Selamat, Tol Pekanbaru-Dumai Siap Beroperasi dan Dongkrak Ekonomi Masyarakat
Kamis, 24 September 2020 - 16:53 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya Presiden RI, Jokowi sempat mengatakan bahwa pemerintah maupun masyarakat punya harapan besar dengan akan dioperasionalkannya tol Permai terutama dari sisi mobilisasi. "Diharapkan dengan dioperasionalkannya tol ini semuanya akan menjadi lebih cepat. Angkutan barang cepat, angkutan orang juga bisa menjadi lebih cepat. Makanya operasional tol juga kita harapkan lebih cepat," kata Jokowi.
Sehari sebelumnya pada Kamis (20/2), Menteri PUPR, Basuki melakukan tinjauan terlebih dahulu ke tol ruas Pekanbaru -Dumai. Menyusuri jalan tol mulai dari gerbang tol Pekanbaru yang berada di seksi 1 hingga seksi 6 di Dumai, Menteri Basuki menyampaikan apresiasi kerja keras dan kerja cerdas Hutama Karya Grup yang telah berkolaborasi menghadirkan karya terbaik Hutama Karya di Sumatera.
“Satu lagi produk HK di Sumatera. Setelah tol terpanjang, sekarang tol dengankualitas lebih baik. Selamat bekerja.” pesan Basuki kepada segenap pejuang konstruksi Hutama Karya di lapangan.
Apresiasi juga disampaikan Gubernur Provinsi Riau Syamsuar bahwa keberadaan tol Pekanbaru – Dumai tak hanya memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah namun juga memberikan kemudahan akses transportasi dalam melakukan koordinasi antar provinsi.
"Selain itu, keberadaan Tol Pekanbaru –Dumai juga akan meningkatkan arus ekspor dan impor. Melalui Pelabuhan Dumai sebagai pelabuhan utama Provinsi Riau sekaligus pintu utama ekpor dan impor. “Pelabuhan Dumai juga dikembangkan sebagai pelabuhan penyebrangan antar negara yaitu dengan akan dioperasionalkannya RoRo Dumai – Melaka sebagai hasil kesepakatan kerjasama Indonesia, Malaysia, Thailand, Brunei. Melalui pelabuhan ini, pastinya akan meningkatkan arus ekspor dan impor,” jelas Syamsuar.
Tol Pekanbaru -Dumai merupakan jalan tol pertama di Provinsi Riau, Hutama Karya berharap kepada seluruh pengguna jalan agar dapat mematuhi ketentuan dan tata tertib yang berlaku di jalan tol, serta untuk selalu berhati-hati dan tetap menjaga kecepatan berkendara maksimum di rata-rata 60 –80 km/jam.
Hutama Karya juga menghimbau agar pengguna jalan dapat mengecek kondisi kendaraan sebelum berkendara di jalan tol, berkendara dalam kondisi prima, mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, serta memastikan kecukupan saldo Uang Elektronik (UE) sebelum melintas di Jalan Tol.
Sehari sebelumnya pada Kamis (20/2), Menteri PUPR, Basuki melakukan tinjauan terlebih dahulu ke tol ruas Pekanbaru -Dumai. Menyusuri jalan tol mulai dari gerbang tol Pekanbaru yang berada di seksi 1 hingga seksi 6 di Dumai, Menteri Basuki menyampaikan apresiasi kerja keras dan kerja cerdas Hutama Karya Grup yang telah berkolaborasi menghadirkan karya terbaik Hutama Karya di Sumatera.
“Satu lagi produk HK di Sumatera. Setelah tol terpanjang, sekarang tol dengankualitas lebih baik. Selamat bekerja.” pesan Basuki kepada segenap pejuang konstruksi Hutama Karya di lapangan.
Apresiasi juga disampaikan Gubernur Provinsi Riau Syamsuar bahwa keberadaan tol Pekanbaru – Dumai tak hanya memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah namun juga memberikan kemudahan akses transportasi dalam melakukan koordinasi antar provinsi.
"Selain itu, keberadaan Tol Pekanbaru –Dumai juga akan meningkatkan arus ekspor dan impor. Melalui Pelabuhan Dumai sebagai pelabuhan utama Provinsi Riau sekaligus pintu utama ekpor dan impor. “Pelabuhan Dumai juga dikembangkan sebagai pelabuhan penyebrangan antar negara yaitu dengan akan dioperasionalkannya RoRo Dumai – Melaka sebagai hasil kesepakatan kerjasama Indonesia, Malaysia, Thailand, Brunei. Melalui pelabuhan ini, pastinya akan meningkatkan arus ekspor dan impor,” jelas Syamsuar.
Tol Pekanbaru -Dumai merupakan jalan tol pertama di Provinsi Riau, Hutama Karya berharap kepada seluruh pengguna jalan agar dapat mematuhi ketentuan dan tata tertib yang berlaku di jalan tol, serta untuk selalu berhati-hati dan tetap menjaga kecepatan berkendara maksimum di rata-rata 60 –80 km/jam.
Hutama Karya juga menghimbau agar pengguna jalan dapat mengecek kondisi kendaraan sebelum berkendara di jalan tol, berkendara dalam kondisi prima, mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, serta memastikan kecukupan saldo Uang Elektronik (UE) sebelum melintas di Jalan Tol.
(atk)