PLN EPI Tanam 2.500 Cemara Udang untuk Lindungi Pesisir Lombok

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:36 WIB
loading...
PLN EPI Tanam 2.500...
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menanam 2.500 pohon cemara udang di kawasan Pantai Induk Lombok, Jeranjang, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menanam 2.500 pohon cemara udang di kawasan Pantai Induk Lombok, Jeranjang, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Kawasan Pantai Induk Lombok dipilih karena memiliki keterkaitan langsung dengan operasional pasokan energi primer PLN EPI, sekaligus menjadi wilayah pesisir yang menghadapi tekanan abrasi yang cukup besar.

Kegiatan bertajuk MenEPI untuk Bumi 2026 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati itu melibatkan pemerintah daerah, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), komunitas pesisir, serta masyarakat setempat. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya bersama menjaga keberlanjutan kawasan pesisir dari ancaman abrasi.

“Sebagai perusahaan yang mengelola rantai pasok energi primer untuk kelistrikan Indonesia, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa kehadiran infrastruktur energi di wilayah pesisir juga dibarengi dengan perlindungan ekosistemnya,” kata Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan dalam keterangan pers, Selasa (12/5/2026).

Baca Juga: Permintaan Gas PLN Diproyeksi Naik 4,5% per Tahun, LNG Jadi Pilar Transisi Energi

Infrastruktur energi di kawasan tersebut adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang. Mamit mengatakan, PLTU Jeranjang memiliki posisi strategis dalam rantai pasok energi primer nasional, karena PLN EPI menjadi pemasok biomassa untuk tersebut. PLTU Jeranjang saat ini menopang sekitar 20 persen kebutuhan listrik Pulau Lombok.

“Energi Primer yang kami hadirkan tidak boleh mengorbankan kehidupan alam namun tetap menjaga keberlangsungan ekosistem yang ada. Karena itu kegiatan ini menjadi bentuk tanggung jawab kami untuk mengembalikan manfaat kepada kawasan pesisir,” tegas Mamit.



Ia menjelaskan, pohon cemara udang dipilih karena memiliki fungsi ekologis penting dalam menjaga garis pantai. Akar tanaman tersebut mampu membantu menahan abrasi, meredam terpaan angin pesisir, serta memperkuat ketahanan kawasan pantai terhadap gelombang laut.

Terpisah, Camat Gerung Fitriati Wahyuni mengatakan abrasi di kawasan Pantai Induk Lombok dalam beberapa tahun terakhir telah menggerus daratan hingga mendekati permukiman warga pesisir. “Dulu pantai ini menjadi tujuan wisata utama masyarakat Gerung dan Lombok Barat. Namun akibat abrasi, kawasan ini perlahan mengalami penurunan aktivitas wisata,” katanya.

Ia menilai program penanaman pohon dan pemulihan kawasan pesisir menjadi langkah penting untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. “Kalau tempat wisata tumbuh kembali, UMKM juga akan bergerak dan dampaknya pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BLUD Balai Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Wilayah Lombok, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Abdul Wahab mengatakan kolaborasi lintas pihak menjadi kunci menjaga kawasan pesisir di tengah tantangan abrasi dan keterbatasan anggaran pemerintah daerah.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan PLN EPI terhadap konservasi pesisir. Program seperti ini penting untuk menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan bagi generasi mendatang,” kata Abdul Wahab.

Baca Juga: Digitalisasi Rumah Bibit Biomassa, PLN EPI Perkuat Cofiring dan Ekonomi Desa

Ketua Pokdarwis Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Sahlandi turut menyampaikan apresiasi atas kegiatan penanaman pohon yang dilakukan PLN EPI di kawasan Pantai Induk Lombok. “Kami sangat bersyukur dengan adanya penanaman ini. Setidaknya bisa membantu mengurangi abrasi di Pantai Induk Lombok,” kata Sahlandi.

Ia berharap pemulihan kawasan pesisir dapat berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat. “Harapan kami ke depan, Pantai Induk Lombok ini bisa semakin ramai dikunjungi wisatawan sehingga manfaat ekonominya juga dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Program MenEPI untuk Bumi 2026 menjadi bagian dari komitmen PLN EPI dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke seluruh lini operasional perusahaan, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah sekitar operasional energi primer nasional.

Melalui kolaborasi konservasi pesisir ini, jelas Mamit, PLN EPI menegaskan bahwa ketahanan energi dan kelestarian lingkungan harus berjalan beriringan. "Karena menjaga bumi hari ini adalah investasi untuk keberlanjutan energi di masa depan," tutupnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
Aksi Bersih dan Penghijauan...
Aksi Bersih dan Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
Implementasi ESG, PLN...
Implementasi ESG, PLN EPI Bersihkan Sampah dan Lepas Ribuan Ikan di Ciliwung
Earth Hour 2026, BCA...
Earth Hour 2026, BCA Padamkan Lampu dan Peralatan Elektronik Non-Esensial
ITTU PET Perkuat Kepedulian...
ITTU PET Perkuat Kepedulian Lingkungan lewat Program KolaboraSEA Energy
Dukung Gerakan Peduli...
Dukung Gerakan Peduli Lingkungan, MNC Finance Serahkan Sampah Anorganik ke Yayasan Bumi Pertiwi Asri
Safrizal ZA: Gerakan...
Safrizal ZA: Gerakan Indonesia ASRI Harus Menjadi Budaya, Dimulai dari Aksi Nyata Menjaga Lingkungan
Bangun Budaya Peduli...
Bangun Budaya Peduli Lingkungan, SDN Keranggan Tangsel Bidik Adiwiyata Nasional
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
Rekomendasi
10 Pemain Paling Mengecewakan...
10 Pemain Paling Mengecewakan di Piala Dunia 2026: Dari Ronaldo hingga Neymar Jr
Rumor Nintendo Switch...
Rumor Nintendo Switch 2: Remake Ocarina of Time dengan Kontroler Zelda Pro
Cerita Warga Jember...
Cerita Warga Jember Mudahnya Berobat dengan BPJS Kesehatan
Berita Terkini
IHSG Sesi Siang Terjun...
IHSG Sesi Siang Terjun Bebas 1,75% ke 6.204, Transaksi Tembus Rp10,4 Triliun
HWB Serang Resmi Diluncurkan...
HWB Serang Resmi Diluncurkan Besok , Harga Mulai dari Rp101 Juta
Harga Emas Antam Anjlok...
Harga Emas Antam Anjlok Parah di Hari Jumat, Turun Tajam hingga Rp35 Ribu/Gram
Minat Makin Tinggi,...
Minat Makin Tinggi, Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di ICDX Tumbuh 338%
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved