Industri Parfum Lokal Dinilai Makin Berkembang di Tengah Meningkatnya Minat Konsumen
Kamis, 14 Mei 2026 - 18:08 WIB
loading...
Ajeril Shin Chou
A
A
A
JAKARTA - Industri parfum lokal di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir dinilai mengalami perkembangan yang cukup pesat. Sejumlah pelaku usaha mulai menghadirkan produk dengan konsep dan karakter yang beragam untuk menjangkau pasar yang semakin luas.
Perkembangan tersebut juga didorong meningkatnya minat masyarakat terhadap produk lokal, termasuk di sektor wewangian. Selain menawarkan variasi aroma, sebagian brand lokal mulai mengangkat unsur cerita dan identitas produk sebagai bagian dari strategi pemasaran.
Salah satu pelaku usaha yang turut melihat potensi tersebut adalah Ajeril Shin Chou melalui brand ALEA Parfum. Menurut Ajeril, industri parfum lokal masih memiliki peluang untuk berkembang seiring meningkatnya tren penggunaan parfum di kalangan masyarakat.
“Minat masyarakat terhadap parfum lokal saat ini cukup baik. Kondisi tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha untuk terus menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen,” ujar Ajeril.
Ia menilai Indonesia memiliki potensi dalam pengembangan industri parfum karena didukung keberagaman bahan alami yang dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari karakter produk lokal.
Di sisi lain, perkembangan pemasaran digital juga dinilai memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan industri parfum. Banyak pelaku usaha mulai memanfaatkan platform daring untuk memperluas jangkauan pasar di tengah perubahan perilaku konsumen.
Meski demikian, pemasaran produk parfum secara digital disebut memiliki tantangan tersendiri karena konsumen tidak dapat mencoba aroma secara langsung sebelum membeli produk.
Selain itu, persaingan di industri parfum lokal juga dinilai semakin kompetitif dengan munculnya berbagai merek baru dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut mendorong pelaku usaha untuk terus beradaptasi, baik dari sisi kualitas produk maupun strategi pemasaran.
Pengamat industri menilai pertumbuhan parfum lokal dapat menjadi peluang positif bagi perkembangan sektor usaha kreatif di Indonesia, terutama jika didukung inovasi produk dan penguatan pasar domestik.
Perkembangan tersebut juga didorong meningkatnya minat masyarakat terhadap produk lokal, termasuk di sektor wewangian. Selain menawarkan variasi aroma, sebagian brand lokal mulai mengangkat unsur cerita dan identitas produk sebagai bagian dari strategi pemasaran.
Salah satu pelaku usaha yang turut melihat potensi tersebut adalah Ajeril Shin Chou melalui brand ALEA Parfum. Menurut Ajeril, industri parfum lokal masih memiliki peluang untuk berkembang seiring meningkatnya tren penggunaan parfum di kalangan masyarakat.
“Minat masyarakat terhadap parfum lokal saat ini cukup baik. Kondisi tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha untuk terus menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen,” ujar Ajeril.
Ia menilai Indonesia memiliki potensi dalam pengembangan industri parfum karena didukung keberagaman bahan alami yang dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari karakter produk lokal.
Di sisi lain, perkembangan pemasaran digital juga dinilai memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan industri parfum. Banyak pelaku usaha mulai memanfaatkan platform daring untuk memperluas jangkauan pasar di tengah perubahan perilaku konsumen.
Meski demikian, pemasaran produk parfum secara digital disebut memiliki tantangan tersendiri karena konsumen tidak dapat mencoba aroma secara langsung sebelum membeli produk.
Selain itu, persaingan di industri parfum lokal juga dinilai semakin kompetitif dengan munculnya berbagai merek baru dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut mendorong pelaku usaha untuk terus beradaptasi, baik dari sisi kualitas produk maupun strategi pemasaran.
Pengamat industri menilai pertumbuhan parfum lokal dapat menjadi peluang positif bagi perkembangan sektor usaha kreatif di Indonesia, terutama jika didukung inovasi produk dan penguatan pasar domestik.
(unt)
Lihat Juga :