Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi Sirkular melalui Program Pengelolaan Sampah dan Limbah Berkelanjutan
Senin, 08 Juni 2026 - 16:18 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, program ini juga mendorong pengolahan sampah organik menjadi kompos serta pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun padat, sabun cair, dan lilin. Inisiatif tersebut tidak hanya membantu mengurangi timbulan sampah dan limbah rumah tangga, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui pemanfaatan material yang sebelumnya tidak memiliki nilai.
Di Jawa Timur, Fuel Terminal Madiun mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Bank Sampah Pesanggrahan dan aplikasi digital Sokrosok. Inovasi ini memudahkan masyarakat dalam proses pengumpulan dan penjemputan sampah anorganik sekaligus meningkatkan transparansi pencatatan administrasi bank sampah melalui sistem digital.
Tidak hanya berhenti pada proses pengumpulan, sampah anorganik yang telah terkumpul juga diolah kembali menjadi berbagai produk bernilai ekonomi melalui kegiatan Workshop 3R (Reduce, Reuse, Recycle), seperti plakat, kipas, meja, gantungan kunci, dan sapu plastik.
Program Kampung Iklim (Proklim) Pesanggrahan telah menunjukkan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Tercatat pengurangan sampah organik mencapai 16.000 kilogram dan sampah anorganik sebanyak 1.380 kilogram. Program ini juga berkontribusi menekan emisi metana sekitar 2.013 kilogram per tahun serta menyerap karbon hingga 13.000 kilogram per tahun.
Di Jawa Timur, Fuel Terminal Madiun mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Bank Sampah Pesanggrahan dan aplikasi digital Sokrosok. Inovasi ini memudahkan masyarakat dalam proses pengumpulan dan penjemputan sampah anorganik sekaligus meningkatkan transparansi pencatatan administrasi bank sampah melalui sistem digital.
Tidak hanya berhenti pada proses pengumpulan, sampah anorganik yang telah terkumpul juga diolah kembali menjadi berbagai produk bernilai ekonomi melalui kegiatan Workshop 3R (Reduce, Reuse, Recycle), seperti plakat, kipas, meja, gantungan kunci, dan sapu plastik.
Program Kampung Iklim (Proklim) Pesanggrahan telah menunjukkan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Tercatat pengurangan sampah organik mencapai 16.000 kilogram dan sampah anorganik sebanyak 1.380 kilogram. Program ini juga berkontribusi menekan emisi metana sekitar 2.013 kilogram per tahun serta menyerap karbon hingga 13.000 kilogram per tahun.