Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%

Kamis, 02 Juli 2026 - 08:08 WIB
loading...
Pasokan Minyak Iran...
Semburan gas di sebuah anjungan produksi minyak terlihat berdampingan dengan bendera Iran di Teluk. FOTO/Reuters
A A A
TEHERAN - Iran mengekspor sekitar 50 juta barel minyak mentah dalam dua pekan setelah Amerika Serikat (AS) mencabut blokade laut terhadap pelabuhan energi negara tersebut. Lonjakan ekspor itu menandai pulihnya aktivitas perdagangan minyak Iran setelah sempat terhenti akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Selat Hormuz.

Perusahaan pelacak tanker TankerTrackers.com menyebut volume ekspor tersebut setara sekitar 1,66 juta barel per hari sepanjang Juni 2026, dengan sebagian besar pengiriman ditujukan ke pasar Asia, terutama China.

"Dalam sekitar enam minggu, minyak mentah Iran tertahan di fasilitas penyimpanan darat ketika aset angkatan laut AS memblokir lalu lintas kapal tanker keluar dari pelabuhan. Setelah blokade dicabut, pengiriman minyak bergerak sangat cepat," demikian pernyataan TankerTrackers.com melalui akun resminya di platform X dikutip dari Middle East Eye, Kamis (2/7/2026).

Baca Juga: Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal

Blokade laut AS mulai diberlakukan pada April 2026 seiring meningkatnya konflik dan ketegangan di Selat Hormuz. Dalam beberapa pekan, ekspor minyak Iran melalui jalur laut turun drastis dari sekitar 2,1 juta barel per hari menjadi hampir nol pada akhir Mei.

Pencabutan blokade dilakukan setelah Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman pada 17 Juni 2026. Kesepakatan sementara tersebut diikuti penerbitan otorisasi selama 60 hari oleh Departemen Keuangan AS yang mengizinkan produksi dan penjualan minyak mentah Iran hingga 21 Agustus 2026.

Setelah pembatasan dicabut sekitar 18 Juni, kapal tanker mulai meninggalkan pelabuhan Iran secara bertahap. Dalam pekan pertama saja, lebih dari 30 juta barel minyak dikirim ke pasar internasional, termasuk melalui kapal tanker Hero II dan Diona yang membawa total lebih dari 3,8 juta barel minyak mentah.



Pulihnya pasokan minyak Iran turut mempengaruhi pasar energi global. Harga minyak dunia tercatat turun lebih dari empat persen setelah pengumuman dimulainya kembali ekspor dan tercapainya kesepakatan sementara antara Washington dan Teheran.

China disebut menjadi pembeli utama minyak Iran setelah ekspor kembali dibuka. Selama ini, perusahaan penyulingan minyak China dikenal sebagai salah satu konsumen terbesar minyak Iran, termasuk melalui jalur perdagangan tidak langsung untuk menghindari kompleksitas sanksi.

Baca Juga: Siap-siap Banjir Pasokan Minyak Dunia, Morgan Stanley Koreksi Harga Brent di Angka USD75/Barel

Selain berdampak pada pasar energi, perkembangan tersebut juga mempengaruhi sentimen pasar keuangan global. Bitcoin tercatat menguat sekitar dua persen setelah kesepakatan sementara AS-Iran diumumkan ke publik.

Sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia melewati Selat Hormuz sehingga stabilitas kawasan itu dinilai sangat penting bagi rantai pasok energi global. Normalisasi kembali lalu lintas pelayaran di jalur tersebut dipandang menjadi sinyal meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Pengamat kini menyoroti kelanjutan negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat yang berlangsung di Swiss. Perkembangan pembicaraan tersebut dinilai akan menentukan keberlanjutan ekspor minyak Iran dan stabilitas jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz dalam beberapa bulan ke depan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siap-siap Banjir Pasokan...
Siap-siap Banjir Pasokan Minyak Dunia, Morgan Stanley Koreksi Harga Brent di Angka USD75/Barel
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Rekomendasi
Pilot Pesawat AMA PK-RCY...
Pilot Pesawat AMA PK-RCY yang Dibakar di Bandara Ipdeheik Papua Tewas
5 Akhlak Dasar Muslim...
5 Akhlak Dasar Muslim yang Kini Mulai Langka, Nomor 5 Jadi Kunci Menjaga Ukhuwah
Breaking News! Kejagung...
Breaking News! Kejagung Tetapkan Brigjen Pol LMI Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Ompreng MBG
Berita Terkini
Waste-to-Energy Dinilai...
Waste-to-Energy Dinilai Efektif Atasi Sampah Nasional, Asal Masyarakat Dilibatkan
Purbaya Sangkal Merah...
Purbaya Sangkal Merah Putih Bond Jadi Celah Pencucian Uang, Singgung Peran Singapura
Pemadaman Listrik Ungkap...
Pemadaman Listrik Ungkap Pentingnya Sinkronisasi RKAB dan Pasokan Batu Bara
ICDX dan Bursa Komoditas...
ICDX dan Bursa Komoditas Belarus Jalin Kerja Sama Perdagangan Internasional
EMAS Tembus Bursa Hong...
EMAS Tembus Bursa Hong Kong, Analis: Jadi Booster Citra Investasi Indonesia
Daud Joseph Mundur dari...
Daud Joseph Mundur dari Dirut PT Pos Indonesia usai Penggabungan BUMN Logistik
Infografis
Iran Kembali Sita Kapal...
Iran Kembali Sita Kapal Tanker Minyak, Kali Ini di Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved