Hati-Hati Iming-Iming Belanja Online

loading...
Maraknya penipuan yang terjadi di ranah digital, membuat dua raksasa media sosial Facebook dan IG menyarankan untuk melaporkan pesan yang mencurigakan, baik berupa phishing maupun penipuan online kepada pihak terkait. Menurut juru bicara Facebook di Indonesia, Yunita Purnamasari, pihaknya selalu mengingatkan kepada para pengguna untuk tidak menerima segala bentuk permintaan yang mencurigakan.

Jika pun terjadi tindak penipuan, Facebook siap untuk membantu atau pengguna bisa mengadukannya di 'Help Center' di laman bantuan. "Kami sangat menyarankan para pengguna untuk tidak menerima permintaan yang mencurigakan di ranah online serta mengecek ulang keamanan akun melalui fitur keamanan yang ada di platform kami," jelasnya.?

Tidak hanya Facebook dan Instagram yang mengambil langkah tegas untuk para online shop fiktif ini, platform digital Gojek juga memiliki langkah antisipasi tersendiri dalam melindungi konsumennya dari jerat penipuan. Salah satunya dengan langkah melakukan pengembangan pada teknologi dan selalu memberikan edukasi kepada konsumen dan driver. (Baca juga: Erdogan Konfirmasi telah kerahkan Tentara Turki ke Qatar)

Hal ini ditekankan Chief of Public Policy and Government Relations Gojek, Shinto Nugroho. Menurutnya, terkait upaya preventif guna melindungi konsumen, pihaknya akan terus mengembangkan teknologi untuk mencegah terjadinya celah memitigasi atau meminimalisir terjadinya social engineering (tindak penipuan) di dalam aplikasi.

Langkah pemberian edukasi yang jelas kepada driver dan pelanggannya juga menjadi satu langkah menghindari penipuan. Menurutnya, terjadinya kasus penipuan didasari oleh ketidaktahuan seseorang terhadap beberapa hal, salah satunya adalah mengenai One-Time Password (pin OTP).

"Memberikan edukasi secara terus menerus tentunya kita lakukan, terlebih lagi tentang kerahasiaan OTP. OTP ini seperti pin kartu ATM (Anjungan Tunai Mandiri), jadi sifatnya personal yang hanya berhak diketahui oleh pengguna akun tersebut," ujar Shinto.

Selain itu, konsumen tidak dianjurkan untuk melakukan transaksi di luar aplikasi Gojek, karena hal ini merupakan langkah awal dari penipuan. Shinto menekankan, misalkan ada oknum yang meminta melakukan pembayaran di luar aplikasi, piahknya menyarankan untuk tidak melanjutkan transaksi, karena memang tidak ada transaksi di luar aplikasi.

"Kami akan melakukan edukasi dan terus mengembangkan teknologi untuk memberikan rasa aman kepada para pengguna, karena kasihan driver kita yang benar-benar membantu keseharian harus tercoreng hanya karena pihak yang tidak bertanggung jawab," ungkapnya.

Agar berbelanja online Anda tetap nyaman dan tidak tertipu oleh akun fiktif, sebaiknya lihat dahulu kredibilitas penjualnya. Seperti melihat review dari pembeli lainnya, tetapi Anda harus tetap waspada karena banyak review yang dipalsukan.

Selanjutnya, jika penjual menawarkan barang tersebut dengan harga murah, teliti dahulu alasan adanya penawaran dengan harga miring. Jika penjual tidak memberikan alasan logis, hindari untuk melanjutkan transaksi. (Lihat videonya: Preman pengancam PNS Menggunakan Ular Diciduk Polisi)
halaman ke-2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top