tetap stabil, minim stres, dan sehat hingga tiba di lokasi tujuan," ujar Yuskal.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Solusi Logistik Modern:...
Solusi Logistik Modern: Kunci Sukses Bisnis Tekan Biaya dan Efisiensi Operasional
Dominasi Pasar SBN,...
Dominasi Pasar SBN, BCA Diapresiasi sebagai Mitra Distribusi Ritel Terbaik
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Distribusi LPG lewat STS Kalbut
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Apresiasi Bareskrim Polri Tegakkan Hukum Penyelewengan BBM dan LPG Subsidi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan Keandalan Sarfas Jaga Distribusi Energi
Dukung Distribusi BBM...
Dukung Distribusi BBM Lebaran, Elnusa Petrofin Siagakan 7.567 Awak Mobil Tangki
Perbedaan Hewan Dam...
Perbedaan Hewan Dam Haji dan Kurban, Simak Penjelasannya di Sini!
Inkoppas: Isu Kenaikan...
Inkoppas: Isu Kenaikan Harga Solar Berpotensi Ganggu Distribusi Bahan Pangan
Lirabica: Hewan Ternak...
Lirabica: Hewan Ternak Terpapar Radiasi di Cikande Harus Diobati, Bukan Dimusnahkan
Rekomendasi
Ini Menu Sarapan Terbaik...
Ini Menu Sarapan Terbaik sebelum Olahraga, Pisang dan Ubi Cilembu Juaranya
KPK Tahan Wamen Imipas...
KPK Tahan Wamen Imipas Silmy Karim dan Eks Plt Dirjen Imigrasi Saffar Godam
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
Berita Terkini
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp15.000 per Gram, Serok atau Jual?
PINDEX 2026 Dibuka,...
PINDEX 2026 Dibuka, Pertamina Patra Niaga Tampilkan Inovasi Engineering Energi Hilir
Rupiah Jebol Tembus...
Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
IHSG Rontok Lagi Hari...
IHSG Rontok Lagi Hari Ini, Tak Lama Pembukaan Anjlok 1,25% ke 5.866
IHSG Nyungsep, Purbaya...
IHSG Nyungsep, Purbaya Tuding Rumor Downgrade S&P Jadi Biang Kerok
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved