Sumbang Rp4.900 Triliun ke PDB, Industri Halal Jadi Raksasa Baru Ekonomi Indonesia
Kamis, 18 Juni 2026 - 22:09 WIB
loading...
Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan bersama Pendiri ESQ Corp Ary Ginanjar Agustian saat acara penandatanganan MoU Kerja Sama Jaminan Produk Halal di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
A
A
A
JAKARTA - Industri halal nasional kini bukan lagi sekadar pasar komoditas biasa, melainkan telah menjelma menjadi raksasa baru yang menggerakkan roda perekonomian Indonesia. Berdasarkan data terbaru, sektor halal value chain sukses menyumbang sekitar 27 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan nilai ekonomi yang sangat fantastis, yakni mencapai Rp4.900 triliun.
Fakta tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BPJPH dan ESQ Corp terkait Pembangunan Budaya Organisasi, SDM, dan Manajemen Talenta di Kantor BPJPH, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
"Halal itu untuk semua. Halal bukan hanya bisnis besar, tetapi bisnis raksasa. Dalam sembilan bulan terakhir, dari Januari hingga September, industri halal telah menyumbang sekitar 27 persen terhadap PDB nasional dengan nilai ekonomi mencapai Rp4.900 triliun," ujar Haikal Hasan.
Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Menurut Haikal, capaian luar biasa ini menegaskan bahwa sektor halal adalah pilar utama penyokong stabilitas domestik. Guna menjaga momentum pertumbuhan ini, BPJPH menggandeng ESQ Corp untuk memperkuat fondasi sumber daya manusia (SDM) dan budaya kerja demi mempercepat akselerasi ekosistem halal di tanah air.
Senada dengan hal tersebut, Pendiri ESQ Corp, Ary Ginanjar Agustian, menilai bahwa kontribusi besar ini patut diapresiasi. Pihaknya menyatakan siap menerjunkan jaringan alumni ESQ yang berjumlah sekitar 2,5 juta orang untuk mengawal program kewajiban sertifikasi halal secara nasional.
"Kontribusi halal value chain yang telah mencapai 27 persen terhadap PDB nasional merupakan pencapaian luar biasa. Keberhasilan ini perlu dipertahankan melalui kepemimpinan yang kuat, budaya organisasi yang kokoh, dan manajemen talenta yang tepat," ungkap Ary Ginanjar.
Ary menambahkan, penguatan ekosistem ini sangat krusial agar sektor halal dapat terus berkembang dan menjadi salah satu motor penggerak utama dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen yang dicanangkan pemerintah.
Dukungan Insentif Pemerintah untuk UMK
Melambungnya angka kontribusi industri halal ini tidak lepas dari intervensi strategis pemerintah. Ary Ginanjar turut menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah menggulirkan program satu juta sertifikat halal gratis bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Kebijakan tersebut terbukti memberikan dampak masif pada penguatan ekonomi umat sekaligus mendongkrak daya saing produk lokal di pasar.
Dengan kolaborasi lintas sektor yang semakin solid, BPJPH dan ESQ Corp optimistis industri halal Indonesia tidak hanya menjadi raksasa di negeri sendiri, tetapi juga mampu menjadi lokomotif utama yang membawa Indonesia menuju target Indonesia Emas 2045.
Fakta tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BPJPH dan ESQ Corp terkait Pembangunan Budaya Organisasi, SDM, dan Manajemen Talenta di Kantor BPJPH, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
"Halal itu untuk semua. Halal bukan hanya bisnis besar, tetapi bisnis raksasa. Dalam sembilan bulan terakhir, dari Januari hingga September, industri halal telah menyumbang sekitar 27 persen terhadap PDB nasional dengan nilai ekonomi mencapai Rp4.900 triliun," ujar Haikal Hasan.
Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Menurut Haikal, capaian luar biasa ini menegaskan bahwa sektor halal adalah pilar utama penyokong stabilitas domestik. Guna menjaga momentum pertumbuhan ini, BPJPH menggandeng ESQ Corp untuk memperkuat fondasi sumber daya manusia (SDM) dan budaya kerja demi mempercepat akselerasi ekosistem halal di tanah air.
Senada dengan hal tersebut, Pendiri ESQ Corp, Ary Ginanjar Agustian, menilai bahwa kontribusi besar ini patut diapresiasi. Pihaknya menyatakan siap menerjunkan jaringan alumni ESQ yang berjumlah sekitar 2,5 juta orang untuk mengawal program kewajiban sertifikasi halal secara nasional.
"Kontribusi halal value chain yang telah mencapai 27 persen terhadap PDB nasional merupakan pencapaian luar biasa. Keberhasilan ini perlu dipertahankan melalui kepemimpinan yang kuat, budaya organisasi yang kokoh, dan manajemen talenta yang tepat," ungkap Ary Ginanjar.
Ary menambahkan, penguatan ekosistem ini sangat krusial agar sektor halal dapat terus berkembang dan menjadi salah satu motor penggerak utama dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen yang dicanangkan pemerintah.
Dukungan Insentif Pemerintah untuk UMK
Melambungnya angka kontribusi industri halal ini tidak lepas dari intervensi strategis pemerintah. Ary Ginanjar turut menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah menggulirkan program satu juta sertifikat halal gratis bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Kebijakan tersebut terbukti memberikan dampak masif pada penguatan ekonomi umat sekaligus mendongkrak daya saing produk lokal di pasar.
Dengan kolaborasi lintas sektor yang semakin solid, BPJPH dan ESQ Corp optimistis industri halal Indonesia tidak hanya menjadi raksasa di negeri sendiri, tetapi juga mampu menjadi lokomotif utama yang membawa Indonesia menuju target Indonesia Emas 2045.
(unt)
Lihat Juga :