Phytochemindo Reksa Resmikan Pabrik Klapanunggal dan Luncurkan Buku Biografi Wim Kalona

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:39 WIB
loading...
Phytochemindo Reksa...
Phytochemindo Reksa meresmikan Pabrik Klapanunggal di Kabupaten Bogor, Selasa (12/5/2026). Momentum peresmian ini juga dirangkaikan dengan peluncuran buku biografi Wim Kalona berjudul Meracik Resep Kehidupan Tegas. Foto/Dok. SindoNews
A A A
BOGOR - PT Phytochemindo Reksa meresmikan Pabrik Klapanunggal, yang berlokasi di Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/5/2026). Pabrik ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat kemandirian ekstrak bahan baku alam nasional. Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan industri ekstrak bahan baku alam Indonesia yang berdaya saing global dan berbasis riset.

Direktur Utama PT Phytochemindo Reksa, Patrick Kalona mengatakan, pembangunan pabrik ini merupakan bagian dari visi jangka panjang perusahaan. Menurutnya, Pabrik Klapanunggal bukan hanya tentang pembangunan fasilitas produksi, tetapi merupakan wujud komitmen kami dalam membangun kemandirian ekstrak bahan baku alam nasional berbasis riset.

Ia menambahkan, perusahaan ingin mengubah paradigma bahwa herbal bukan sekadar tradisi, tetapi merupakan bagian dari sains modern yang memiliki daya saing tinggi di pasar internasional. ”Kami percaya bahwa herbal Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi solusi kesehatan global, selama dikembangkan dengan pendekatan ilmiah yang kuat dan berkelanjutan,” katanya. Baca juga: Khasiat Jahe Merah, Herbal Asli Indonesia yang Diakui Ilmiah

Perwakilan BPOM, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Perindustrian menegaskan dukungan pemerintah terhadap penguatan industri farmasi, obat tradisional, suplemen kesehatan dan kosmetik serta pangan olahan nasional. Pabrik Klapanunggal merupakan fasilitas produksi terbesar dalam sejarah perusahaan, berdiri di atas lahan seluas 23.235 meter persegi yang mencakup gedung produksi, laboratorium riset, dan gudang terintegrasi.

Fasilitas ini dirancang sebagai fondasi operasional untuk 20 tahun ke depan, dengan standar produksi terbaik guna memastikan kualitas, keamanan, dan konsistensi produk. Ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam mendorong kemandirian ekstrak bahan baku alam nasional.

Seiring dengan berkembangnya industri kesehatan dan wellness dunia, kebutuhan akan ekstrak bahan baku alam yang aman, efektif, dan berbasis sains semakin meningkat. Pabrik Klapanunggal dibangun dari fondasi riset yang telah dimulai sejak 1978 dan kini telah mengantongi sertifikasi Cara Pembuatan Obat Bahan Alam yang Baik (CPOBAB) tertinggi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yang menjadi indikator penting dalam menjamin mutu produk ekstrak bahan baku alam berbasis sains.

Kehadiran pabrik ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku farmasi, obat tradisional, suplemen kesehatan dan kosmetik serta pangan olahan. Sekaligus meningkatkan nilai tambah dari kekayaan biodiversitas nasional.

Produk unggulan PT Phytochemindo Reksa, seperti ekstrak kunyit dan ekstrak temulawak yang telah di ekspor ke mancanegara sejak tahun 1992, menjadi bukti nyata bahwa produk herbal Indonesia mampu menembus pasar internasional. Hingga saat ini, produk perusahaan telah diekspor ke lebih dari 16 negara.

Peresmian fasilitas ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan daya saing industri farmasi nasional. Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM Mohamad Kashuri mengatakan, pemerintah terus mendorong penguatan industri farmasi berbasis riset dan inovasi.

Peresmian Pabrik Klapanunggal ini mencerminkan kemajuan signifikan industri obat bahan alam di Indonesia. BPOM melihat komitmen kuat dari PT Phytochemindo Reksa dalam menerapkan standar CPOBAB secara konsisten, yang menjadi kunci dalam menjamin kualitas, keamanan, dan khasiat produk. ”BPOM akan terus mendukung penguatan industri berbasis riset agar mampu bersaing di tingkat global,” jelasnya.

Peluncuran Buku Biografi Pendiri
Momentum peresmian ini juga dirangkaikan dengan peluncuran buku biografi pendiri perusahaan, almarhum Wim Kalona berjudul “Meracik Resep Kehidupan Tegas”. Buku ini mengangkat perjalanan hidup sang pendiri serta dalam rangka memperingati 110 tahun kelahiran beliau (12 Mei 1916-28 September 2000).

Buku ini mengangkat perjalanan hidup, nilai-nilai, serta visi besar sang pendiri dalam membangun fondasi perusahaan yang berfokus pada integritas, ilmu pengetahuan, dan keteguhan prinsip. Buku ini bukan hanya tentang bisnis, tetapi tentang nilai tentang keteguhan dan keberanian untuk melangkah di jalur yang belum banyak ditempuh. Baca juga: Buku Polri Presisi Diluncurkan, Rekam Jejak Jenderal Sigit Dibedah

Peluncuran buku ini menjadi refleksi atas perjalanan panjang perusahaan sekaligus inspirasi bagi generasi penerus dalam mengembangkan industri ekstrak bahan alam berbasis inovasi.

Pertunjukan sand art turut dihadirkan sebagai bagian dari rangkaian acara untuk menggambarkan perjalanan Phytochemindo. Mulai dari fase riset dan pengembangan hingga tumbuh menjadi pemain global di industri ekstrak bahan alam. Visualisasi ini menyajikan kisah transformasi perusahaan dari eksplorasi potensi alam Indonesia hingga menghasilkan produk berbasis sains yang diakui di pasar internasional.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Raih 3 Sertifikasi ISO,...
Raih 3 Sertifikasi ISO, Wavin Tegaskan Standar Global untuk Kualitas, Keberlanjutan, dan K3
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Obesitas Menopause Jadi...
Obesitas Menopause Jadi Pasar Baru, Wegovy Buktikan Efektivitas Klinis
Geopolitik Global Bergejolak,...
Geopolitik Global Bergejolak, GP Farmasi Indonesia Perkuat Ketahanan Industri Farmasi
Transformasi Layanan...
Transformasi Layanan Farmasi Jadi Fokus PIT dan Mukernas HISFARSI 2026 di Pekanbaru
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Buku Presiden Solusi...
Buku Presiden Solusi Catat 108 Kebijakan, Qodari: Prabowo Menyasar Akar Persoalan Bangsa
Rekomendasi
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Berita Terkini
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved