TP PKK Jateng Gandeng Swasta Dorong Pengelolaan Limbah Rumah Tangga
Kamis, 14 Mei 2026 - 22:01 WIB
loading...
TP PKK Jateng menjalin kerja sama strategis dengan PT Biosirkular Inovasi Indonesia dan PT Gapura Mas Lestari untuk memperkuat pembangunan berkelanjutan berbasis ekonomi sirkular. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah menjalin kerja sama strategis dengan PT Biosirkular Inovasi Indonesia dan PT Gapura Mas Lestari untuk memperkuat pembangunan berkelanjutan berbasis ekonomi sirkular. Kolaborasi yang diresmikan pada peringatan Hari Bumi 2026 ini bertujuan mendorong pengelolaan limbah rumah tangga agar memiliki nilai tambah ekonomi sekaligus menekan dampak kerusakan lingkungan.
"Ekonomi sirkular bukan hanya tentang pengelolaan limbah, tetapi bagaimana masyarakat dapat menjadi bagian dari solusi lingkungan sekaligus memperoleh manfaat ekonomi secara berkelanjutan," ujar Direktur PT Biosirkular Inovasi Indonesia, Dicka Dwi Candra, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/5/2026).
Baca Juga: Ekonomi Sirkular dan Peran Perempuan Perkuat Ketahanan Iklim
Penandatanganan naskah kerja sama dilakukan langsung oleh Ketua TP PKK sekaligus Ketua TP Posyandu Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, di Bale Agung Horison Resort Tlogo, Tuntang. Sinergi ini memanfaatkan jaringan luas PKK dan Posyandu hingga tingkat desa untuk membangun budaya pengelolaan limbah domestik yang lebih terstruktur dan partisipatif.
Melalui program ini, masyarakat akan diedukasi untuk memaksimalkan pemanfaatan kembali sumber daya agar tidak berakhir sebagai sampah yang mencemari alam. Salah satu fokus utama dalam ekosistem ini adalah pengoptimalan pengumpulan dan pengelolaan limbah rumah tangga, termasuk minyak goreng bekas atau jelantah, untuk diproses menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Direktur PT Gapura Mas Lestari, Heru Fidiyanto, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat krusial di tengah meningkatnya tantangan limbah rumah tangga saat ini. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan sektor swasta merupakan langkah nyata untuk memperkuat kesadaran publik terhadap potensi ekonomi dari limbah yang selama ini terabaikan.
"Pendekatan ekonomi sirkular harus dibangun dari tingkat masyarakat. Ketika limbah dapat dikelola dengan baik dan memiliki nilai manfaat, maka dampaknya tidak hanya dirasakan lingkungan, tetapi juga masyarakat secara langsung," tegas Heru.
Baca Juga: Dari Limbah Tambang ke Inovasi Konstruksi: Tantangan dan Peluang Ekonomi Sirkular
Selain memberikan dampak ekonomi bagi keluarga, program ini juga berperan dalam mendukung target pemerintah daerah untuk memperluas implementasi pembangunan hijau. PT Biosirkular Inovasi Indonesia dan PT Gapura Mas Lestari berkomitmen menyediakan sistem pengumpulan dan edukasi berkelanjutan agar ekosistem ini tetap stabil dalam jangka panjang.
"Ekonomi sirkular bukan hanya tentang pengelolaan limbah, tetapi bagaimana masyarakat dapat menjadi bagian dari solusi lingkungan sekaligus memperoleh manfaat ekonomi secara berkelanjutan," ujar Direktur PT Biosirkular Inovasi Indonesia, Dicka Dwi Candra, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/5/2026).
Baca Juga: Ekonomi Sirkular dan Peran Perempuan Perkuat Ketahanan Iklim
Penandatanganan naskah kerja sama dilakukan langsung oleh Ketua TP PKK sekaligus Ketua TP Posyandu Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, di Bale Agung Horison Resort Tlogo, Tuntang. Sinergi ini memanfaatkan jaringan luas PKK dan Posyandu hingga tingkat desa untuk membangun budaya pengelolaan limbah domestik yang lebih terstruktur dan partisipatif.
Melalui program ini, masyarakat akan diedukasi untuk memaksimalkan pemanfaatan kembali sumber daya agar tidak berakhir sebagai sampah yang mencemari alam. Salah satu fokus utama dalam ekosistem ini adalah pengoptimalan pengumpulan dan pengelolaan limbah rumah tangga, termasuk minyak goreng bekas atau jelantah, untuk diproses menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Direktur PT Gapura Mas Lestari, Heru Fidiyanto, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat krusial di tengah meningkatnya tantangan limbah rumah tangga saat ini. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan sektor swasta merupakan langkah nyata untuk memperkuat kesadaran publik terhadap potensi ekonomi dari limbah yang selama ini terabaikan.
"Pendekatan ekonomi sirkular harus dibangun dari tingkat masyarakat. Ketika limbah dapat dikelola dengan baik dan memiliki nilai manfaat, maka dampaknya tidak hanya dirasakan lingkungan, tetapi juga masyarakat secara langsung," tegas Heru.
Baca Juga: Dari Limbah Tambang ke Inovasi Konstruksi: Tantangan dan Peluang Ekonomi Sirkular
Selain memberikan dampak ekonomi bagi keluarga, program ini juga berperan dalam mendukung target pemerintah daerah untuk memperluas implementasi pembangunan hijau. PT Biosirkular Inovasi Indonesia dan PT Gapura Mas Lestari berkomitmen menyediakan sistem pengumpulan dan edukasi berkelanjutan agar ekosistem ini tetap stabil dalam jangka panjang.
(nng)
Lihat Juga :