Prabowo Desain Defisit RAPBN 2027 Lebih Rendah di Level 1,8-2,4% PDB

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:16 WIB
loading...
Prabowo Desain Defisit...
Presiden Prabowo Subianto. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto resmi mengumumkan arsitektur awal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027 dengan postur fiskal yang dirancang lebih sehat dan disiplin. Dalam Sidang Paripurna DPR RI, Kepala Negara mendesain kebijakan fiskal dengan memangkas target angka defisit anggaran ke kisaran 1,80% hingga maksimal 2,40% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Dari sisi pembiayaan defisit kita di tahun 2027 defisit APBN akan kami jaga pada kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen PDB dan kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit ini," kata Presiden Prabowo dalam pidatonya di hadapan Sidang Paripurna DPR RI di Jakarta, Rabu (20/5).

Baca Juga: Prabowo Pidato di DPR Hari Ini, Sampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Kebijakan Fiskal

Presiden menegaskan bahwa perbaikan tata kelola serta penyehatan struktur anggaran ini merupakan instrumen krusial demi mewujudkan kemandirian ekonomi nasional secara jangka panjang. Bagi Kepala Negara, APBN bukan sekadar dokumen keuangan negara, melainkan wujud nyata dari alat perjuangan Indonesia sebagai sebuah bangsa yang berdaulat.



Rancangan defisit dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 ini terhitung sangat konservatif sekaligus progresif jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Angka target tersebut jauh lebih rendah daripada target defisit yang tertuang dalam UU APBN 2026 yang dipatok sebesar Rp689,1 triliun atau setara 2,68% dari PDB.

Baca Juga: Disambut Puan Maharani, Presiden Prabowo Hadiri Rapat Paripurna DPR

Kebijakan pengetatan ini sekaligus menjadi langkah evaluasi pemerintah atas realisasi defisit APBN pada tahun anggaran 2025 yang sempat melebar ke angka Rp695,1 triliun atau setara 2,92% PDB. Realisasi pada tahun pertama jalannya pemerintahan tersebut diketahui melampaui plafon target awal yang telah ditetapkan sebesar 2,78% PDB atau senilai Rp662 triliun.

Guna mewujudkan postur anggaran yang kokoh, pemerintah mengombinasikan efisiensi belanja dengan optimalisasi pendapatan. Sektor belanja negara dirancang tetap produktif pada kisaran 13,62% sampai 14,80% PDB, sementara target penerimaan atau pendapatan negara dipatok pada level 11,82% hingga 12,40% PDB.

Selain postur pembiayaan, dokumen KEM-PPKF 2027 tersebut juga merinci indikator-indikator asumsi dasar ekonomi makro sebagai landasan pacu pembangunan nasional. Pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi yang cukup optimistis di level 5,8% hingga 6,5%, dengan laju inflasi yang dijaga ketat pada kisaran 1,5% hingga 3,5%.

Adapun asumsi dasar ekonomi makro lainnya yang disepakati dalam pembicaraan pendahuluan RAPBN 2027 ini meliputi nilai tukar rupiah sebesar Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS dan suku bunga SBN 10 tahun di level 6,5% sampai 7,3%. Sementara itu, harga minyak mentah Indonesia (ICP) dipatok 70 hingga 95 dolar AS per barel, dengan target lifting minyak 602 ribu–615 ribu barel per hari serta lifting gas 934 ribu–977 ribu barel setara minyak per hari.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
DPR Awasi Tata Kelola...
DPR Awasi Tata Kelola BGN Buntut Dadan Cs Terjerat Kasus Dugaan Korupsi
Prabowo Angkat Nanik...
Prabowo Angkat Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Skandal Umur Politisi...
Skandal Umur Politisi Mungil Ini Hebohkan Nigeria, Berusia 30 atau 16 Tahun?
Rekomendasi
GoPro Sekarat: Dari...
GoPro Sekarat: Dari Bintang Wall Street Rp198 Triliun Jadi Saham Receh
Berkali-kali Muncul...
Berkali-kali Muncul Korban Tenggelam, Warga Mulai Curiga Ada yang Tak Beres di Tempat Ini
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Berita Terkini
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved