Apa Itu MSCI? Mengapa Pengumumannya Bisa Mempengaruhi Pasar Saham Indonesia
Selasa, 12 Mei 2026 - 15:34 WIB
loading...
A
A
A
Mereka memberi batas waktu sampai Mei 2026 kepada otoritas Indonesia untuk memperbaiki data dan tata kelola pasar supaya bisa mempertahankan posisi Indonesia dalam indeks emerging markets. Pesannya terkesan layaknya ancaman, jika perbaikan tata kelola dan transparansi tidak terpenuhi sebelum batas waktu yang ditentukan, maka MSCI bisa menurunkan bobot pasar saham Indonesia dari emerging markets menjadi frontier market.
Artinya bila benar terjadi, pasar saham Indonesia sebuah bursa saham yang memiliki kapitalisasi pasar yang lebih kecil, likuiditas rendah, dan tingkat risiko lebih tinggi.
Pada awal pengumuman MSCI, langsung memicu arus keluar modal asing yang cukup deras, dua kali perdagangan bursa mengalami trading halt. Data bursa menunjukkan bahwa dalam sell-off dua hari tajam setelah pengumuman MSCI, investor asing menjual sekitar USD645 juta (sekitar Rp9,8 triliun) nilai saham Indonesia. Rupiah juga sempat melemah signifikan karena tekanan pasar dan kekhawatiran investor global.
Sebagai sebuah worst-case scenario, Goldman Sach memproyeksikan jika Indonesia benar-benar di downgrade menjadi frontier market maka dana pasif yang akan keluar dari bursa Indonesia sekitar US$7,8 miliar (atau sekitar Rp130-140 triliun).
Kini memasuki bulan Mei 2026, pasar menanti pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI), terkait hasil peninjauan dan penyesuaian komposisi indeksnya.
Artinya bila benar terjadi, pasar saham Indonesia sebuah bursa saham yang memiliki kapitalisasi pasar yang lebih kecil, likuiditas rendah, dan tingkat risiko lebih tinggi.
Pada awal pengumuman MSCI, langsung memicu arus keluar modal asing yang cukup deras, dua kali perdagangan bursa mengalami trading halt. Data bursa menunjukkan bahwa dalam sell-off dua hari tajam setelah pengumuman MSCI, investor asing menjual sekitar USD645 juta (sekitar Rp9,8 triliun) nilai saham Indonesia. Rupiah juga sempat melemah signifikan karena tekanan pasar dan kekhawatiran investor global.
Sebagai sebuah worst-case scenario, Goldman Sach memproyeksikan jika Indonesia benar-benar di downgrade menjadi frontier market maka dana pasif yang akan keluar dari bursa Indonesia sekitar US$7,8 miliar (atau sekitar Rp130-140 triliun).
Kini memasuki bulan Mei 2026, pasar menanti pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI), terkait hasil peninjauan dan penyesuaian komposisi indeksnya.
(akr)
Lihat Juga :