Laba Bersih BRI Syariah Naik 150% di Kuartal I/2020
Selasa, 05 Mei 2020 - 14:35 WIB
loading...
A
A
A
Peningkatan tabungan payroll ini, menurut dia membuka potensi peningkatan penyaluran pembiayaan salary based financing. “Ini juga merupakan strategi pemilihan bisnis yang memiliki daya tahan lebih tinggi pada saat pandemi. Karena cash flow nasabah tabungan payroll terpantau oleh kami, sehingga pembiayaan nasabah payroll ini beresiko lebih rendah,” jelas Alun.
Di sisi pembiayaan, pertumbuhan pembiayaan BRIsyariah pada triwulan I 2020 disokong oleh pembiayaan segmen ritel. Pembiayaan ritel BRIsyariah pada triwulan I 2020 tercatat sebesar Rp20,5 triliun, tumbuh sebesar 49,74% yoy. Pembiayaan ritel ini termasuk segmen kecil menengah dan kemitraan, konsumer serta mikro.
Secara rinci, pembiayaan segmen kecil menengah dan kemitraan tercatat sebesar Rp6,07 triliun pada Maret 2020 tumbuh 71% yoy. Pembiayaan segmen konsumer pada Maret 2020 tercatat sebesar Rp8,94 triliun, tumbuh 31,6% yoy.
Sementara pembiayaan segmen mikro tumbuh 63,55% yoy, tercatat sebesar Rp5,6 triliun pada Maret 2020. "Pertumbuhan pembiayaan ritel ini selaras dengan visi misi BRIsyariah, yaitu menjadi bank ritel terkemuka dengan beragam layanan," ungkap Alun.
Di sisi pembiayaan, pertumbuhan pembiayaan BRIsyariah pada triwulan I 2020 disokong oleh pembiayaan segmen ritel. Pembiayaan ritel BRIsyariah pada triwulan I 2020 tercatat sebesar Rp20,5 triliun, tumbuh sebesar 49,74% yoy. Pembiayaan ritel ini termasuk segmen kecil menengah dan kemitraan, konsumer serta mikro.
Secara rinci, pembiayaan segmen kecil menengah dan kemitraan tercatat sebesar Rp6,07 triliun pada Maret 2020 tumbuh 71% yoy. Pembiayaan segmen konsumer pada Maret 2020 tercatat sebesar Rp8,94 triliun, tumbuh 31,6% yoy.
Sementara pembiayaan segmen mikro tumbuh 63,55% yoy, tercatat sebesar Rp5,6 triliun pada Maret 2020. "Pertumbuhan pembiayaan ritel ini selaras dengan visi misi BRIsyariah, yaitu menjadi bank ritel terkemuka dengan beragam layanan," ungkap Alun.
(akr)
Lihat Juga :