Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
Minggu, 05 Juli 2026 - 12:50 WIB
loading...
A
A
A
Sebaliknya, pertumbuhan pelaku usaha digital masih tertinggal. Jumlah masyarakat yang memanfaatkan internet untuk berjualan hanya naik dari 5,9 juta orang pada 2019 menjadi 9,7 juta orang pada 2025. Bahkan dalam tiga tahun terakhir, jumlahnya cenderung datar di kisaran 9 juta orang.
Baca Juga: Percepatan Implementasi 5G Jadi Kunci Daya Saing Ekonomi Digital
Menurut Reza, perbedaan pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa ekosistem e-commerce Indonesia masih lebih kuat sebagai pasar konsumsi dibandingkan sebagai ruang tumbuhnya pelaku usaha baru.
"Platform digital berhasil memudahkan masyarakat berbelanja, namun jumlah masyarakat yang mampu naik kelas menjadi pelaku usaha digital belum bertambah secepat pertumbuhan konsumennya. Ini menjadi tantangan besar bagi agenda ekonomi digital Indonesia," ungkapnya.
Reza menjelaskan, juga menemukan bahwa kemampuan memanfaatkan internet untuk kegiatan ekonomi berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Semakin tinggi kelas ekonomi seseorang, semakin besar peluangnya memanfaatkan internet untuk aktivitas yang menghasilkan nilai ekonomi.
Pada kelompok masyarakat miskin, hanya sekitar 11,43% pengguna internet yang melakukan pembelian barang atau jasa secara daring. Adapun yang memanfaatkan internet untuk berjualan hanya mencapai 2,07%.
Sebaliknya pada kelompok kelas atas, lebih dari separuh pengguna internet atau 54,49% telah berbelanja secara daring, sementara 11,64% telah menggunakan internet sebagai sarana menjual barang maupun jasa.
Baca Juga: Percepatan Implementasi 5G Jadi Kunci Daya Saing Ekonomi Digital
Menurut Reza, perbedaan pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa ekosistem e-commerce Indonesia masih lebih kuat sebagai pasar konsumsi dibandingkan sebagai ruang tumbuhnya pelaku usaha baru.
"Platform digital berhasil memudahkan masyarakat berbelanja, namun jumlah masyarakat yang mampu naik kelas menjadi pelaku usaha digital belum bertambah secepat pertumbuhan konsumennya. Ini menjadi tantangan besar bagi agenda ekonomi digital Indonesia," ungkapnya.
Reza menjelaskan, juga menemukan bahwa kemampuan memanfaatkan internet untuk kegiatan ekonomi berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Semakin tinggi kelas ekonomi seseorang, semakin besar peluangnya memanfaatkan internet untuk aktivitas yang menghasilkan nilai ekonomi.
Pada kelompok masyarakat miskin, hanya sekitar 11,43% pengguna internet yang melakukan pembelian barang atau jasa secara daring. Adapun yang memanfaatkan internet untuk berjualan hanya mencapai 2,07%.
Sebaliknya pada kelompok kelas atas, lebih dari separuh pengguna internet atau 54,49% telah berbelanja secara daring, sementara 11,64% telah menggunakan internet sebagai sarana menjual barang maupun jasa.
Lihat Juga :