Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:56 WIB
loading...
Mengulik Pemicu Fenomena...
Masyarakat Indonesia menunjukkan fenomena lipstick effect di tengah ketidakpastian ekonomi, serta memicu berkembangnya financial anxiety atau kecemasan finansial. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Di tengah berbagai tantangan ekonomi, masyarakat Indonesia menunjukkan fenomena yang dikenal sebagai lipstick effect , yakni kecenderungan tetap membeli barang atau layanan yang memberikan kepuasan emosional dengan harga relatif terjangkau di tengah ketidakpastian ekonomi.

Fenomena ini tercermin dari tetap ramainya pusat perbelanjaan, kafe, hingga meningkatnya konsumsi berbagai produk affordable luxury sebagai bentuk self-reward untuk meredakan tekanan ekonomi.

Di sisi lain meningkatnya biaya hidup, ketidakpastian ekonomi global, serta dinamika pasar tenaga kerja turut memicu berkembangnya financial anxiety atau kecemasan finansial. Kondisi ini mendorong sebagian masyarakat mencari pelarian melalui konsumsi affordable luxury sebagai cara menjaga keseimbangan emosional.

Baca Juga: Fenomena Lipstick Effect Viral, Ini Alasan Cafe dan Mall Tetap Penuh saat Ekonomi Sulit

Berdasarkan Indonesia Millennial & Gen Z Report 2027, sebanyak 65,8% responden mengaku menunda atau menahan pengeluaran karena khawatir kondisi keuangan mereka akan memburuk di masa depan. Sementara itu 69,1% responden menyatakan, lebih membutuhkan konten yang memberikan solusi praktis mengenai pengelolaan keuangan dibandingkan narasi yang hanya menekankan risiko kemiskinan.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa financial anxiety tidak lagi sekadar persoalan psikologis, tetapi mulai memengaruhi keputusan ekonomi sehari-hari, mulai dari pola konsumsi, kebiasaan menabung, hingga keputusan berinvestasi.



Berbagai faktor menjadi pemicu meningkatnya financial anxiety, antara lain kenaikan biaya hidup, kualitas lapangan kerja yang belum sepenuhnya mampu mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja, serta tekanan sosial akibat gaya hidup di media sosial yang mendorong budaya perbandingan.

Direktur PT Insight Investments Management (IIM) , Ria M Warganda menilai, fenomena tersebut merupakan refleksi meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ketahanan finansial di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian.

Menurut Ria, financial anxiety dan lipstick effect merupakan respons psikologis yang wajar ketika masyarakat menghadapi ketidakpastian ekonomi. Karena itu, tidak mengherankan jika banyak orang menunda keputusan finansial yang besar dan memilih pengeluaran kecil untuk menjaga keseimbangan emosional.

Baca Juga: Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi

"Namun, tantangan terbesarnya adalah memastikan kecemasan ini tidak melumpuhkan langkah-langkah strategis kita. Kebiasaan belanja tersebut harus tetap diimbangi dengan menabung dan berinvestasi secara konsisten agar momentum ini bisa menjadi dorongan untuk membangun perencanaan keuangan jangka panjang yang lebih baik," ujar Ria, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, langkah pertama yang perlu dilakukan masyarakat adalah membangun fondasi keuangan melalui pengelolaan arus kas, penyediaan dana darurat, serta investasi yang disesuaikan dengan tujuan dan profil risiko masing-masing.

"Investasi bukan sekadar mengejar potensi imbal hasil, melainkan proses membangun ketahanan finansial secara bertahap. Melalui strategi yang tepat dan dilakukan secara konsisten, masyarakat dapat menjadi lebih siap menghadapi ketidakpastian sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dalam mengelola keuangan mereka," katanya.

Financial Anxiety Perlu Direspons dengan Literasi Keuangan

Ria menambahkan, meningkatnya financial anxiety perlu direspons melalui peningkatan literasi keuangan serta evaluasi kondisi finansial sebelum mengambil keputusan investasi.

