AHY Ungkap Ego Sektoral Jadi Hambatan Tata Kelola Kebandarudaraan
Kamis, 25 Juni 2026 - 19:43 WIB
loading...
A
A
A
Kata AHY, sebagai langkah konkret, pemerintah kini tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap regulasi slot management dan pemberian kewenangan kepada operator bandara. Langkah ini mencakup penyusunan kebijakan bagi maskapai, pelaporan deklarasi sebelum keberangkatan, hingga integrasi sistem pengelolaan berbasis digital untuk meningkatkan transparansi serta efisiensi.
AHY menekankan bahwa peningkatan peringkat Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang kini berada di posisi 25 dunia menjadi bukti nyata bahwa perbaikan sistem membuahkan hasil. Ia optimistis dengan terus membenahi tata kelola, Indonesia mampu melompat ke jajaran 10 besar bandara terbaik di dunia dalam waktu dekat.
"Kenapa tidak Bandara Soekarno Hatta ini bisa menjadi 10 bandara terbaik di dunia? Sebetulnya dari tahun ke tahun telah terjadi peningkatan kualitas dan peringkat dibandingkan sejumlah bandara internasional secara negara sahabat," tambah AHY.
AHY juga menyoroti kompleksitas faktor eksternal yang memengaruhi industri penerbangan, termasuk dinamika geopolitik global dan fluktuasi harga minyak yang menyumbang 40% biaya operasional maskapai. Pemerintah telah menyiapkan skenario mitigasi untuk merespons ketidakpastian tersebut, termasuk menjaga stabilitas harga energi yang krusial bagi keberlangsungan industri penerbangan.
AHY menekankan bahwa peningkatan peringkat Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang kini berada di posisi 25 dunia menjadi bukti nyata bahwa perbaikan sistem membuahkan hasil. Ia optimistis dengan terus membenahi tata kelola, Indonesia mampu melompat ke jajaran 10 besar bandara terbaik di dunia dalam waktu dekat.
"Kenapa tidak Bandara Soekarno Hatta ini bisa menjadi 10 bandara terbaik di dunia? Sebetulnya dari tahun ke tahun telah terjadi peningkatan kualitas dan peringkat dibandingkan sejumlah bandara internasional secara negara sahabat," tambah AHY.
AHY juga menyoroti kompleksitas faktor eksternal yang memengaruhi industri penerbangan, termasuk dinamika geopolitik global dan fluktuasi harga minyak yang menyumbang 40% biaya operasional maskapai. Pemerintah telah menyiapkan skenario mitigasi untuk merespons ketidakpastian tersebut, termasuk menjaga stabilitas harga energi yang krusial bagi keberlangsungan industri penerbangan.
Lihat Juga :