Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Jum'at, 10 Juli 2026 - 20:38 WIB
loading...
A
A
A
IEA juga mencatat ekspor minyak dari kawasan Teluk naik 6,5 juta barel per hari menjadi 16,1 juta barel per hari karena sebagian pengiriman dialihkan dari Selat Hormuz. Kendati demikian, angka tersebut masih jauh di bawah rata-rata sebelum perang yang mencapai sekitar 24 juta barel per hari. Pada saat yang sama, persediaan minyak global mulai meningkat setelah sebelumnya terus menyusut akibat gangguan pasokan.
Dalam proyeksinya, IEA mengasumsikan gencatan senjata antara AS dan Iran dapat dipertahankan sehingga aktivitas pelayaran di Selat Hormuz pulih secara bertahap. Dengan asumsi tersebut, pasokan minyak dunia diperkirakan masih menyusut 3,7 juta barel per hari pada 2026 sebelum kembali meningkat 7,5 juta barel per hari pada tahun berikutnya, sehingga pasar berpotensi kembali mengalami surplus.
Baca Juga: Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Meski demikian, IEA mengingatkan prospek pasar energi global masih dibayangi risiko meningkatnya kembali ketegangan di Timur Tengah. Serangan Iran terhadap sejumlah kapal dagang diikuti operasi militer AS ke puluhan sasaran di Iran dan pencabutan izin ekspor minyak negara tersebut, yang kemudian dibalas Iran dengan serangan ke Bahrain dan Kuwait serta pengetatan lalu lintas kapal di Selat Hormuz.
Data Kpler menunjukkan jumlah kapal tanker yang melintasi selat itu turun menjadi hanya 13 unit pada Rabu, dari rata-rata 33 kapal per hari pada pekan sebelumnya, sehingga memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas pasokan energi global.
Dalam proyeksinya, IEA mengasumsikan gencatan senjata antara AS dan Iran dapat dipertahankan sehingga aktivitas pelayaran di Selat Hormuz pulih secara bertahap. Dengan asumsi tersebut, pasokan minyak dunia diperkirakan masih menyusut 3,7 juta barel per hari pada 2026 sebelum kembali meningkat 7,5 juta barel per hari pada tahun berikutnya, sehingga pasar berpotensi kembali mengalami surplus.
Baca Juga: Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Meski demikian, IEA mengingatkan prospek pasar energi global masih dibayangi risiko meningkatnya kembali ketegangan di Timur Tengah. Serangan Iran terhadap sejumlah kapal dagang diikuti operasi militer AS ke puluhan sasaran di Iran dan pencabutan izin ekspor minyak negara tersebut, yang kemudian dibalas Iran dengan serangan ke Bahrain dan Kuwait serta pengetatan lalu lintas kapal di Selat Hormuz.
Data Kpler menunjukkan jumlah kapal tanker yang melintasi selat itu turun menjadi hanya 13 unit pada Rabu, dari rata-rata 33 kapal per hari pada pekan sebelumnya, sehingga memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas pasokan energi global.
(nng)
Lihat Juga :