Menpar Widiyanti Pamer Sumbangan Sektor Pariwisata ke Pertumbuhan Ekonomi, Sebesar Apa?
Senin, 11 Mei 2026 - 08:31 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Profil Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Terkaya Prabowo Berharta Rp5,4 Triliun
Kendati demikian, arus kunjungan wisatawan asing baik pada Maret 2026 maupun akumulasi kuartal pertama masih lebih besar dibandingkan perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri jika dibandingkan dengan periode serupa di 2025.
Tercatat surplus 0,30 juta kunjungan pada Maret 2026, dan surplus 0,94 juta kunjungan untuk periode Januari–Maret 2026. Situasi ini memberikan kontribusi positif terhadap net devisa sektor pariwisata Indonesia.
Secara makro, ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026 tumbuh solid sebesar 5,61% (year-on-year). Momentum ini ditopang oleh kinerja lapangan usaha pendukung pariwisata, yakni sektor akomodasi serta makan minum yang tumbuh 13,14% (kontribusi Rp172,7 triliun).
Jasa lainnya yang tumbuh 9,91% (kontribusi Rp136,4 triliun), sektor transportasi dan pergudangan yang tumbuh 8,04% (kontribusi Rp378,3 triliun), serta jasa perusahaan yang mencatatkan pertumbuhan 4,91% (kontribusi Rp122 triliun).
"Capaian pada Triwulan I ini menjadi bukti ketangguhan industri pariwisata kita serta tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap destinasi wisata di Indonesia. Hal ini sejalan dengan tren pertumbuhan ekonomi nasional," tukas Menpar Widiyanti.
Kendati demikian, arus kunjungan wisatawan asing baik pada Maret 2026 maupun akumulasi kuartal pertama masih lebih besar dibandingkan perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri jika dibandingkan dengan periode serupa di 2025.
Tercatat surplus 0,30 juta kunjungan pada Maret 2026, dan surplus 0,94 juta kunjungan untuk periode Januari–Maret 2026. Situasi ini memberikan kontribusi positif terhadap net devisa sektor pariwisata Indonesia.
Secara makro, ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026 tumbuh solid sebesar 5,61% (year-on-year). Momentum ini ditopang oleh kinerja lapangan usaha pendukung pariwisata, yakni sektor akomodasi serta makan minum yang tumbuh 13,14% (kontribusi Rp172,7 triliun).
Jasa lainnya yang tumbuh 9,91% (kontribusi Rp136,4 triliun), sektor transportasi dan pergudangan yang tumbuh 8,04% (kontribusi Rp378,3 triliun), serta jasa perusahaan yang mencatatkan pertumbuhan 4,91% (kontribusi Rp122 triliun).
"Capaian pada Triwulan I ini menjadi bukti ketangguhan industri pariwisata kita serta tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap destinasi wisata di Indonesia. Hal ini sejalan dengan tren pertumbuhan ekonomi nasional," tukas Menpar Widiyanti.
(akr)
Lihat Juga :