Krisis Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Bisa Tembus USD100 per Barel Bertahun-tahun
Rabu, 27 Mei 2026 - 09:50 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, World Bank mencatat penurunan pasokan global mencapai 10,1 juta barel per hari pada Maret, terbesar dalam sejarah. Lembaga tersebut memproyeksikan harga Brent rata-rata USD86 per barel pada 2026, namun dapat melonjak hingga USD115 dalam skenario risiko tinggi.
Analisis dari Brookings Institution menunjukkan cadangan sementara minyak global berpotensi habis pada pertengahan Juli, sehingga pasar harus menyesuaikan kekurangan pasokan sekitar 7,1 juta barel per hari.
Baca Juga: Pemimpin Tertinggi Iran Sampaikan Pesan Haji, Bersumpah Israel akan Diberantas
Perusahaan riset energi Wood Mackenzie memaparkan tiga skenario utama. Dalam skenario gangguan berkepanjangan, harga minyak Brent dapat mendekati USD200 per barel pada akhir 2026, meskipun permintaan global menurun signifikan.
Sebaliknya, dalam skenario perdamaian cepat, harga minyak diperkirakan turun ke kisaran USD80 pada akhir 2026 dan terus melemah hingga sekitar USD65 pada 2027 seiring kembali terjadinya kelebihan pasokan.
Analisis dari Brookings Institution menunjukkan cadangan sementara minyak global berpotensi habis pada pertengahan Juli, sehingga pasar harus menyesuaikan kekurangan pasokan sekitar 7,1 juta barel per hari.
Baca Juga: Pemimpin Tertinggi Iran Sampaikan Pesan Haji, Bersumpah Israel akan Diberantas
Perusahaan riset energi Wood Mackenzie memaparkan tiga skenario utama. Dalam skenario gangguan berkepanjangan, harga minyak Brent dapat mendekati USD200 per barel pada akhir 2026, meskipun permintaan global menurun signifikan.
Sebaliknya, dalam skenario perdamaian cepat, harga minyak diperkirakan turun ke kisaran USD80 pada akhir 2026 dan terus melemah hingga sekitar USD65 pada 2027 seiring kembali terjadinya kelebihan pasokan.
(nng)
Lihat Juga :