Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
Jum'at, 29 Mei 2026 - 18:02 WIB
loading...
Kapasitas gudang Bulog ditingkatkan hingga mampu menampung 7 juta ton. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Perum Bulog mempercepat penyerapan gabah petani di tengah panen melimpah dengan capaian mendekati 3 juta ton setara beras hingga akhir Mei 2026. Untuk mengantisipasi lonjakan stok, kapasitas gudang pun ditingkatkan hingga mampu menampung 7 juta ton.
"Nah, jadi kalau dari total 4 juta ton target penyerapan gabah petani, kami sudah sampai 74% hampir 75%. Berarti kita capai hampir 3 juta ton," ujar Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani di Gedung Bulog, Jumat (29/5/2026).
Baca Juga: Prabowo Sidak ke Gudang Bulog Magelang, Pastikan Stok Aman dan Distribusi Tepat Sasaran
Rizal menjelaskan tingginya produksi gabah tahun ini mendorong percepatan realisasi target penyerapan yang ditetapkan pemerintah sebesar 4 juta ton pada 2026. Kondisi panen yang melimpah memberikan ruang bagi Bulog untuk meningkatkan cadangan beras pemerintah secara signifikan.
Bulog juga memperluas kapasitas penyimpanan hingga 7 juta ton setara beras guna mengantisipasi peningkatan stok. Saat ini, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola telah mencapai sekitar 5,3 juta ton.
Menurut Rizal, angka cadangan tersebut masih berpotensi bertambah mengingat masa panen di berbagai sentra produksi masih berlangsung. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengantisipasi gejolak harga di pasar. "Kami antisipasi saja. Karena namanya petani sudah tanam, mau tidak mau harus kita serap," katanya.
Baca Juga: Bulog Pasok Kebutuhan Beras 215.000 Jamaah Haji Indonesia 2026
Sebagai perbandingan, pada 2025 Bulog mencatat penyerapan beras mencapai 3,2 juta ton. Dengan peningkatan kapasitas gudang dan percepatan penyerapan tahun ini, Bulog optimistis dapat memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga keseimbangan pasokan dan harga.
"Nah, jadi kalau dari total 4 juta ton target penyerapan gabah petani, kami sudah sampai 74% hampir 75%. Berarti kita capai hampir 3 juta ton," ujar Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani di Gedung Bulog, Jumat (29/5/2026).
Baca Juga: Prabowo Sidak ke Gudang Bulog Magelang, Pastikan Stok Aman dan Distribusi Tepat Sasaran
Rizal menjelaskan tingginya produksi gabah tahun ini mendorong percepatan realisasi target penyerapan yang ditetapkan pemerintah sebesar 4 juta ton pada 2026. Kondisi panen yang melimpah memberikan ruang bagi Bulog untuk meningkatkan cadangan beras pemerintah secara signifikan.
Bulog juga memperluas kapasitas penyimpanan hingga 7 juta ton setara beras guna mengantisipasi peningkatan stok. Saat ini, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola telah mencapai sekitar 5,3 juta ton.
Menurut Rizal, angka cadangan tersebut masih berpotensi bertambah mengingat masa panen di berbagai sentra produksi masih berlangsung. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengantisipasi gejolak harga di pasar. "Kami antisipasi saja. Karena namanya petani sudah tanam, mau tidak mau harus kita serap," katanya.
Baca Juga: Bulog Pasok Kebutuhan Beras 215.000 Jamaah Haji Indonesia 2026
Sebagai perbandingan, pada 2025 Bulog mencatat penyerapan beras mencapai 3,2 juta ton. Dengan peningkatan kapasitas gudang dan percepatan penyerapan tahun ini, Bulog optimistis dapat memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga keseimbangan pasokan dan harga.
(nng)
Lihat Juga :