Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
Selasa, 30 Juni 2026 - 21:46 WIB
loading...
PT Pertamina Port And Logistics (PPL) memperkuat komitmen keberlanjutan perusahaan melalui program rehabilitasi 600 mangrove di kawasan Shorebase Tanjung Batu, Balikpapan. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina Port And Logistics (PPL) memperkuat komitmen keberlanjutan perusahaan melalui program rehabilitasi 600 mangrove di kawasan Shorebase Tanjung Batu, Balikpapan, Kalimantan Timur. Program tersebut dijalankan sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan kawasan pesisir terhadap abrasi dan degradasi ekosistem.
Direktur Pertamina Port And Logistics Muhammad Akbar Thaib mengatakan rehabilitasi mangrove menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai keberlanjutan yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
"Penanaman mangrove ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Shorebase Tanjung Batu. Selain membantu mengurangi risiko abrasi dan mendukung penghijauan, kami berharap keberadaan mangrove dapat memberikan manfaat bagi ekosistem pesisir serta flora dan fauna di sekitarnya," ujar Muhammad Akbar Thaib dalam keterangan tertulis, Selasa (30/6/2026).
Baca Juga: Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Ia menambahkan perusahaan akan terus melanjutkan program rehabilitasi mangrove sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan pengembangan kawasan pesisir yang lebih tangguh.
Pelaksanaan program diawali dengan perencanaan komprehensif yang mencakup pemetaan lokasi, identifikasi kondisi lahan, serta pemilihan jenis mangrove yang disesuaikan dengan karakteristik lingkungan setempat untuk mendukung keberhasilan rehabilitasi.
Rehabilitasi dilakukan dengan pendekatan pengelolaan ekosistem melalui penyesuaian metode penanaman pada setiap zona pesisir. Pada area yang mengalami abrasi, program juga dilengkapi dengan langkah konservasi dan pemantauan bibit mangrove guna meningkatkan tingkat keberhasilan rehabilitasi.
Baca Juga: Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
PPL menyatakan program tersebut diharapkan mampu memperkuat perlindungan kawasan pesisir dari abrasi, menjaga keanekaragaman hayati, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Program rehabilitasi mangrove itu menjadi salah satu inisiatif perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. PPL berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai program keberlanjutan yang memberikan nilai tambah bagi lingkungan, masyarakat, dan para pemangku kepentingan.
Direktur Pertamina Port And Logistics Muhammad Akbar Thaib mengatakan rehabilitasi mangrove menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai keberlanjutan yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
"Penanaman mangrove ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Shorebase Tanjung Batu. Selain membantu mengurangi risiko abrasi dan mendukung penghijauan, kami berharap keberadaan mangrove dapat memberikan manfaat bagi ekosistem pesisir serta flora dan fauna di sekitarnya," ujar Muhammad Akbar Thaib dalam keterangan tertulis, Selasa (30/6/2026).
Baca Juga: Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Ia menambahkan perusahaan akan terus melanjutkan program rehabilitasi mangrove sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan pengembangan kawasan pesisir yang lebih tangguh.
Pelaksanaan program diawali dengan perencanaan komprehensif yang mencakup pemetaan lokasi, identifikasi kondisi lahan, serta pemilihan jenis mangrove yang disesuaikan dengan karakteristik lingkungan setempat untuk mendukung keberhasilan rehabilitasi.
Rehabilitasi dilakukan dengan pendekatan pengelolaan ekosistem melalui penyesuaian metode penanaman pada setiap zona pesisir. Pada area yang mengalami abrasi, program juga dilengkapi dengan langkah konservasi dan pemantauan bibit mangrove guna meningkatkan tingkat keberhasilan rehabilitasi.
Baca Juga: Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
PPL menyatakan program tersebut diharapkan mampu memperkuat perlindungan kawasan pesisir dari abrasi, menjaga keanekaragaman hayati, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Program rehabilitasi mangrove itu menjadi salah satu inisiatif perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. PPL berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai program keberlanjutan yang memberikan nilai tambah bagi lingkungan, masyarakat, dan para pemangku kepentingan.
(nng)
Lihat Juga :