Gara-Gara Corona, Kapal-Kapal Pesiar 'Dikiloin' Jadi Besi Tua
Senin, 12 Oktober 2020 - 10:37 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa minggu kemudian, Pemerintah Negeri Kanguru itu juga mengusir kapal pesiar berbendera asing keluar dari perairan Australia - larangan yang baru-baru ini diperpanjang hingga setidaknya 17 Desember mendatang.
Hanya kapal pesiar Ruby Princess yang diizinkan berlabuh di Sydney, seiring adanya penyelidikan khusus yang menemukan bahwa kapal itu terkait dengan setidaknya 28 kematian. Sementara, pada Maret lalu, otoritas AS mengeluarkan perintah stop berlayar untuk semua kapal pesiar. Larangan itu hingga kini masih tetap berlaku.
(Baca Juga: Terinfeksi Corona, 84 WNI Dikarantina di Kapal Pesiar Costa Smeralda)
Onal mengatakan, sekitar 2.500 orang bekerja di dalam sebuah tim untuk membongkar kapal-kapal tersebut. Dia mengatakan butuh waktu sekitar enam bulan untuk membongkar sepenuhnya sebuah kapal penumpang.
Galangan pembongkaran kapal itu menargetkan untuk meningkatkan volume baja reklamasi menjadi 1,1 juta ton pada akhir tahun, dari 700.000 ton pada Januari.
Hanya kapal pesiar Ruby Princess yang diizinkan berlabuh di Sydney, seiring adanya penyelidikan khusus yang menemukan bahwa kapal itu terkait dengan setidaknya 28 kematian. Sementara, pada Maret lalu, otoritas AS mengeluarkan perintah stop berlayar untuk semua kapal pesiar. Larangan itu hingga kini masih tetap berlaku.
(Baca Juga: Terinfeksi Corona, 84 WNI Dikarantina di Kapal Pesiar Costa Smeralda)
Onal mengatakan, sekitar 2.500 orang bekerja di dalam sebuah tim untuk membongkar kapal-kapal tersebut. Dia mengatakan butuh waktu sekitar enam bulan untuk membongkar sepenuhnya sebuah kapal penumpang.
Galangan pembongkaran kapal itu menargetkan untuk meningkatkan volume baja reklamasi menjadi 1,1 juta ton pada akhir tahun, dari 700.000 ton pada Januari.
(fai)
Lihat Juga :