Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
Kamis, 16 Juli 2026 - 22:02 WIB
loading...
A
A
A
Bio-TCV merupakan vaksin tifoid konjugat yang dikembangkan untuk membantu mencegah demam tifoid akibat infeksi bakteri Salmonella typhi. Vaksin ini dapat diberikan mulai usia enam bulan hingga dewasa sesuai indikasi yang telah memperoleh persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.
Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Vaksin, Bio Farma Siapkan 3 Strategi
Indonesia sendiri masih menjadi negara endemis tifoid. Data World Health Organization (WHO) tahun 2024 menunjukkan terdapat sekitar 9 juta kasus demam tifoid setiap tahun di dunia dengan sekitar 110 ribu kematian. Di Indonesia, prevalensi tifoid diperkirakan mencapai 1,6% dari populasi dengan angka kejadian sekitar 148,7 per 100.000 penduduk.
Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus mengatakan, penguatan kedaulatan kesehatan menjadi salah satu strategi Indonesia dalam menghadapi tantangan kesehatan di masa depan. Menurutnya, kedaulatan kesehatan berarti kemampuan bangsa untuk mandiri dalam penelitian, pengembangan, dan produksi produk kesehatan strategis, termasuk vaksin.
"Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, peneliti, industri, dan regulator menjadi kunci untuk mempercepat lahirnya inovasi yang berdampak bagi masyarakat. Indonesia masih menghadapi beban kasus tifoid yang tinggi sehingga membutuhkan solusi pencegahan yang efektif dan berkelanjutan. Kehadiran Bio-TCV menunjukkan bahwa melalui sinergi yang kuat, kita mampu memperkuat kemandirian dan ketahanan kesehatan nasional," ujar Benjamin Paulus Octavianus.
Pengembangan Bio-TCV merupakan hasil kolaborasi jangka panjang Bio Farma bersama International Vaccine Institute (IVI) sejak 2010 yang diperkuat melalui transfer teknologi pada 2013. Dalam prosesnya, Bio Farma juga bekerja sama dengan FKUI-RSCM untuk melaksanakan uji klinis fase I, II, dan III sesuai standar ilmiah, etik, dan regulasi.
Lihat Juga :