Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI

Senin, 29 Juni 2026 - 22:58 WIB
loading...
Lindungi Bursa Saham...
Sebagai bagian dari mitigasi ancaman siber di sektor finansial, khususnya pasar bursa atau efek, ADIGSI menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Bagian dari mitigasi ancaman siber di sektor finansial, khususnya pasar bursa atau efek, Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia (ADIGSI) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI). Ketua Umum ADIGSI, Firlie Ganinduto mengingatkan, ancaman kejahatan siber yang terus berkembang dengan kecepatan yang mengkhawatirkan.

Berdasarkan laporan, proyeksi kerugian global akibat serangan siber mencapai sekitar USD10,5 triliun per tahun pada tahun 2025. "Ini peningkatan yang mengejutkan dari USD3 triliun pada tahun 2015," terang Firlie saat berbicara di Capital Market Cyber Resilience Forum, di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Firlie mengungkapkan, sebagian besar kerugian ini berasal dari ransomware dan pelanggaran data, dengan sektor jasa keuangan, perawatan kesehatan, dan manufaktur menjadi yang paling terdampak. Akibatnya, selain kerugian finansial, sektor-sektor ini juga menghadapi pengeluaran pemulihan sistem dan pertanggungjawaban hukum.

Baca Juga: ADIGSI Bersama Kedubes Inggris Perkuat Keamanan Siber

"Tentu itu belum termasuk juga kerusakan reputasi dari sebuah brand yang tentu berkaitan dengan perlindungan data nasabah atau konsumen," urainya.



Ia mengungkapkan, kerja sama ini bersifat strategis mengingat peran penting pasar bursa dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Di saat yang sama, ADIGSi sebagai ekosistem keamanan siber nasinal baru saja menjalin kemitraan dengan CREST International dan menetapkan standar global di bidang ini.

"Keamanan siber tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab fungsi teknologi informasi, tapi bagian dari tata kelola, manajemen risiko, keberlangsungan usaha, perlindungan konsumen, dan reputasi perusahaan yang tentu berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi," kata Firlie.

Melalui kolaborasi ini, ADIGSI akan menyiapkan Executive Cyber Resilience Assessment Program sebagai langkah awal bagi perusahaan efek untuk mengukur kesiapan sibernya. Termasuk menyediakan konseling bagi perusahaan efek untuk memperkuat keamanan sibernya serta kolaborasi pembentukan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) atau tim khusus yang untuk mencegah, mendeteksi, merespons, dan memulihkan sistem dari insiden serangan siber di pasar bursa.

"Ini akan menjadi referensi praktis yang dapat digunakan oleh perusahaan efek untuk melakukan evaluasi awal terhadap kesiapan dan ketahanan siber masing-masing," tutur Firlie.

Sementara Ketua APEI, Prama Nugraha menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, di tengah meningkatnya aksesibilitas, efisiensi, dan kualitas layanan perusahaan efek melalui digitalisasi, terdapat perluasan eksposur risiko siber.

Baca Juga: Menjaga Keamanan Data dari Ancaman Kejahatan Siber

Ancaman seperti phishing, social engineering, account takeover, ransomware, kebocoran data, serangan terhadap aplikasi dan API, penyalahgunaan akses internal, serta gangguan pada penyedia teknologi pihak ketiga dapat berdampak langsung terhadap operasional perusahaan.

"Di sinilah konteks perlindungan aset dan data nasabah, serta kepercayaan investor menjadi begitu penting," terangnya.

Nugraha berharap, penandatanganan Nota Kesepahaman antara APEI dan ADIGSI bisa menjadi landasan kolaborasi dalam penguatan kapasitas, peningkatan kesiapan, serta pembangunan ketahanan siber industri pasar modal Indonesia. "Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini, karena bagi kami kepercayaan nasabah begitu penting," tutupnya.

Sebagai informasi Capital Market Cyber Resilience Forum mengusung tema "Strengthening Trust and Security in the Digital Capital Market”. Kegiatan yang digelar ADIGSI dan APEI ini dirancang sebagai forum eksekutif dan pembelajaran praktis untuk memperkuat pemahaman serta kesiapan perusahaan efek dalam menghadapi risiko siber.

Selain sesi diskusi strategis, kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia (BEI), serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Semringah di Pembukaan,...
Semringah di Pembukaan, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,25% ke 6.099
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Pemerintah Ajukan RUU...
Pemerintah Ajukan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke DPR, Atur Mekanisme Penyidikan dan Sanksi
Ternyata 5,16 Miliar...
Ternyata 5,16 Miliar Serangan Siber Terjadi di Indonesia 2025
Rekomendasi
Profil Kolonel Marinir...
Profil Kolonel Marinir Profs Dhegratmen Syah Akbara, Perwira Petarung yang Jabat Dandenjaka
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Apakah Islam Mengenal...
Apakah Islam Mengenal Harta Gono-gini? Begini Penjelasan Hukum Kepemilikan Suami dan Istri
Berita Terkini
Kemnaker: Korban PHK...
Kemnaker: Korban PHK Tembus 43.000 Orang, Sektor Manufaktur Terbanyak
KTM Growth Forum 2026,...
KTM Growth Forum 2026, Bahas Kesiapan Talenta dan Suksesi Kepemimpinan
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved