Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom

Minggu, 07 Juni 2026 - 19:38 WIB
loading...
Redam Sentimen Sell...
Pemerintah diminta segera merespons berbagai kekhawatiran pelaku pasar untuk memulihkan kepercayaan investor di tengah sentimen Sell Indonesia. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Pemerintah diminta segera merespons berbagai kekhawatiran pelaku pasar untuk memulihkan kepercayaan investor di tengah menguatnya sentimen negatif terhadap aset-aset Indonesia yang belakangan dikenal dengan istilah "Sell Indonesia".

Tekanan jual yang terjadi di pasar modal dalam beberapa waktu terakhir dinilai tidak hanya dipengaruhi faktor fundamental ekonomi, tetapi juga persepsi dan ekspektasi investor terhadap prospek ekonomi nasional ke depan.

"Karakteristik dari pasar saham itu memang sering kali sentimen, faktor sentimen itu mempengaruhi jual beli. Sehingga kalau ada sentimen yang negatif terhadap Indonesia itu sering kali mempengaruhi kinerja saham," ujar Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal dikutip pada Minggu (7/6/2026).

Baca Juga: Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh

Menurut Faisal, pasar saham memiliki karakteristik yang sangat sensitif terhadap perubahan persepsi. Karena itu, sentimen negatif yang berkembang dapat memicu arus keluar modal dan menekan kinerja pasar meskipun indikator ekonomi makro relatif stabil.

Ia menilai pemerintah perlu memberikan respons yang cepat, terukur, dan meyakinkan terhadap berbagai kekhawatiran yang berkembang di kalangan investor. Langkah tersebut penting untuk mengembalikan kepercayaan pelaku usaha dan mencegah tekanan yang lebih besar terhadap pasar keuangan domestik.

"Yang menjadi kekhawatiran pasar harus betul-betul direspons oleh pemerintah secara serius dan dengan langkah yang tepat untuk bisa mengembalikan kepercayaan para pelaku usaha," ujarnya.



Faisal menambahkan bahwa penguatan fundamental ekonomi saja belum cukup apabila tidak dibarengi dengan komunikasi kebijakan yang efektif. Menurut dia, ekspektasi dan keyakinan investor sering kali menjadi faktor dominan dalam menentukan arah investasi di pasar modal.

Baca Juga: Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berkali-kali menegaskan kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam posisi yang kuat, ditopang oleh kinerja fiskal yang terjaga dan pertumbuhan ekonomi yang tetap solid.

Purbaya menilai fenomena "Sell Indonesia" lebih banyak dipicu oleh sentimen pasar dibandingkan kondisi riil perekonomian. Karena itu, pemerintah berupaya memperkuat komunikasi kepada pelaku pasar, antara lain melalui percepatan publikasi data APBN Kita untuk menunjukkan kondisi fiskal dan ekonomi nasional yang tetap sehat.

Menurut dia, penyampaian informasi yang transparan dan konsisten diharapkan dapat meredam sentimen negatif yang berkembang sehingga kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia dapat kembali pulih secara bertahap.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diwarnai Penguatan 307...
Diwarnai Penguatan 307 Saham, IHSG Dibuka Berbalik Menghijau ke 5.344
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Rekomendasi
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Israel Pecat Wakil Bos...
Israel Pecat Wakil Bos Mossad setelah Gagal Operasi Runtuhkan Rezim Iran
2 Mobil Porsche Disita...
2 Mobil Porsche Disita KPK dari Rumah Silmy Karim Tidak Ada di LHKPN, Unsur TPPU Didalami
Berita Terkini
Dirut Himbara Dikumpulin...
Dirut Himbara Dikumpulin Dasco Bersama Mensesneg, Bahas Apa?
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
555 Angkatan Pertama...
555 Angkatan Pertama PNS Otorita IKN Resmi Dilantik, Basuki: Bangun Ibu Kota Nusantara Tak Gampang
Diwarnai Penguatan 307...
Diwarnai Penguatan 307 Saham, IHSG Dibuka Berbalik Menghijau ke 5.344
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved