IHSG Mendadak Jeblok 4,49% ke Bawah 6.000, Ini Penyebabnya

Rabu, 03 Juni 2026 - 12:41 WIB
loading...
IHSG Mendadak Jeblok...
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam pada penutupan sesi I perdagangan Rabu (3/6/2026). FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam 4,49% ke level 5.889 pada penutupan sesi I perdagangan Rabu (3/6/2026), menembus batas psikologis 6.000. Pelemahan ini dipicu kombinasi sentimen eksternal dan domestik yang membebani pasar keuangan nasional.

“Potensi kenaikan BI Rate masih terbuka di tengah risiko peningkatan inflasi dan berlanjutnya depresiasi rupiah. Tren kenaikan suku bunga berpotensi menjadi sentimen negatif bagi pasar saham,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Rabu (3/6/2026).

Baca Juga: Rupiah Ambruk Tembus Rp17.900, IHSG Tiba-tiba Anjlok 2,35%

Sepanjang sesi I, tekanan jual mendominasi pasar dengan sebanyak 752 saham melemah, 169 saham stagnan, dan hanya 38 saham yang menguat. Koreksi tajam ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi.

Dari sisi domestik, sentimen negatif datang dari keputusan Moody's Ratings yang menetapkan outlook negatif terhadap PT Danantara Investment Management, meski tetap mempertahankan peringkat pada level Baa2.



Tekanan juga diperparah oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang terdepresiasi hingga menembus Rp17.926 per dolar AS. Melemahnya rupiah meningkatkan kekhawatiran terhadap pelebaran defisit anggaran dan potensi kenaikan inflasi.

Kenaikan harga minyak dunia turut menjadi faktor pemicu, seiring belum tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi global dan domestik yang lebih tinggi.

Baca Juga: Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839

Data inflasi Indonesia pada Mei 2026 tercatat sebesar 3,08% secara tahunan. Meskipun masih berada dalam kisaran target Bank Indonesia, pelaku pasar mulai mengantisipasi risiko kenaikan inflasi lanjutan jika harga energi tetap tinggi.

Selain itu, investor juga mencermati ketidakpastian terkait evaluasi pasar modal Indonesia oleh MSCI. Lembaga indeks global tersebut dijadwalkan merilis dua laporan penting pada Juni 2026 yang akan menentukan status Indonesia dalam klasifikasi pasar global.

Sebelumnya, MSCI menyoroti sejumlah isu seperti transparansi kepemilikan saham dan likuiditas emiten. Ketidakpastian ini membuat investor cenderung bersikap hati-hati dan melakukan aksi jual.

Pelaku pasar menilai kombinasi tekanan nilai tukar, sentimen global, dan ketidakpastian kebijakan berpotensi terus membayangi pergerakan IHSG dalam jangka pendek, terutama menjelang keputusan penting dari MSCI.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Melemah, Bagaimana...
Rupiah Melemah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Rekomendasi
Pangdam Mandala Trikora...
Pangdam Mandala Trikora Mayjen Frits Tepis TNI Berangkatkan Mama Sinta ke Jakarta
Raffi Ahmad Buka Suara...
Raffi Ahmad Buka Suara soal Kasus Blueray, Tegaskan Tak Pernah Terima Barang Gratis
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Berita Terkini
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
Rupiah Melemah, Bagaimana...
Rupiah Melemah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved