DEPO Tebar Dividen Rp10,2 Miliar, Fokus Perluas Ekspansi Bisnis
Senin, 29 Juni 2026 - 18:39 WIB
loading...
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) yang digelar pada Senin (29/6). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) membagikan dividen tunai sebesar Rp10,2 miliar kepada pemegang saham setelah mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025. Perseroan juga menegaskan komitmen memperkuat strategi ekspansi nasional melalui pengembangan jaringan toko, penguatan produk, dan transformasi digital.
Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Senin (29/6), termasuk pengesahan laporan tahunan, penggunaan laba bersih, perubahan susunan pengurus, serta laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO).
"Perseroan melihat peluang pertumbuhan yang masih terbuka seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat terhadap produk bahan bangunan dan home improvement di berbagai wilayah Indonesia," ujar Komisaris Utama Caturkarda Depo Bangunan Kambiyanto Kettin.
Baca Juga: Depo Bangunan Serahkan Hadiah Undian Tahap Utama Total Rp16 Miliar
Adapun DEPO membukukan pendapatan usaha sebesar Rp2,88 triliun sepanjang 2025 atau tumbuh 2,1% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp2,82 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang peningkatan penjualan organik di sejumlah wilayah operasional, dengan kontribusi terbesar berasal dari Bali.
Perseroan juga mencatat laba kotor sebesar Rp584,2 miliar, meningkat dibandingkan Rp557,3 miliar pada tahun sebelumnya. Sementara laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp77 miliar.
Pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp1,5 per saham dengan total nilai Rp10,2 miliar. Perseroan juga menetapkan dana cadangan sebesar Rp5 miliar, sedangkan sisa laba akan dicatat sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha.
Rapat juga menyetujui perubahan susunan pengurus Perseroan yang efektif berlaku mulai 1 Juli 2026. Henryanto Komala ditunjuk sebagai Direktur Utama Perseroan, sementara Kambiyanto Kettin diangkat menjadi Komisaris Utama.
Menurut Kambiyanto, perseroan akan melanjutkan strategi ekspansi jaringan toko secara selektif dengan mempertimbangkan potensi pasar, kualitas lokasi, dan disiplin investasi. Langkah tersebut diyakini dapat memperkuat posisi DEPO di industri ritel bahan bangunan nasional.
Selain pengembangan jaringan usaha, DEPO juga fokus meningkatkan profitabilitas melalui optimalisasi bauran produk, peningkatan kontribusi produk house brand, penguatan kerja sama dengan pemasok strategis, serta berbagai inisiatif efisiensi operasional.
Baca Juga: Investasi Tepat Sasaran, Pertamina NRE Raup Dividen dari CREC Filipina
Di sisi lain, pengembangan kanal digital tetap menjadi prioritas utama Perseroan sebagai bagian dari strategi omnichannel. "Melalui pendekatan omnichannel, Perseroan berupaya menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih mudah, nyaman, dan terintegrasi bagi pelanggan," ujar Kambiyanto.
Perseroan juga melaporkan seluruh dana bersih hasil IPO sebesar Rp487,8 miliar telah terealisasi sesuai rencana penggunaan, antara lain untuk belanja modal, pelunasan pinjaman, investasi pada entitas anak, serta modal kerja Perseroan.
Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Senin (29/6), termasuk pengesahan laporan tahunan, penggunaan laba bersih, perubahan susunan pengurus, serta laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO).
"Perseroan melihat peluang pertumbuhan yang masih terbuka seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat terhadap produk bahan bangunan dan home improvement di berbagai wilayah Indonesia," ujar Komisaris Utama Caturkarda Depo Bangunan Kambiyanto Kettin.
Baca Juga: Depo Bangunan Serahkan Hadiah Undian Tahap Utama Total Rp16 Miliar
Adapun DEPO membukukan pendapatan usaha sebesar Rp2,88 triliun sepanjang 2025 atau tumbuh 2,1% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp2,82 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang peningkatan penjualan organik di sejumlah wilayah operasional, dengan kontribusi terbesar berasal dari Bali.
Perseroan juga mencatat laba kotor sebesar Rp584,2 miliar, meningkat dibandingkan Rp557,3 miliar pada tahun sebelumnya. Sementara laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp77 miliar.
Pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp1,5 per saham dengan total nilai Rp10,2 miliar. Perseroan juga menetapkan dana cadangan sebesar Rp5 miliar, sedangkan sisa laba akan dicatat sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha.
Rapat juga menyetujui perubahan susunan pengurus Perseroan yang efektif berlaku mulai 1 Juli 2026. Henryanto Komala ditunjuk sebagai Direktur Utama Perseroan, sementara Kambiyanto Kettin diangkat menjadi Komisaris Utama.
Menurut Kambiyanto, perseroan akan melanjutkan strategi ekspansi jaringan toko secara selektif dengan mempertimbangkan potensi pasar, kualitas lokasi, dan disiplin investasi. Langkah tersebut diyakini dapat memperkuat posisi DEPO di industri ritel bahan bangunan nasional.
Selain pengembangan jaringan usaha, DEPO juga fokus meningkatkan profitabilitas melalui optimalisasi bauran produk, peningkatan kontribusi produk house brand, penguatan kerja sama dengan pemasok strategis, serta berbagai inisiatif efisiensi operasional.
Baca Juga: Investasi Tepat Sasaran, Pertamina NRE Raup Dividen dari CREC Filipina
Di sisi lain, pengembangan kanal digital tetap menjadi prioritas utama Perseroan sebagai bagian dari strategi omnichannel. "Melalui pendekatan omnichannel, Perseroan berupaya menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih mudah, nyaman, dan terintegrasi bagi pelanggan," ujar Kambiyanto.
Perseroan juga melaporkan seluruh dana bersih hasil IPO sebesar Rp487,8 miliar telah terealisasi sesuai rencana penggunaan, antara lain untuk belanja modal, pelunasan pinjaman, investasi pada entitas anak, serta modal kerja Perseroan.
(nng)
Lihat Juga :