Terhambat Regulasi, Industri Mebel dan Kerajinan Perlu Diselamatkan
Selasa, 06 Oktober 2020 - 08:35 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Abdul, wacana itu sama sekali tidak mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap perekonomian nasional secara keseluruhan. Ekspor log akan membuat industri mebel dan kerajinan kesulitan untuk mendapatkan bahan baku, ekonomi nasional juga akan kehilangan nilai tambah dari sektor industri hilir kehutanan.
Menanggapi keluhan tersebut, Rachmat Gobel menegaskan pihaknya bersama seluruh anggota DPR di komisi terkait akan melakukan pembahasan serius. Ia melihat potensi industri berbasis kayu olahan ini sangat besar. Bukan saja untuk meraup devisa, juga peluang menyelamatkan lapangan kerja dan industri berbasis budaya yang berkualitas. (Lihat videonya: 5 Negara dengan Angatan Udara Paling Digdaya di Dunia)
Apalagi, tambah Rachmat, Himki berkomitmen meningkatkan ekspor mebel dan kerajinan hingga 100% dalam lima tahun mendatang. “Insyaallah, Selasa depan saya akan mengajak konsultasi anggota DPR bersama tiga kementerian terkait melihat segala aspek masalah yang bisa diselesaikan,” kata Rachmat.
Menurutnya, pemerintah harus menghilangkan berbagai kendala regulasi, minimal meninjau ulang hal-hal yang menghambat. “Apa yang bisa dioptimalkan dari kekuatan industri berbasis bahan baku lokal harus didorong. Jangan sampai keunggulan kompetitif maupun komparatif itu justru untuk memperkuat produsen negara pesaing,” katanya. (Sudarsono)
Menanggapi keluhan tersebut, Rachmat Gobel menegaskan pihaknya bersama seluruh anggota DPR di komisi terkait akan melakukan pembahasan serius. Ia melihat potensi industri berbasis kayu olahan ini sangat besar. Bukan saja untuk meraup devisa, juga peluang menyelamatkan lapangan kerja dan industri berbasis budaya yang berkualitas. (Lihat videonya: 5 Negara dengan Angatan Udara Paling Digdaya di Dunia)
Apalagi, tambah Rachmat, Himki berkomitmen meningkatkan ekspor mebel dan kerajinan hingga 100% dalam lima tahun mendatang. “Insyaallah, Selasa depan saya akan mengajak konsultasi anggota DPR bersama tiga kementerian terkait melihat segala aspek masalah yang bisa diselesaikan,” kata Rachmat.
Menurutnya, pemerintah harus menghilangkan berbagai kendala regulasi, minimal meninjau ulang hal-hal yang menghambat. “Apa yang bisa dioptimalkan dari kekuatan industri berbasis bahan baku lokal harus didorong. Jangan sampai keunggulan kompetitif maupun komparatif itu justru untuk memperkuat produsen negara pesaing,” katanya. (Sudarsono)
(ysw)
Lihat Juga :