"Semakin baik literasi keuangan seseorang, semakin besar kemampuannya mengambil keputusan secara rasional, termasuk dalam memilih instrumen investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan finansialnya," jelasnya.

Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keuangan, edukasi mengenai pengelolaan aset dan investasi diperkirakan akan menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga Indonesia.

Reksa Dana Pasar Uang Jadi Alternatif

Di tengah meningkatnya kebutuhan akan instrumen investasi yang relatif stabil, reksa dana pasar uang menjadi salah satu alternatif yang banyak dipertimbangkan, terutama bagi investor dengan profil risiko konservatif maupun investor pemula.

Sebagai salah satu produk reksa dana pasar uang yang dikelola PT Insight Investments Management, Insight Money (I-Money) menginvestasikan dana pada instrumen pasar uang dan efek bersifat utang dengan tenor maksimal satu tahun.

Karakteristik tersebut dirancang untuk memberikan diversifikasi risiko sekaligus menjaga stabilitas portofolio di tengah volatilitas pasar, meskipun investasi tetap mengandung risiko dan kinerja historis tidak menjamin hasil pada masa mendatang.

Berdasarkan Fund Fact Sheet PT IIM per Juni 2026, Insight Money (I-Money) mencatatkan kinerja kumulatif 92,96% sejak diluncurkan pada Desember 2015, melampaui Infovesta Money Market Fund Index yang tumbuh 58,44% pada periode yang sama.

Dalam periode yang lebih pendek, I-Money juga membukukan kinerja: 30,70% dalam lima tahun; 18,33% dalam tiga tahun; dan 5,31% dalam satu tahun terakhir.

Pencapaian tersebut menunjukkan konsistensi I-Money dalam menghasilkan pertumbuhan investasi sekaligus menjaga stabilitas portofolio di tengah dinamika pasar. Sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang, reksa dana dapat menjadi salah satu instrumen investasi yang dipertimbangkan karena dikelola secara profesional oleh manajer investasi dengan prinsip diversifikasi.

Untuk mempermudah akses investasi, PT IIM menyediakan berbagai produk reksa dana melalui mitra distribusi resmi maupun aplikasi Reksa Dana Online (RDO) InvestasiIN. Melalui platform digital tersebut, masyarakat dapat bertransaksi dan memantau perkembangan portofolio investasi secara real-time.

Selain kemudahan akses, InvestasiIN juga menawarkan transparansi sosial. Investor dapat memilih tema kontribusi sosial (CSR) yang diusung masing-masing produk reksa dana Insight sekaligus memantau perkembangan program pemberdayaan masyarakat yang didukung oleh investasi mereka.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AllianzGI Sebut Pasar...
AllianzGI Sebut Pasar Global Masih Resilien, Seleksi Aset Jadi Kunci di Tengah Ketidakpastian
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Hadapi Ketidakpastian...
Hadapi Ketidakpastian Global, Gajah Tunggal Andalkan Efisiensi dan Inovasi
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
Fenomena Lipstick Effect...
Fenomena Lipstick Effect Viral, Ini Alasan Cafe dan Mall Tetap Penuh saat Ekonomi Sulit
DPRD Optimistis Ekonomi...
DPRD Optimistis Ekonomi Jabar hingga Akhir Tahun 2025 Melonjak
Redenominasi Rupiah:...
Redenominasi Rupiah: Perlukah Sekarang?
Rekomendasi
Dongkrak Ekonomi Perdesaan,...
Dongkrak Ekonomi Perdesaan, 10 Asosiasi Desa Dukung Kopdes Merah Putih
3 Pelaku Pembobolan...
3 Pelaku Pembobolan Bank Jambi Senilai Rp144,82 Miliar Jadi Tersangka
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Berita Terkini
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
Infografis
5 Pesepak Bola Dunia...
5 Pesepak Bola Dunia yang Tetap Puasa di Tengah Kompetisi Padat Ramadan 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved