ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
Jum'at, 12 Juni 2026 - 14:47 WIB
loading...
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjawab isu seputar stok batubara yang dikabarkan menjadi penyebab pemadaman listrik pada beberapa wilayah di pulau Jawa. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ahmad Erani Yustika memastikan, bahwa stok batubara hingga saat ini masih dalam kondisi aman. Ia memastikan cadangan stok batubara tersebut ikut menjamin ketersediaan listrik untuk masyarakat. Sehingga tidak ada potensi untuk melakukan pemadaman listrik serentak.
"Kemarin juga ada pertemuan kan Pak Menteri dengan PLN. Terus, hari ini kayaknya Pak Dirjen juga lagi ada rapat dengan direksi PLN. Secara umum sih enggak ada (kekurangan stok) seharusnya enggak ada. Sejak awal sudah diputuskan berapa kebutuhan PLN batu baranya," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (12/6/2026).
Baca Juga: Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Erani juga membantah adanya potensi krisis pasokan batubara seperti yang pernah terjadi di tahun 2022. Saat ini harga batubara di pasar global lebih menggiurkan ketimbang dalam negeri, dan pengusaha lebih milih ekspor ketimbang penuhi kebutuhan dalam negeri.
Sekedar informasi, pada tahun 2022 lalu kondisi harga batubara di pasar global mencapai USD200 per ton, sementara di dalam hanya dihargai USD70 per ton, seperti yang ditetapkan oleh Pemerintah.
"Enggak, insyaAllah sih enggak [mengulangi krisis energi 2022]. Enggak, insyaallah sih enggak. Dipastikan ininya [stok batu bara untuk PLN]. Kan Pak Menteri kemarin juga sudah menyampaikan pernyataan," tutur Erani.
Sebelumnya, PT PLN (Persero) mengakui sejumlah wilayah di pulau Jawa mengalami kendala operasional yang membuat berkurangnya pasokan listrik di sejumlah wilayah. Meskipun saat ini sistem kelistrikan Jawa beroperasi dan terkendali dengan baik.
Baca Juga: Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN (Persero), Gregorius Adi Trianto menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kendala yang sempat dialami oleh masyarakat.
"Menanggapi informasi yang beredar di masyarakat terkait blackout, PLN menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak terjadi," kata Gregorius melalui pernyataan resminya, Jumat (12/6).
"Kemarin juga ada pertemuan kan Pak Menteri dengan PLN. Terus, hari ini kayaknya Pak Dirjen juga lagi ada rapat dengan direksi PLN. Secara umum sih enggak ada (kekurangan stok) seharusnya enggak ada. Sejak awal sudah diputuskan berapa kebutuhan PLN batu baranya," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (12/6/2026).
Baca Juga: Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Erani juga membantah adanya potensi krisis pasokan batubara seperti yang pernah terjadi di tahun 2022. Saat ini harga batubara di pasar global lebih menggiurkan ketimbang dalam negeri, dan pengusaha lebih milih ekspor ketimbang penuhi kebutuhan dalam negeri.
Sekedar informasi, pada tahun 2022 lalu kondisi harga batubara di pasar global mencapai USD200 per ton, sementara di dalam hanya dihargai USD70 per ton, seperti yang ditetapkan oleh Pemerintah.
"Enggak, insyaAllah sih enggak [mengulangi krisis energi 2022]. Enggak, insyaallah sih enggak. Dipastikan ininya [stok batu bara untuk PLN]. Kan Pak Menteri kemarin juga sudah menyampaikan pernyataan," tutur Erani.
Sebelumnya, PT PLN (Persero) mengakui sejumlah wilayah di pulau Jawa mengalami kendala operasional yang membuat berkurangnya pasokan listrik di sejumlah wilayah. Meskipun saat ini sistem kelistrikan Jawa beroperasi dan terkendali dengan baik.
Baca Juga: Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN (Persero), Gregorius Adi Trianto menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kendala yang sempat dialami oleh masyarakat.
"Menanggapi informasi yang beredar di masyarakat terkait blackout, PLN menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak terjadi," kata Gregorius melalui pernyataan resminya, Jumat (12/6).
(akr)
Lihat Juga :