Pasar Modal Kembali ke 5.000 dari Titik Terendah, Airlangga: Kita Punya Daya Tahan
Minggu, 25 Oktober 2020 - 08:48 WIB
loading...
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerangkan, kinerja pasar modal Indonesia memperlihatkan daya tahan yang bagus atas dampak dari pandemi Covid-19. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerangkan, kinerja pasar modal Indonesia memperlihatkan daya tahan yang bagus atas dampak dari pandemi Covid-19. Hal itu terlihat dari pemulihan yang ditunjukkan bursa saham Tanah Air sejak jatuh ke titik terendah pada akhir Maret 2020, lalu.
(Baca Juga: Pergerakan Variatif, IHSG Sepekan Menguat 0,17% )
Pemerintah sendiri memastikan bakal terus mendorong pasar modal menuju pemulihan penuh. Dari saham sektoral, sektor industri dasar dan pertanian telah meningkat di atas 40% sejak titik terendahnya.
“Kalau kita lihat pasar modal, kita sudah kembali ke jalur 5.000 dari titik terendah di bulan Maret 2020 kemarin. Kita tetap punya daya tahan,” kata Menko Airlangga di Jakarta, Minggu (25/10/2020).
Ia pun mengatakan stabilitas sektor jasa keuangan masih terjaga. Ke depan terang Airlangga, dengan adanya program seperti Penempatan Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di perbankan diharapan dapat menjadi pendorong untuk lebih baik lagi. "Diharapkan stabilitas dan pertumbuhan sektor jasa keuangan terus menguat," ungkapnya.
(Baca Juga: Pergerakan Variatif, IHSG Sepekan Menguat 0,17% )
Pemerintah sendiri memastikan bakal terus mendorong pasar modal menuju pemulihan penuh. Dari saham sektoral, sektor industri dasar dan pertanian telah meningkat di atas 40% sejak titik terendahnya.
“Kalau kita lihat pasar modal, kita sudah kembali ke jalur 5.000 dari titik terendah di bulan Maret 2020 kemarin. Kita tetap punya daya tahan,” kata Menko Airlangga di Jakarta, Minggu (25/10/2020).
Ia pun mengatakan stabilitas sektor jasa keuangan masih terjaga. Ke depan terang Airlangga, dengan adanya program seperti Penempatan Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di perbankan diharapan dapat menjadi pendorong untuk lebih baik lagi. "Diharapkan stabilitas dan pertumbuhan sektor jasa keuangan terus menguat," ungkapnya.
Lihat Juga :