UATAS dan AFPI Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan

Jum'at, 26 Juni 2026 - 21:36 WIB
loading...
UATAS dan AFPI Ajak...
Program Pindar Mengajar bertajuk Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi yang digelar di Malang, Rabu (26/6). FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - PT Plus Ultra Abadi (UATAS) bersama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mengajak mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (UNISMA) untuk lebih bijak mengelola keuangan di tengah masifnya layanan keuangan digital. Edukasi tersebut disampaikan dalam program Pindar Mengajar bertajuk “Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi” yang digelar di Malang, Rabu (26/6).

"Di tengah kemudahan digitalisasi sekarang, nyatanya juga memberi tantangan pada generasi muda kaitannya dalam pengelolaan keuangan. Salah satunya sikap gengsi dan FOMO, lalu kemudahan akses transaksi digital dan impulse buying termasuk di dalamnya tren flash sale dan paylater," kata Direktur Pengembangan Bisnis UATAS Shintya Maulida dalam keterangan pers, Jumat (26/6/2026).

Baca Juga: Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital

Shintya mengatakan generasi Z saat ini menjadi salah satu kelompok penduduk terbesar di Indonesia dengan jumlah sekitar 75 juta jiwa atau hampir 28% dari total populasi nasional berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025. Karena itu, perilaku keuangan generasi muda dinilai akan sangat menentukan kualitas literasi dan kesehatan keuangan nasional di masa mendatang.

Menurut dia, kebebasan finansial tidak hanya ditentukan oleh besarnya pendapatan, tetapi juga kemampuan mengatur pengeluaran, menyusun prioritas, dan mempersiapkan kebutuhan masa depan. Untuk mengendalikan impulse buying, mahasiswa disarankan membuat anggaran bulanan, membatasi pengeluaran, menghindari belanja saat emosional, serta rutin mengevaluasi kondisi keuangan.



UATAS juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menggunakan fasilitas pinjaman digital. Shintya menegaskan keputusan mengambil pinjaman sebaiknya didasarkan pada kebutuhan mendesak dan kemampuan membayar, terutama jika dana digunakan untuk kebutuhan produktif atau pengembangan usaha.

Selain literasi keuangan, perusahaan turut memberikan edukasi mengenai keamanan data pribadi di tengah meningkatnya aktivitas digital masyarakat. Kesadaran menjaga keamanan data dinilai menjadi salah satu aspek penting dalam membangun ekosistem keuangan digital yang sehat dan aman.

"Sebagai generasi yang tumbuh bersama teknologi, mahasiswa memiliki peluang besar untuk memanfaatkan berbagai layanan digital secara produktif. Namun di saat yang sama, mereka juga perlu memahami risiko yang menyertainya agar dapat mengambil keputusan yang lebih bijak dan bertanggung jawab," ujar Shintya.

Baca Juga: Adapundi dan AFPI Perkuat Literasi Kuangan Melalui Edukasi 25 Jam

UATAS menyatakan akan terus mendukung berbagai program literasi dan inklusi keuangan bersama industri, regulator, dan institusi pendidikan. Langkah tersebut sejalan dengan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang menunjukkan indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia masih berada di level 66,46%, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 80,51%.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketidakpastian Ekonomi...
Ketidakpastian Ekonomi Dorong Pentingnya Proteksi Keuangan
Fintech Makin Dekat...
Fintech Makin Dekat dengan Gen Z, OVO Dorong Mahasiswa Lebih Cerdas Kelola Keuangan
Jadikan Bali Pusat Keuangan...
Jadikan Bali Pusat Keuangan Internasional, Purbaya Tawarkan Pajak 0 Persen
Setlary Indonesia-IFT...
Setlary Indonesia-IFT Group Kerja Sama Tingkatkan Literasi dan Pengelolaan Keuangan
Dilantik jadi Wamenkeu,...
Dilantik jadi Wamenkeu, Juda Agung Ungkap Arahan Prabowo
Resmi Dilantik Jadi...
Resmi Dilantik Jadi Wamenkeu, Airlangga Harap Juda Agung Perkuat Sinkronisasi Fiskal-Moneter
Malapraktik Penguatan...
Malapraktik Penguatan Rupiah dan IHSG
Tujuh Langkah Memperbaiki...
Tujuh Langkah Memperbaiki Keuangan Pesantren
5 Tips Menabung untuk...
5 Tips Menabung untuk Pernikahan agar Hemat dan Finansial Tetap Sehat
Rekomendasi
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Klasemen Peringkat Ketiga...
Klasemen Peringkat Ketiga Terbaik di Piala Dunia 2026: Senegal Jaga Asa
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Berita Terkini
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved