PHE Catat Produksi Migas 1,03 Juta BOEPD di 2025, Kuasai 65% Lifting Minyak RI
Senin, 25 Mei 2026 - 19:28 WIB
loading...
A
A
A
Awang menjelaskan, dominasi tersebut menjadikan PHE sebagai tulang punggung produksi energi domestik, khususnya dalam menjaga stabilitas pasokan minyak nasional.
Meski demikian, tren produksi menunjukkan penurunan tipis dalam beberapa tahun terakhir. Produksi minyak tercatat sebesar 566 MBOPD pada 2023, turun menjadi 556 MBOPD pada 2024 dan relatif stagnan pada 2025. Sementara produksi gas sempat meningkat sebelum kembali turun tipis pada tahun lalu.
Baca Juga: Pertamina Temukan Cadangan Minyak Baru di Sumatera Selatan, Potensi Hasilkan 505 barel per hari
Untuk menjaga keberlanjutan produksi, PHE terus mengintensifkan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi. Sepanjang 2025, perusahaan melakukan pengeboran 20 sumur eksplorasi, 887 sumur eksploitasi, serta lebih dari 37 ribu kegiatan intervensi sumur.
Selain itu, PHE juga memperluas portofolio wilayah kerja dengan memperoleh sembilan blok eksplorasi baru sepanjang 2022–2025, termasuk wilayah Binaiya di Maluku, Lavender di Sulawesi Tenggara, dan Bobara di Papua. Langkah ini diharapkan mampu menahan laju penurunan produksi sekaligus menjaga peran strategis PHE dalam mendukung ketahanan energi nasional ke depan.
Meski demikian, tren produksi menunjukkan penurunan tipis dalam beberapa tahun terakhir. Produksi minyak tercatat sebesar 566 MBOPD pada 2023, turun menjadi 556 MBOPD pada 2024 dan relatif stagnan pada 2025. Sementara produksi gas sempat meningkat sebelum kembali turun tipis pada tahun lalu.
Baca Juga: Pertamina Temukan Cadangan Minyak Baru di Sumatera Selatan, Potensi Hasilkan 505 barel per hari
Untuk menjaga keberlanjutan produksi, PHE terus mengintensifkan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi. Sepanjang 2025, perusahaan melakukan pengeboran 20 sumur eksplorasi, 887 sumur eksploitasi, serta lebih dari 37 ribu kegiatan intervensi sumur.
Selain itu, PHE juga memperluas portofolio wilayah kerja dengan memperoleh sembilan blok eksplorasi baru sepanjang 2022–2025, termasuk wilayah Binaiya di Maluku, Lavender di Sulawesi Tenggara, dan Bobara di Papua. Langkah ini diharapkan mampu menahan laju penurunan produksi sekaligus menjaga peran strategis PHE dalam mendukung ketahanan energi nasional ke depan.
(nng)
Lihat Juga :