Seskab Teddy Beberkan Keberhasilan Program Magang Nasional: 30% Peserta Langsung Kerja
Senin, 29 Juni 2026 - 16:35 WIB
loading...
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya mengungkapkan, sebanyak 30% peserta Program Magang Nasional langsung diterima bekerja setelah menyelesaikan masa magang selama enam bulan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya mengungkapkan, sebanyak 30% peserta Program Magang Nasional langsung diterima bekerja setelah menyelesaikan masa magang selama enam bulan. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan program magang menjadi jembatan bagi lulusan baru untuk memasuki dunia kerja.
"Jadi dari 100 ribu peserta magang itu, setelah 6 bulan, 30 persen di antaranya itu langsung bekerja," kata Seskab, Teddy dalam konferensi pers yang digelar di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Senin (29/6/2026).
Teddy mengatakan, program tersebut sukses membantu lulusan perguruan tinggi, khususnya sarjana, memperoleh pengalaman kerja sekaligus penghasilan sebelum memasuki dunia kerja secara penuh. Baca Juga: Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
"Artinya apa? Program ini juga merupakan jembatan nyata bagi mahasiswa yang baru lulus kuliah untuk dapat langsung bekerja dan langsung dapat memperoleh penghasilan," lanjutnya.
Ia menjelaskan, selain mendapat peluang langsung kerja, peserta juga memperoleh penghasilan sesuai upah minimum kabupaten/kota (UMK) di lokasi penempatan. Besaran yang diterima berkisar Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan.
"Kemudian yang ketiga, diajari, dilatih oleh mentor-mentor di perusahaannya," tambah Teddy.
Baca Juga: 150 Ribu Peserta Magang Nasional 2026 Digaji UMP, Di Jakarta Dapat Rp5,7 Juta
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengumumkan, pendaftaran Program Magang Nasional 2026 angkatan kedua akan dibuka pada 15-28 Juli 2026. Pemerintah menambah kuota peserta menjadi 150.000 orang dari sebelumnya 100.000 orang dengan anggaran sebesar Rp4,2 triliun.
Yassierli mengatakan penambahan kuota tersebut sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Di mana disebutkan ini menjadi kabar baik bagi lulusan perguruan tinggi yang ingin memperoleh pengalaman kerja melalui program magang nasional.
"Insyaallah angkatan kedua kita sudah mulai siapkan. Hasil evaluasi kita, angkatan pertama 100 ribu orang, kemudian saya paparkan ke Pak Presiden, dan kemudian Pak Presiden memutuskan untuk menambah kuotanya menjadi 150 ribu," ungkap Yassierli.
"Jadi dari 100 ribu peserta magang itu, setelah 6 bulan, 30 persen di antaranya itu langsung bekerja," kata Seskab, Teddy dalam konferensi pers yang digelar di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Senin (29/6/2026).
Teddy mengatakan, program tersebut sukses membantu lulusan perguruan tinggi, khususnya sarjana, memperoleh pengalaman kerja sekaligus penghasilan sebelum memasuki dunia kerja secara penuh. Baca Juga: Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
"Artinya apa? Program ini juga merupakan jembatan nyata bagi mahasiswa yang baru lulus kuliah untuk dapat langsung bekerja dan langsung dapat memperoleh penghasilan," lanjutnya.
Ia menjelaskan, selain mendapat peluang langsung kerja, peserta juga memperoleh penghasilan sesuai upah minimum kabupaten/kota (UMK) di lokasi penempatan. Besaran yang diterima berkisar Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan.
"Kemudian yang ketiga, diajari, dilatih oleh mentor-mentor di perusahaannya," tambah Teddy.
Baca Juga: 150 Ribu Peserta Magang Nasional 2026 Digaji UMP, Di Jakarta Dapat Rp5,7 Juta
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengumumkan, pendaftaran Program Magang Nasional 2026 angkatan kedua akan dibuka pada 15-28 Juli 2026. Pemerintah menambah kuota peserta menjadi 150.000 orang dari sebelumnya 100.000 orang dengan anggaran sebesar Rp4,2 triliun.
Yassierli mengatakan penambahan kuota tersebut sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Di mana disebutkan ini menjadi kabar baik bagi lulusan perguruan tinggi yang ingin memperoleh pengalaman kerja melalui program magang nasional.
"Insyaallah angkatan kedua kita sudah mulai siapkan. Hasil evaluasi kita, angkatan pertama 100 ribu orang, kemudian saya paparkan ke Pak Presiden, dan kemudian Pak Presiden memutuskan untuk menambah kuotanya menjadi 150 ribu," ungkap Yassierli.
(akr)
Lihat Juga :