PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Selasa, 16 Juni 2026 - 20:21 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: PLN EPI Gandeng Sorbu Agro Energi Kembangkan Bioenergi Sorgum di Gorontalo
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kutai Kartanegara Santi Effendi menilai madu kelulut memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan karena dapat dikembangkan menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah tinggi.
"Budidaya madu kelulut memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Produk yang dihasilkan tidak hanya berupa madu, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk turunan seperti propolis dan berbagai produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi," ujarnya.
Santi menambahkan penguatan UMKM tidak cukup hanya melalui budidaya, melainkan juga perlu didukung pendampingan manajemen usaha, legalitas, pemasaran, hingga perluasan akses pasar. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menjadi faktor penting agar usaha yang dibangun mampu tumbuh secara berkelanjutan.
Program pengembangan madu kelulut ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dan juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDG 15 (Menjaga Ekosistem Daratan).
Melalui pengembangan budidaya madu kelulut, PLN EPI tidak hanya mendorong lahirnya UMKM yang lebih mandiri dan berdaya saing, tetapi juga membangun model ekonomi hijau yang mampu menghadirkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan bagi masyarakat Kutai Kartanegara.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kutai Kartanegara Santi Effendi menilai madu kelulut memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan karena dapat dikembangkan menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah tinggi.
"Budidaya madu kelulut memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Produk yang dihasilkan tidak hanya berupa madu, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk turunan seperti propolis dan berbagai produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi," ujarnya.
Santi menambahkan penguatan UMKM tidak cukup hanya melalui budidaya, melainkan juga perlu didukung pendampingan manajemen usaha, legalitas, pemasaran, hingga perluasan akses pasar. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menjadi faktor penting agar usaha yang dibangun mampu tumbuh secara berkelanjutan.
Program pengembangan madu kelulut ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dan juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDG 15 (Menjaga Ekosistem Daratan).
Melalui pengembangan budidaya madu kelulut, PLN EPI tidak hanya mendorong lahirnya UMKM yang lebih mandiri dan berdaya saing, tetapi juga membangun model ekonomi hijau yang mampu menghadirkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan bagi masyarakat Kutai Kartanegara.
(nng)
Lihat Juga :