Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru

Selasa, 09 Juni 2026 - 07:26 WIB
loading...
Bos IMF Peringatkan...
Dana Moneter Internasional (IMF) mengeluarkan peringatan keras bahwa tatanan global telah berubah selamanya, dan rentetan kiamat ekonomi atau guncangan hebat akan terjadi di masa depan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) mengeluarkan peringatan keras bahwa tatanan global telah berubah selamanya, dan rentetan "kiamat ekonomi" atau guncangan hebat akan terjadi di masa depan. Dunia kemungkinan akan menghadapi guncangan global lebih lanjut di masa mendatang yang dapat diperkirakan, tanpa ada tanda-tanda mereda,

Dalam wawancara eksklusif di podcast Bloomberg bersama Francine Lacqua, Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva meluapkan kecemasannya. Ia menilai masyarakat dunia saat ini masih belum sadar dan belum menerima kenyataan pahit bahwa dunia yang aman tanpa krisis sudah berakhir.

Baca Juga: IMF, Bank Dunia, dan IEA Ketar-ketir Kelangkaan BBM di Depan Mata

"Kita belum sepenuhnya menginternalisasi (menerima) bahwa seperti inilah dunia ke depannya. Kita tidak akan pernah lagi sampai pada suatu masa di mana guncangan ekonomi itu hilang," ujar Georgieva dengan nada penuh urgensi.

Efek Domino Perang Iran dan 'Kutukan' Globalisasi

IMF menilai dunia gagal mengantisipasi dampak buruk dari runtuhnya sistem globalisasi. Banyak lapangan kerja di berbagai belahan dunia lenyap begitu saja, menciptakan jurang kemiskinan baru.

Situasi ini diprediksi akan semakin parah dan "mengerikan" dengan masuknya teknologi AI (Kecerdasan Buatan) secara masif yang siap merebut jutaan mata pencaharian manusia. Lebih buruk lagi, dalam laporan World Economic Outlook terbaru, IMF resmi memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2026 menjadi hanya 3,1%, turun drastis dari estimasi sebelumnya sebesar 3,4%.



Biang kerok utama dari perlambatan massal ini adalah meletusnya perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran. Konflik bersenjata ini berujung pada tersumbatnya Selat Hormuz -jalur nadi pasokan minyak dunia- yang seketika menerbangkan harga energi ke level yang mencekik.

Secara psikologis, pembaca akan melihat sebuah anomali besar dalam peta kekuatan ekonomi saat ini. Negara-negara Barat dan Uni Eropa kini menderita akibat hantaman ganda. Mereka belum pulih dari sisa-sisa inflasi energi akibat perang Ukraina, dan kini harus kembali dihantam meroketnya harga minyak akibat perang Iran.

Di tengah sanksi bertubi-tubi, IMF justru menaikkan proyeksi ekonomi Rusia sebesar 0,3%. Moskow diuntungkan karena harga komoditas energi yang mereka miliki melambung tinggi di pasar gelap dunia.

Baca Juga: IMF Peringatkan AI Bisa Bobol Sistem Perbankan Dunia dalam Hitungan Detik!

Melihat kondisi yang semakin kritis, sejumlah pejabat Uni Eropa mulai frustrasi dan secara sembunyi-sembunyi mengusulkan untuk memulihkan kembali hubungan dagang energi dengan Rusia. Namun petinggi Brussels menolak keras dan tetap nekat melanjutkan ambisi mereka untuk memutus total fosil Rusia pada tahun 2027.

Sikap keras kepala Eropa ini memicu peringatan yang tidak kalah mengerikan dari utusan Kremlin, Kirill Dmitriev. Ia meramalkan bahwa Inggris dan Uni Eropa sebentar lagi akan segera diterjang oleh krisis energi yang bisa melumpuhkan total industri mereka.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
IMF, Bank Dunia, dan...
IMF, Bank Dunia, dan IEA Ketar-ketir Kelangkaan BBM di Depan Mata
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Dorong Media CCTV Masuk ke Bisnis E-commerce
Refleksi 109 Tahun,...
Refleksi 109 Tahun, Generasi Muda Diminta Telaah Gagasan Prof. Soemitro Djojohadikusumo
5 Pendekatan yang Perlu...
5 Pendekatan yang Perlu Dilakukan Pemerintah untuk Perbaiki Ekonomi
Rekomendasi
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Infografis
Pesawat Kargo Antonov...
Pesawat Kargo Antonov AN-225 Tak Akan Pernah Terbang Lagi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved