Cegah Pinjaman Ilegal, BantuSaku Tingkatkan Literasi Keuangan ke Mahasiswa
Minggu, 24 Mei 2026 - 11:24 WIB
loading...
BantuSaku bersama regulator, asosiasi, dan pelaku industri fintech menggelar edukasi keuangan bagi mahasiswa. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Peningkatan penggunaan layanan keuangan digital di kalangan generasi muda mendorong perlunya penguatan literasi finansial sejak dini. BantuSaku bersama regulator, asosiasi, dan pelaku industri fintech menggelar edukasi keuangan bagi mahasiswa guna meningkatkan pemahaman pengelolaan keuangan di era digital.
"Mahasiswa merupakan generasi yang tumbuh bersama perkembangan teknologi dan layanan keuangan digital. Karena itu, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang sehat menjadi penting agar mereka mampu mengambil keputusan finansial secara bijak," ujar Chief Executive Officer BantuSaku, Arnoldyth Rodes Medo dalam keterangan pers, Minggu (24/5/2026).
Baca Juga: Kredit Pintar Dorong Literasi Keuangan Digital Mahasiswa UPN Yogyakarta
Edukasi tersebut dikemas dalam talkshow bertajuk "Money Moves: Cara Cerdas Kelola Keuangan di Era Digital" yang digelar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (FEB Unhas), Makassar. Kegiatan ini merupakan kolaborasi BantuSaku dengan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, serta pelaku industri seperti UATAS dan PinjamDuit.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa terkait pengelolaan keuangan pribadi, mengenali layanan pinjaman daring yang legal dan berizin, serta memanfaatkan pembiayaan digital secara bertanggung jawab di tengah pesatnya adopsi teknologi finansial.
Mahasiswa dinilai sebagai kelompok strategis yang perlu mendapatkan edukasi keuangan karena berada dalam fase transisi menuju kemandirian ekonomi. Dengan literasi yang memadai, diharapkan mereka mampu mengambil keputusan finansial yang lebih tepat dan terhindar dari risiko penggunaan layanan keuangan yang tidak bijak.
Baca Juga: Cegah FOMO, Literasi Aset Digital dan Kripto Terus Digalakkan
Kolaborasi antara regulator, asosiasi industri, pelaku usaha, dan institusi pendidikan disebut menjadi langkah penting dalam memperluas jangkauan edukasi sekaligus memperkuat ekosistem keuangan digital yang inklusif dan berkelanjutan.
BantuSaku menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan literasi keuangan sebagai bagian dari penguatan inklusi keuangan nasional. Edukasi dinilai perlu berjalan beriringan dengan akses layanan agar masyarakat, khususnya generasi muda, dapat memanfaatkan teknologi finansial secara optimal.
Kegiatan ini diikuti sekitar 150 mahasiswa program sarjana dan pascasarjana FEB Unhas serta menghadirkan narasumber dari regulator, asosiasi, pelaku fintech, dan praktisi perencanaan keuangan guna memberikan perspektif komprehensif terkait pengelolaan keuangan di era digital.
"Mahasiswa merupakan generasi yang tumbuh bersama perkembangan teknologi dan layanan keuangan digital. Karena itu, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang sehat menjadi penting agar mereka mampu mengambil keputusan finansial secara bijak," ujar Chief Executive Officer BantuSaku, Arnoldyth Rodes Medo dalam keterangan pers, Minggu (24/5/2026).
Baca Juga: Kredit Pintar Dorong Literasi Keuangan Digital Mahasiswa UPN Yogyakarta
Edukasi tersebut dikemas dalam talkshow bertajuk "Money Moves: Cara Cerdas Kelola Keuangan di Era Digital" yang digelar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (FEB Unhas), Makassar. Kegiatan ini merupakan kolaborasi BantuSaku dengan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, serta pelaku industri seperti UATAS dan PinjamDuit.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa terkait pengelolaan keuangan pribadi, mengenali layanan pinjaman daring yang legal dan berizin, serta memanfaatkan pembiayaan digital secara bertanggung jawab di tengah pesatnya adopsi teknologi finansial.
Mahasiswa dinilai sebagai kelompok strategis yang perlu mendapatkan edukasi keuangan karena berada dalam fase transisi menuju kemandirian ekonomi. Dengan literasi yang memadai, diharapkan mereka mampu mengambil keputusan finansial yang lebih tepat dan terhindar dari risiko penggunaan layanan keuangan yang tidak bijak.
Baca Juga: Cegah FOMO, Literasi Aset Digital dan Kripto Terus Digalakkan
Kolaborasi antara regulator, asosiasi industri, pelaku usaha, dan institusi pendidikan disebut menjadi langkah penting dalam memperluas jangkauan edukasi sekaligus memperkuat ekosistem keuangan digital yang inklusif dan berkelanjutan.
BantuSaku menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan literasi keuangan sebagai bagian dari penguatan inklusi keuangan nasional. Edukasi dinilai perlu berjalan beriringan dengan akses layanan agar masyarakat, khususnya generasi muda, dapat memanfaatkan teknologi finansial secara optimal.
Kegiatan ini diikuti sekitar 150 mahasiswa program sarjana dan pascasarjana FEB Unhas serta menghadirkan narasumber dari regulator, asosiasi, pelaku fintech, dan praktisi perencanaan keuangan guna memberikan perspektif komprehensif terkait pengelolaan keuangan di era digital.
(nng)
Lihat Juga :