Branding CHSE Jadi Kunci Sektor Pariwisata Bangkit
Jum'at, 25 September 2020 - 23:51 WIB
loading...
A
A
A
"Konsumen akan semakin mature beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Tren ke depan, traveler lebih self-service dan semua akan mengarah ke digital untuk mengurangi kontak fisik," jelasnya.
Ketiga, Less Crowd Economy. Wisatawan akan memilih destinasi dan atraksi yang jauh dari keramaian dan di remote area. Wellness dan mindfulness akan kian dicari di tengah ketakutan dan kecemasan mental akibat pandemi.
"Konsumen kecenderungannya akan mencari wisata alam dengan konsep Nature, Eco, Wellness, dan Adventure (NEWA)," jelas Yuswohady.
Keempat, Low Mobility. Wisatawan akan cenderung melakukan perjalanan pendek. Di awal, perjalanan dengan pesawat dihindari dan mereka lebih memilih menggunakan transportasi darat (roadtrip) terutama mobil pribadi.
"Jadi akan muncul micro travelers, wisatawan akan cenderung menghindari berwisata secara grup. Jaraknya tidak panjang, mungkin 5-6 jam dan waktunya tidak lama," tutur Yuswohady.
Ketiga, Less Crowd Economy. Wisatawan akan memilih destinasi dan atraksi yang jauh dari keramaian dan di remote area. Wellness dan mindfulness akan kian dicari di tengah ketakutan dan kecemasan mental akibat pandemi.
"Konsumen kecenderungannya akan mencari wisata alam dengan konsep Nature, Eco, Wellness, dan Adventure (NEWA)," jelas Yuswohady.
Keempat, Low Mobility. Wisatawan akan cenderung melakukan perjalanan pendek. Di awal, perjalanan dengan pesawat dihindari dan mereka lebih memilih menggunakan transportasi darat (roadtrip) terutama mobil pribadi.
"Jadi akan muncul micro travelers, wisatawan akan cenderung menghindari berwisata secara grup. Jaraknya tidak panjang, mungkin 5-6 jam dan waktunya tidak lama," tutur Yuswohady.
(akr)
Lihat Juga :