Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
Kamis, 25 Juni 2026 - 22:38 WIB
loading...
A
A
A
Aloysia mengatakan perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membuat modus phishing semakin sulit dikenali. Pelaku kini dapat membuat email, pesan instan, hingga komunikasi digital yang tampak profesional dan menyerupai komunikasi resmi perusahaan.
"Jika dahulu pesan penipuan relatif mudah dikenali karena banyak kesalahan penulisan, kini pelaku mampu membuat komunikasi yang sangat menyerupai pesan resmi perusahaan. Karena itu, kami selalu mengingatkan pengguna untuk melakukan verifikasi sebelum memberikan informasi apa pun terkait akun mereka," ujarnya.
Selain itu, Microsoft Threat Intelligence mencatat metode QR phishing menjadi salah satu serangan siber dengan pertumbuhan tercepat pada kuartal pertama 2026. Volume serangan meningkat sekitar 146 persen, dari 7,6 juta kasus pada Januari menjadi 18,7 juta kasus pada Maret 2026.
Melalui modus tersebut, korban diarahkan menuju halaman login palsu melalui kode QR yang disisipkan pada email atau dokumen yang tampak resmi. Setelah pengguna memasukkan data akun, pelaku dapat mengambil alih akses dan menguras aset digital korban.
"Jika dahulu pesan penipuan relatif mudah dikenali karena banyak kesalahan penulisan, kini pelaku mampu membuat komunikasi yang sangat menyerupai pesan resmi perusahaan. Karena itu, kami selalu mengingatkan pengguna untuk melakukan verifikasi sebelum memberikan informasi apa pun terkait akun mereka," ujarnya.
Selain itu, Microsoft Threat Intelligence mencatat metode QR phishing menjadi salah satu serangan siber dengan pertumbuhan tercepat pada kuartal pertama 2026. Volume serangan meningkat sekitar 146 persen, dari 7,6 juta kasus pada Januari menjadi 18,7 juta kasus pada Maret 2026.
Melalui modus tersebut, korban diarahkan menuju halaman login palsu melalui kode QR yang disisipkan pada email atau dokumen yang tampak resmi. Setelah pengguna memasukkan data akun, pelaku dapat mengambil alih akses dan menguras aset digital korban.
Lihat Juga :