Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
Senin, 15 Juni 2026 - 14:39 WIB
loading...
A
A
A
Nixon memaparkan bahwa 64% Gen Z Indonesia saat ini mengalami stres finansial. Kondisi ini memicu fenomena doom spending—belanja impulsif karena pesimisme terhadap masa depan—yang dipicu oleh kenaikan biaya hidup (53%), keinginan merasa lebih baik (35%), dan utang impulsif (32%).
Dalam paparannya, Nixon menekankan bahwa manajemen keuangan yang sehat menuntut perubahan pola pikir mendasar.
Menurutnya, alokasi untuk tabungan dan investasi harus diposisikan sebagai kewajiban yang disisihkan di awal, bukan sisa dari pengeluaran konsumtif. Ia juga mengarahkan mahasiswa untuk menetapkan tujuan keuangan berdasarkan skala waktu (jangka pendek, menengah, dan panjang) serta pentingnya membangun dana darurat yang likuid dengan target ideal 3 hingga 12 kali pengeluaran bulanan.
Terkait penggunaan instrumen utang, Nixon mengingatkan peserta untuk selalu menerapkan prinsip kehati-hatian, memastikan pinjaman hanya digunakan untuk kegiatan produktif, serta tidak memaksakan kemampuan bayar.
“Gen Z sangat dipengaruhi influencer finansial, padahal hanya 28% yang rutin memverifikasi nasihat tersebut. Saya mengajak Gen Z menerapkan Soft Saving, yaitu tetap menabung namun tetap menyisihkan uang untuk kebahagiaan dan kesehatan mental,” jelas Nixon.
Sebagai solusi nyata atas kebutuhan digital generasi ini, BTN telah menghadirkan SuperApp Bale by BTN. Hingga Mei 2026, aplikasi ini telah memiliki 4,22 juta user dengan 51,5 juta transaksi senilai Rp55,45 triliun. Nasabah Bale by BTN sendiri didominasi oleh Milenial (42,4%) dan Gen Z (37,7%), dengan fitur QRIS Payment sebagai transaksi yang paling sering digunakan. Selain itu, BTN juga terus memperluas Digital Store di area high-traffic untuk memberikan digital experience yang efisien bagi generasi muda.
Baca Juga: Kolaborasi BTN dan PosIND, Perluas Jangkauan Nasabah hingga Wilayah 3T
Dalam paparannya, Nixon menekankan bahwa manajemen keuangan yang sehat menuntut perubahan pola pikir mendasar.
Menurutnya, alokasi untuk tabungan dan investasi harus diposisikan sebagai kewajiban yang disisihkan di awal, bukan sisa dari pengeluaran konsumtif. Ia juga mengarahkan mahasiswa untuk menetapkan tujuan keuangan berdasarkan skala waktu (jangka pendek, menengah, dan panjang) serta pentingnya membangun dana darurat yang likuid dengan target ideal 3 hingga 12 kali pengeluaran bulanan.
Terkait penggunaan instrumen utang, Nixon mengingatkan peserta untuk selalu menerapkan prinsip kehati-hatian, memastikan pinjaman hanya digunakan untuk kegiatan produktif, serta tidak memaksakan kemampuan bayar.
“Gen Z sangat dipengaruhi influencer finansial, padahal hanya 28% yang rutin memverifikasi nasihat tersebut. Saya mengajak Gen Z menerapkan Soft Saving, yaitu tetap menabung namun tetap menyisihkan uang untuk kebahagiaan dan kesehatan mental,” jelas Nixon.
Sebagai solusi nyata atas kebutuhan digital generasi ini, BTN telah menghadirkan SuperApp Bale by BTN. Hingga Mei 2026, aplikasi ini telah memiliki 4,22 juta user dengan 51,5 juta transaksi senilai Rp55,45 triliun. Nasabah Bale by BTN sendiri didominasi oleh Milenial (42,4%) dan Gen Z (37,7%), dengan fitur QRIS Payment sebagai transaksi yang paling sering digunakan. Selain itu, BTN juga terus memperluas Digital Store di area high-traffic untuk memberikan digital experience yang efisien bagi generasi muda.
Baca Juga: Kolaborasi BTN dan PosIND, Perluas Jangkauan Nasabah hingga Wilayah 3T
Lihat Juga :